Doa Damai Terkait Peristiwa Pembacok Romo dan Penyerang Umat Katolik


Doa Damai Terkait Peristiwa Pembacok Romo dan Penyerang Umat Katolik, Amorpost.com-Sebagai anggota tubuh Kristus, ketika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan terasa sakit. Namun, bukan berarti “luka” dari anggota tubuh kita itu menjadi landasan untuk melukai orang lain.

Kita bisa menyembukan luka itu dan bersatu menciptakan kedamaian untuk segala ciptaan ini. Itulah sikap yang tepat sebagai seorang pengikut Yesus disaat anggota tubuh kita tersayati oleh para penyebar kebencian dan pemecah belah persatuan.

Ketika romo dan umat diserang dengan pedang (Minggu 11/2/2018), kita mengutuk perbuatan itu namun, dia si pelaku tetaplah pribadi ciptaan Tuhan yang tetap dikasihi. Ingat bahwa pada mulahnya Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya.

Akan tetapi, ciptaan yang mulia pun, bahkan para malaikat, ada yang memberontak melawan Dia, maka jadilah Iblis. Kemudian, para iblis itu pun memperluas kerajaannya di bumi ini dengan menjatuhkan manusia ke dalam dosa.

Doa Damai Terkait Peristiwa Pembacok Romo dan Penyerang Umat Katolik
Doa Damai Terkait Peristiwa Pembacok Romo dan Penyerang Umat Katolik (Foto: vaticannews)

Ketika Yesus datang, Ia mengorbankan dirinya demi penghapusan dosa Manusia. Dengan demikian, Ia memperbaiki ketidakberaturan duniawi oleh karena dosa atau si iblis itu.

Oleh karena Tuhan Yesus telah menang atas iblis, janganlah kita takut pada iblis. Kita sebagai anggota tubuhnya harus tetap tenang menghadapi para pemecah belah bangsa ini.

Kita Katolik, Kita Bhineka Tunggal Ika, Kita Anggota Tubuh Kristus! Maka dari itu, mari kita “menyembuhkan luka” tubuh kita dengan doa damai yang diajarkan oleh Santo Fransiskus dari Asisi:

Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kecemasan,
Jadikanlah aku pembawa harapan,
Bila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku ingin menghibur daripada dihibur,
memahami daripada dipahami,
mencintai daripada dicintai,
sebab
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

Itulah “obat” yang paling mujarab. Semoga Amores…

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

5.5k shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
6
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
11
Suka
Bahagia Bahagia
5
Bahagia
Wow Wow
1
Wow

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like