5 Hal Penting Orang Katolik Harus Tahu Mengenai Kerajaan Allah


5 Hal Penting Orang Katolik Harus Tahu Mengenai Kerajaan Allah, Amorpost.com-Bagi kita orang Katolik, setiap kali kita mendengarkan bacaan Injil, kita selalu mendengar frase singkat “Kerajaan Allah.” Mungkin kita bertanya, dimana sih kerajaan Allah?

Pertanyaan itu muncul bisa saja karena kata benda “Kerajaan” menunjukan suatu tempat tertentu. Berkaitan dengan pertanyaan itu, berikut ini 5 Hal penting mengenai dimana dan apa itu “Kerajaan Allah.”

1. Akar Kata
Basileia tou theou (bahasa Yunani) atau Regnum Dei (bahasa Latin) berarti “Kerajaan Allah”, dan ini adalah tema yang konsisten muncul dalam Injil. Ungkapan “Kerajaan Allah” digunakan paling sedikit lima puluh kali oleh Yesus di dalam Injil, dan tampaknya hampir seratus kali di seluruh Perjanjian Baru.

2. Yesus dan Kerajaan Allah
Ketika Yesus mengatakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat” dalam Markus 1:15, Dia tidak berbicara tentang kerajaan duniawi atau wilayah atau tempat seperti yang kita kenal. Kerajaan Allah itu tidak dibatasi oleh teritori geografis, namun dimana Allah Hadir dan berkuasa atas hidup kita disitu Kerajaan Allah ada.

5 Hal Penting Orang Katolik Harus Tahu Mengenai Kerajaan Allah
5 Hal Penting Orang Katolik Harus Tahu Mengenai Kerajaan Allah (Foto: pixabay)

Dimanapun kita berada jika kita menerima kekuasaan Allah, yaitu membiarkan Kristus untuk memerintah di dalam hati kita dan membiarkan diri kita diperintah oleh kehendak Allah, bukan kehendak kita sendiri, maka Kerajaan Allah hadir.

Lebih Lanjut, menurut Origenes, Yesus sendiri adalah autobasilea. Artinya, Yesus dari kepribadiannya sendiri adalah Kerajaan itu sendiri. Maksudnya adalah bahwa Ia melalui hidupnya di dunia, pewartaannya, wafat dan kebangkitannya menjadi Kerajaan Allah itu atau seluruh hidupnya adalah Kerajaan Allah.

3. Analogi Kekaisaran Romawi
Sebuah analogi untuk ini adalah Kekaisaran Romawi jika kita menggambarkannya bukan dalam istilah teritorial namun dalam hal Hukum Romawi, budaya Romawi, jalan Romawi, bahasa Romawi (Latin), mata uang Romawi, dan sebagainya, sepanjang Kekaisaran. Batas-batas historis itu adalah gambaran gambaran artifial saja.

Demikian juga, Kerajaan Allah tidak terbatas pada surga tapi dimanapun ketika seseorang menerima kasih Allah secara total. Neraka adalah satu tempat dimana tidak ada orang yang menerima kasih Allah secara total.

4. Allah Merajai Hati Kita
Kerajaan Allah ada di dalam hati, pikiran dan jiwa kita. Pada saat Yesus mewartakan Injil dua ribu tahun yang lalu, orang-orang mengharapkan Mesias duniawi atau politik yang akan memulihkan kembali kehendak agung Yerusalem dan Kerajaan Israel untuk mengembalikan kejayaan Raja Daud dan Raja Salomo.

Yesus Merajai Hidup
Yesus Merajai Hidup (Foto: pexels)

Harapan mereka itu bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Sebaliknya, Yesus Kristus tidak datang bukan untuk mendirikan sebuah kerajaan duniawi namun sebuah kerajaan spiritual.

5. Dua Arti “Datanglah Kerajaanmu”
Ungkapan “Datanglah Kerajaanmmu” dalam Doa Bapa Kami mengacu pada kedatangan dua kali kedatangan Tuhan Yesus. Pertama, secara historis, Yesus datang dua ribu tahun yang lalu dan mendirikan kerajaan-Nya di dalam hati semua orang yang telah dibaptis.

Secara eskatologis, “pada akhir zaman”, akan ada Kedatangan Kristus yang kedua. Pada masa itu, Iblis dan mereka yang memilih pemerintahannya akan dilemparkan ke dalam neraka. Orang benar, yang telah memilih pemerintahan Allah, akan menyertai Dia selamanya.

Doa Bapa Kami mengingatkan kita bahwa ada akhir dunia; ada Hari Penghakiman dan Hari Pengadilan Terakhir. Penguasa dunia ini akan menemukan siapa yang benar-benar bertanggung jawab.

Sumber:
Disadur dari Buku, Kenneth Brighenti Ph.D. Rev., The Catholicism Answer Book: The 300 Most Frequently Asked Questions, Sourcebooks, Inc. (2007), hlm. 239-240.

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

269 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
1
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
6
Suka
Bahagia Bahagia
5
Bahagia
Wow Wow
0
Wow