Belajar Bersyukur Dari Yesus – Renungan Harian Katolik Selasa 5 Desember 2017


Renungan Harian Katolik
Bersyukur (Foto: Pixabay.com)

Belajar Bersyukur Dari Yesus – Renungan Harian Katolik Selasa 5 Desember 2017, Amorpost.com – Bacaan Lukas 10: 21-14

Selalu bersyukur…

Hidup dalam rasa bersyukur adalah hidup yang penuh dengan berkat. Orang yang selalu bersyukur tidak saja saja sehat jiwa tetapi juga fisiknya.

Dalam penelitiannya Wood dan teman-temannya (2010) menemukan bahwa orang yang selalu bersyukur tidur lebih nyenyak, ada kepuasan hidup, perilaku lebih ramah, dan lebih berempati.

Sedangkan Emmons dan McCullough menemukan bahwa efek bersyukur dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, mengurangi gejala penyakit. Dalam relasi dengan orang lain, bersyukur dapat memperkuat dan meningkatkan hubungan baik teman maupun pasangan hidup.

Injil hari ini juga menyampaikan kepada kita, ucapan Syukur dan kegembiraan Yesus. Mengapa Yesus mengucapkan Syukur dan bergembira?

Ada dua hal penting yang perlu disyukuri Yesus di sini: Pertama, dalam Perikop sebelumnya dikatakan tentang kembalinya ke tujuh puluh murid, yang telah berhasil menjalankan misi yang diberikan oleh Yesus kepada mereka yaitu mempersiapkan jalan bagi karya penyelamatan-Nya.

Mereka berhasil memaklumkan kabar gembira dan mengusir setan-setan. Inilah yang melatarbelakangi ucapan syukur dan kegembiraan Yesus.

Kedua, suatu level bersyukur yang lebih tinggi yaitu sukacita Yesus tidak ada sangkut pautnya dengan keadaan, melainkan atas apa yang Bapa kerjakan di dalam Dia.

Yesus bersukacita bukan saja karena keberhasilan dalam karya yang dilakukan-Nya, tetapi terlebih karena keinginan Bapa yang dinyatakan kepada-Nya, “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” (Lukas 10:22).

Sukacita yang Yesus rasakan haruslah menjadi milik kita juga. Tentu saja dalam kehidupan akan ada banyak hal yang terjadi yang kadangkala membuat kita sedih dan kecewa, namun apabila kita kehilangan sukacita, kita pun akan kehilangan kekuatan menghadapi semua itu. Itulah sukacita yang sejati.

Kegagalan dan keberhasilan adalah bagian dari hidup kita. Tak seorangpun yang hidupnya dihiasi dengan keberhasilan terus menerus, demikian juga tidak ada orang yang hidupnya melulu kegagalan. Keberhasilan dan kegagalan adalah bumbu menuju sukses, jika itu semua selalu kita syukuri.

Allah berkarya di dalam keberhasilan maupun kegagalan. Dan Yesus telah menunjukan kepada kita untuk bersyukur dalam setiap situasi baik ketika berhasil maupun ketika kita gagal.

Yesus bersyukur kepada Bapa di surga ketika para murid yang diutus kembali dengan selamat dan berhasil menjalankan misi yang telah ditentukan Yesus.

Tetapi Yesus juga tetap bersyukur dan bersukacita ketika para pemuka agama Yahudi dan orang-orang Farisi tidak dapat melihat keselamatan yang diwartakan Yesus.

Kelihatan seperti misi Yesus gagal tetapi sebenarnya itulah kehendak Bapa, supaya hal itu dapat dinyatakan kepada orang-orang sederhana seperti para murid Yesus, yang walau tidak terdidik tetapi memiliki mata yang dapat melihat keselamatan dalam diri Yesus.

Marilah kita selalu bersyukur dan bersukacita, “…sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (Nehemia 8:11). Sukacita dari Tuhanlah kekuatan kita. Ini adalah sukacita yang memampukan kita tetap kuat di tengah penderitaan dan kesesakan sekali pun.  (LN)

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

225 shares
Gita Iman

Khusus renungan harian Gereja Katolik. Terbit setiap hari di kolom Renungan.
Untuk kritik dan saran, silakan email ke info@amorpost.com

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
1
Suka
Bahagia Bahagia
7
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like