Bagaimana Engkau Mengenal Aku? – Renungan Harian Katolik 5 Januari 2018


Renungan Harian Katolik
Indahnya karya Tuhan (Foto: Pixabay.com)

Bagaimana Engkau Mengenal Aku? – Renungan Harian Katolik 5 Januari 2018, Amorpost.com – Bacaan Yohanes 1: 43-51

Mengenal adalah pengetahuan tentang sesuatu. Kata mengenal bagi manusia berarti pengetahuan tentang seseorang. Kalau saya mengatakan saya mengenal si A, berarti saya mempunyai pengetahuan tentang si A, atau saya dapat memberi keterangan tentang si A.

Dalam Yoh 1: 43-51 kata “mengenal” berarti mengenal kekuatan dan kelemahan, mengenal kemampuan dan potensi. Kata mengenal juga menggambarkan sifat Allah yang mengenal dan mencintai manusia secara pribadi.
Dalam kitab suci khususnya dalam injil kata “mengenal” mempunyai tiga arti.

Pertama: mengenal berarti pengetahuan. Dalam Matius 17:12, Yesus bersabda: “Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia”. Yesus sudah datang tetapi minat manusia untuk mencari-Nya, minat untuk mengetahui tentang Dia tidak ada. Manusia tetap sibuk dengan dosa dan perbuatannya yang lama.

Dalam Luk 23:49: diceriterakan tentang kematian Yesus bahwa: “semua orang yang mengenal Yesus dari dekat berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu”. Orang-orang yang mengenal dan mengetahui Yesus dari dekat adalah murid-murid-Nya.

Mereka takut kepada orang-orang Yahudi, karena itu mereka bersembunyi, berdiri dari jauh dan melihat segala kejadian penderitaan Yesus. Luk 24:31: menceriterakan kisah Emaus. Setelah makan bersama: “terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia…”.

Pengetahuan kedua murid Emaus tentang Yesus ternyata belum cukup dan memadai. Karena walau sepanjang jalan Emaus Yesus mengajar mereka, namun mereka belum juga mengenal Dia. Mata mereka baru terbuka setelah Yesus memecahkan roti dan makan bersama mereka. Mereka baru tahu bahwa itu Yesus.

Kedua: mengenal berarti melakukan kehendak Allah. Dalam Matius 7:23, Yesus berbicara tentang hidup kekal di mana semua orang akan menghadapi pengadilan terakhir dan Yesuslah hakimnya. Yesus akan bersabda kepada mereka yang jahat: “…Aku tidak pernah mengenal kamu, enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan”.

Yesus hanya mengenal orang yang melakukan kehendak Allah. Arti kata “Tidak pernah mengenal” di atas berarti tidak pernah melakukan kehendak Allah Bapa di surga (Mt. 25:12). Dalam Yoh. 1:10, dikatakan bahwa: “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya”.

Mengenal di sini berarti tidak mengikuti panggilan Yesus. Tidak mau mendengar ajakan Yesus untuk melakukan kehendak Allah Bapa di surga (Yoh. 8:19; 14:7). Dalam Yohanes 8:55, Yesus berkata: “…tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Mengenal Bapa berarti menuruti firman-Nya.

Ketiga: mengenal berarti mencintai. Dalam Yohanes 10:14-15: Yesus menjelaskan diri-Nya sebagai gembala yang baik. Gembala yang baik mengenal domba-dombanya. Dasar pengenalan ini adalah relasi-Nya dengan Bapa-Nya di surga.

Antara Putra dan Bapa ada relasi yang penuh. Relasi ini diteruskan Yesus kepada murid-murid-Nya. Relasi mereka adalah relasi cinta, karena itu mereka saling mendengarkan secara mendalam. Antara Bapa dan Putra ada relasi cinta, ada pengenalan cinta.

Hanya orang yang mencintai yang bisa memperhatikan dan mengorbankan nyawanya demi kehidupan domba-dombanya. Itulah relasi Yesus dengan manusia.

Kriteria untuk orang yang masuk ke dalam hidup kekal hanyalah mereka yang mengenal Allah Bapa dan Putra-Nya Yesus Kristus. Mereka itu adalah orang-orang yang mencintai Bapa lewat Putra-Nya Yesus Kristus dan melakukan kehendak-Nya (Yoh. 17:3).

Tuhan telah mengenal kita jauh lebih baik dari pada diri kita sendiri. Ia mengenal segala kemampuan kita, mengenal kekuatan kita jauh lebih baik dari kita sendiri.

Yang paling penting bagi kita sekarang adalah percaya akan tugas perutusan Tuhan bagi kita sebagai seorang biarawan, seorang bapak keluarga, seorang ibu keluarga, seorang siswa-mahasiswa, seorang guru, seorang petani, dan lain sebagainya.

Kesadaran itu mendorong kita untuk lebih mengenal Allah dalam hidup kita setiap hari, sehingga hidup kita pun menjadi satu pujian bagi-Nya selalu. Tuhan telah mengenal kita, maka mari kita berusaha untuk mengenal Dia lebih dalam lagi dengan berusaha untuk mengetahui kehendak-Nya bagi diri kita, melakukan kehendak-Nya, dan mencintai-Nya dalam hidup kita setiap hari.(LN)

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

130 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
3
Suka
Bahagia Bahagia
4
Bahagia
Wow Wow
1
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like