Iman Sebesar Biji Sesawi? Inilah Syaratnya – Renungan Harian Katolik Sabtu 11 November 2017


Renungan Harian Katolik
Renungan harian Katolik (Foto: Wallpapers-web.com)

Iman Sebesar Biji Sesawi? Inilah Syaratnya – Renungan Harian Katolik Sabtu 11 November 2017, Amorpost.com – Bacaan Lukas: 17: 1-6

Hari ini Yesus mengajarkan para murid-Nya tiga hal penting sebagai dasar kehidupan mereka. Pertama tentang hal menyesatkan orang lain, kedua tentang mengampuni tanpa batas dan syarat, ketiga: kekuatan iman walau sekecil biji sesawi. Mari kita merenungkan ketiga hal ini satu per satu.

Pertama tentang hal menyesatkan. Kata menyesatkan sama dengan godaan dan sama dengan skandal, yang artinya sebuah batu penghalang atau jebakan yang membuat orang lain jatuh.

Banyak firman Tuhan yang mengingatkan kita tentang godaan/jebakan dalam hidup yang bisa bikin kita jatuh dalam dosa, diantaranya: – Mazmur 141:9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan, – 1Yoh 2:10 Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang dan di dalam dia tidak ada penyesatan.

Orang Yahudi yakin bahwa mengajarkan/menyesatkan orang lain hingga mereka berdosa adalah dosa yang tak terampuni. Bayangkan kalau kita mengajarkan orang lain berbuat dosa, maka orang ini melakukan yang sama kepada orang lain, dan selanjutnya akan beranak cucu turun menurun dosa itu.

Yesus mengingatkan murid-Nya untuk tidak memberikan contoh buruk yang membuat orang lain berdosa. Sebagai orang tua, kita dituntut bersikap penuh kekudusan karena kita hendak mewarisi iman kita pada anak-anak.

Sebagai pemimpin masyarakat harus memberikan contoh dan teladan yang baik bagi rakyatnya, guru harus memberikan contoh yang baik kepada para murid-Nya.

Kedua tentang hal mengampuni yang tanpa batas dan syarat. Yesus meminta para murid-Nya supaya mengampuni orang yang menyesal dan meminta pengampunan berapa pun jumlahnya.

Mengapa kita harus mengampuni? Karena Yesus berkata: “karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surge akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Mat 6:14-15).

Apa yang kita perbuat kepada sesama akan menjadi ukuran bagi Bapa di Surga untuk kita. Jadi sebagai orang yang menganal Yesus dan percaya kepada pengampunan dari Allah Bapa, tidak ada alasan untuk tidak mengampuni sesama kita. Karena ukuran pengampunan yang kita gunakan untuk sesama akan digunakan Allah untuk mengampuni kita.

Ketiga: Iman sebesar biji sesawi yang dapat memindahkan pohon dan gunung.. Apa yang kiranya Yesus maksudkan dengan pernyataan-Nya ini? Istilah “penggeser/pemindah gunung” digunakan untuk seseorang yang mampu menyelesaikan masalah dan kesulitan yang luar bisa beratnya.

Kita sering menghadapi tantangan dan kesulitan yang sepertinya di luar kemampuan kita. Kadang kita rasa seperti tidak mampu hingga menyerah, tetapi sebenarnya apa yang tak mungkin bagi kemampuan manusia akan menjadi mungkin bagi mereka yang percaya dan mengandalkan kekuatan Tuhan.

Iman adalah karunia yang diberikan secara Cuma-cuma oleh Tuhan untuk membantu kita mengenal Dia secara pribadi, untuk memahami kebenaran-Nya dan untuk hidup dalam kuasa kasih-Nya. Tuhan mengharapkan kita melakukan sesuatu lebih dari yang kita kira bisa lakukan.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan kita karunia dan kuasa Roh Kudus untuk membantu kita bertumbuh kuat dalam iman, bertekun dalam iman dan bertahan dalam kasih. Iman akan Tuhan adalah kunci membuang segala sandungan dan kesulitan yang menghalangi kita.

Kita adalah milik Tuhan. Hidup kita bukan milik kita sendiri lagi. Suka cita dan kemenangan kita adalah mengikuti Yesus Kristus dan melayani dia di dalam kuasa kasih dan kebaikanNya.Tuhan Yesus siap setiap saat untuk bekerja di dalam dan melalui kita untuk kemuliaan-Nya.

Supaya iman kita bisa bekerja/tumbuh scara efektid, iman harus berkaitan erat dengan kepercayaan, ketekunan, berserah diri pada Tuhan dan kerelaan hati melakukan perintah-Nya.

Kekuatan iman adalah kunci untuk bisa bebas dari skandal yang menyesatkan orang lain, dan kerelaan hati untuk mengampuni sesama tanpa batas dan syarat.

Orang yang beriman kuat tidak akan melakukan skandal dan akan gampang mengampuni orang bersalah kepadanya.

Ia akan menjadi model sekaligus alter Christus. Itulah harapan Yesus bagi setiap orang beriman yang menamakan diri Kristen Katolik. (LN)

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

241 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
2
Suka
Bahagia Bahagia
1
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *