Meneladani Keberanian Santa Barbara yang Rela Mati Demi Imannya Kepada Kristus


Santa Barbara
Santa Barbara (Foto: Youtube.com)

Meneladani Keberanian Santa Barbara yang Rela Mati Demi Imannya Kepada Kristus, Amorpost.com – Santa Barbara dihormati sebagai patron para arsitek, ahli Matematika, penambang dan pelindung orang-orang yang tertimpa bencana, khususnya angin topan.

Dikutip dari laman ImanKatolik.or.id, kihsa kehidupan Santa Barbara mulai beredar pada abad ke-7 dan menjadi begitu populer sekitar abad ke-9.

Barbara lahir di Heliopolis, Fenisia pada abad ketiga. Dia adalah anak gadis dari seorang pedagang Romawi kaya raya bernama Dioscorus.

Ayahnya sangat menjaga Barbara. Setiap kali akan pergi berdagang ke wilayah yang jauh, putrinya dikunci di sebuah rumah sendiri agar tidak keluar. Sang ayah membuat sebuah kamar mandi untuk putrinya itu. Kamar mandi itu dilengkapi dengan dua jendela kecil.

Namun Barbara meminta kepada para  pekerja untuk membuat tiga jendela. Dia ingin menciptakan “trinitas” cahaya dari balik jendela itu.

Suatu ketika saat Dioscorus kembali dari perjalanan yang jauh, Barbara memberitahu ayahnya jika dia telah menjadi seorang pengikut Kristus. Dioscorus sangat marah dan murka.

Santa Barbara
Santa Barbara (Foto: ThingLink)

Dia kemudian memaksa Barbara untuk meninggalkan imannya kepada Yesus. Namun gadis muda itu menolak dan bersikeras untuk mempertahankan imannya.

Barbara terpaksa lari ke hutan karena Dioscorus mengejar akan membunuhnya. Barbara akhirnya berhasil ditangkap. Namun Dioscorus memilih untuk mengurung putrinya dan tak memberinya makan.

Dia ingin rasa kelaparan membuat Barbara segera sadar dan meminta maaf. Namun Barbara tetap bersikeras sehingga Dioscorus terpaksa membawa dia ke Martianus, prefek di kota itu.

Kedua pria ini kemudian memukul dan menyiksa Barbara. Mereka terus memaksa dia untuk meninggalkan imannya kepada Kristus.

Tubuh Barbara penuh luka. Dia tetap menolak semua perintah Dioscorus dan Martianus. Setelah berdoa kepada Yesus, luka-luka di tubuh Barbara hilang. Namun hal ini justru membuat kedua pria itu semakin menyiksa Barbara agar segera meninggalkan Tuhan dan iman Kristianinya.

Barbara juga disiksa bersama seorang wanita bernama Juliana. Setelah terus menolak melepaskan imannya, Barbara akhirnya dihukum mati dengan cara dipancung.

Menurut situs Catholic.org, Barbara wafat setelah dipancung oleh ayahnya sendiri. Setelah Barbara wafat, tiba-tiba Dioscorus dan Martianus juga terbunuh karena disambar petir. Kemartirannya diperingati setiap tanggal 4 Desember.

Pada abad ke-6 peninggalan Santa Barbara dibawa ke Konstantinopel. Enam ratus tahun kemudian, mereka dibawa ke Kiev oleh putri Kaisar Byzantium Alexius Comnenos. Higga kini, makam Santa Barbara ada di katedral St. Vladimir di Kiev.

Santa Barbara juga sangat dihormati Asosiasi Artileri Lapangan Angkatan Darat Amerika Serikat dan Asosiasi Artileri Angkatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat.

St. Barbara digambarkan dengan rantai mini, berdiri atau memegang menara dengan tiga jendela, membawa pohon palem, dan kadang-kadang dengan meriam.

Dia adalah orang kudus pelindung para armourers, artileri, arsitek, matematikawan, penambang dan Angkatan Laut Italia.

Santa Barbara adalah salah satu dari Empat Belas Pembantu Kudus, dihormati karena doa mereka diyakini sangat efektif melawan penyakit.

Hingga kini pemandian Barbara menjadi tempat yang penuh dengan kekuatan penyembuhan dan banyak keajaiban terjadi di sana. St Simeon Metafrast bahkan membandingkannya dengan sungai Yordan.

Sumber: Catholic.org & ImanKatolik.or.id

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

248 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
2
Suka
Bahagia Bahagia
1
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

You may also like