Apakah Dunia Kiamat itu Benar-Benar Ada?-Renungan Harian Katolik 28 November 2017


Apakah Dunia Kiamat itu Benar-Benar Ada?-Renungan Harian Katolik 28 November 2017, Amorpost.com-Bagi orang Katolik, setiap kali kita membaca Kitab Suci, kita seharunya selalu memperhatikan tiga hal penting. Pertama; sisi sejarah atau konteks dari teks bacaan, kedua; Jenis sastra dari bacaan itu, dan ketiga; Makna dari teks bacaan itu bagi hidup kita saat ini.

Mengapa ketiga hal itu sangat penting? Karena kalau tidak kita menafsirkan teks kitab suci secara harafiah sehingga, Kita Suci tidak lagi menjadi kabar gembira, tetapi kabar yang menakutkan.

Apakah Allah yang kita imani menakutkan? Allah adalah kasih bukan?

Maka, ketika membaca bacaan hari ini, Lukas 21: 5-11, tidak lagi menakutkan bagi kita. Bacaan hari ini tidak lagi dilihat sebagai dunia kiamat, tetapi sebagai tanda-tanda kehadiran Tuhan yang penuh belas kasih.

Secara kontekstual, bacaan hari ini mengacu pada penghancuran penghancuran Bait Suci Yerusalem oleh orang Romawi sekitar tahun 70 M. Perlu diingat bahwa Bait Suci merupakan pusat spiritual dan hidup bagi orang Yahudi.

Jadi, secara politis, orang-orang Romawi menghancurkan Yerusalem dengan tujuan untuk mencerai-beraikan orang Yahudi yang pada waktu itu berencana memberontak melawan Kekaisaran Romawi.

Carilah Mutiara Hidup
Carilah Mutiara Hidup (Foto: unsplush)

Dengan demikian, tanda-tanda yang dilukiskan dalam bacaan Injil mengenai gempa bumi, kelaparan, peperangan dan lain sebaginya itu sungguh nyata terjadi. Namun kita tidak hanya berhenti pada kontekstualitas dari bacaan tersebut.

Kita pun perlu membaca teks itu dari sisi sastra dimana perikop itu menggunakan begitu banyak kiasan. Apa yang tertulis dalam Injil itu adalah suatu nubuat tentang tentang apa yang akan terjadi terhadap Yesus di Yerusalem.

Nubuat Yesus tentang Keruntuhan Bait Suci di Yerusalem adalah seperti pedang bermata dua, karena ini menunjuk tidak hanya pada penghakiman Allah, tetapi juga tindakan dan rahmat keselamatan dan penyelamatannya. Yesus menubuatkan penghancuran Yerusalem dan konsekuensi yang mengerikan bagi semua orang yang akan menolaknya dan pesan keselamatanNya.

Yesus dengan rela mengarahkan mukanya ke Yerusalem. Ia Tahu bahwa ia akan menemui pengkhianatan, penolakan, dan kematian di kayu salib. Kematian-Nya di kayu salib, bagaimanapun, membawa kebebasan, kedamaian, dan kemenangan sejati atas kuasa dosa, kejahatan.

Lebih lanjut, kematianNya itu tidak hanya bagi penduduk Yerusalem, tetapi juga untuk semua orang baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi yang akan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Itulah jenis sastra yang perlu kita garis bawahi.

Selanjutnya, setelah mengetahui konteks dan jenis sastra dari bacaan tersebut, kita pun perlu menggali makna bacaan itu bagi kehidupan kita sekarang. Apa makna bacaan hari ini bagi hidup kita sekurang-kurangnya hari ini?

Kita perlu mengenali tanda-tanda penghakiman, rahmat, dan anugerah Allah untuk keselamatan kita. Terkadang kita tidak mengenali krisis moral dan konflik spiritual zaman dimana kita hidup, sampai ada sesuatu yang “mengguncang kita” sampai pada kenyataan kondisi sekarang ini.

Tuhan mengingatkan kita bahwa penghakiman dan hasil di masa depan menanti setiap individu yang telah hidup di bumi ini. Setiap tindakan kita, selalu ada konsekuensinya.

Setiap saat, selalu ada tanda-tanda yang membuat kita menerima kasih total Allah, atau menolaknya. Setiap pilihan hidup kita adalah “penghakiman” entah menjadi lebih baik atau pun lebih buruk.

Kalau kita menolak Kasih Tuhan, sesungguhnya kita telah secara tidak langsung menciptakan “kiamat” untuk hidup kita sendiri. Jadi, sadarlah bahwa setiap detik selalu ada “mutiara” yang perlu kita peroleh jika kita menggunakan kacamata Tuhan untuk melihatnya. Salam Amores!

Doa:
Tuhan Yesus, kasih karunia dan rahmat-Mu berlimpah ruah di tengah-tengah pencobaan dan kesulitan hidupku. Tolonglah aku untuk mencari kerajaanmu terlebih dahulu. Kuatkanlah aku untuk menolak apa yang akan menghalangiku untuk mengejar kedamaian, kebenaran dan kekudusanmu. Amin…

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

154 shares
Adrian B.

Alumnus Ateneo de Manila University, Philippines

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
6
Suka
Bahagia Bahagia
4
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like