Inilah Tips Beriman yang Benar – Renungan Harian Katolik Kamis 7 Desember 2017


Renungan Harian Katolik
Foto via Pixabay.com

Inilah Tips Beriman yang Benar – Renungan Harian Katolik Kamis 7 Desember 2017, Amorpost.com – Bacaan Matius 7:21, 24-27

Dalam injil hari ini Yesus secara terang benderang menyampaikan kepada semua orang Kristen bahwa Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.

Selanjutnya Yesus menambahkan bahwa walaupun sesorang itu penuh iman, bernubuat atas nama-Ku, dapat mengusir setan, mengadakan banyak mukjizat atas nama-Ku, belumlah jaminan kalau dia tidak melakukan perbuatan kasih.

Sebaliknya orang yang mendengarkan perkataan-Nya dan melakukannya sama dengan orang yang membangun rumahnya di atas batu, sehingga tidak rubuh walau diterpa hujan, banjir dan angin.

Bila kita merenungkan injil ini dengan saksama, maka kita akan menumukan bahwa ada dua level atau tingkat iman yang ingin disampaikan Yesus kepada setiap pengikut Kristus atau orang Katolik.

Yang pertama adalah level iman yang percaya penuh kepada Yesus dalam doa dan perkataan hingga mampu mengusir setan, bernubuat, dan mengadakan mukjizat atas nama Yesus.  Orang salah mengerti bahwa pada level ini dia sudah bisa disebut beriman, pada hal ini baru kulitnya, belum isinya.

Dan yang kedua adalah level iman yang lebih tinggi yaitu mendengarkan Sabda Allah dan melakukannya (mempraktekan) dalam hidup setiap hari.

Yesus menggambarkan kelompok ini sebagai orang yang bijaksana karena membangun rumahnya di atas batu sehingga walau diterpa hujan, badai dan angin, ia tetap kokoh berdiri. Inilah iman yang diharapkan Yesus dari setiap orang Katolik: mendengarkan perkataan-Nya dan melakukan dalam hidup setiap hari.

Bagaimana mendengarkan perkataan Yesus dan melakukanya dalam hidup setiap hari? St. Yakobus menjelaskan bahwa: Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yak.:2:14-17) .

Pertanyaan besar kepada setiap orang Katolik: sudahkah anda mempraktekan Sabda Yesus dalam hidup anda setiap hari? Ada godaan besar bagi para pemuka agama, seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang pandai sekali menyampaikan dan mewartakan Taurat kepada orang-orang Israel, melakukan semua kewajiban Taurat tetapi tokh Yesus mengecam mereka karena tidak melakukannya dalam hidup harian mereka.

Mereka hanya beriman dalam level perkataan, belum dalam perbuatan. Demikian juga tentu godaan besar bagi para pemuka agama Kristen dan Katolik yang pandai sekali mewartakan firman Allah tetapi secara pribadi lupa mempraktekan apa yang diajarkan itu dalam hidup hariannya sendiri. Yesus meminta kita untuk melakukannya, menjadi contoh hidup.

Hari ini Yesus menegur kita semua orang Katolik supaya memperhatikan aspek perbuatan, aspek implementasi Firman Allah dalam hidup harian kita, terlebih perbuatan kasih terhadap sesama. Beriman saja tidak cukup tetapi iman itu mendapat kesempurnaanya ketika apa yang kita Imani itu dipraktekan dalam hidup harian kita.

Beriman dengan mempraktekan Firman Allah dalam hidup kita sama artinya dengan mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budi (Mat. 22:37).

Jika kita beriman dan mampu bernubuat atas nama Yesus, dapat mengusir setan, mengadakan banyak mukjizat atas nama Yesus, tetapi tidak mempraktekan Firman Allah dalam hidup kita, maka kita sama dengan mengasihi Allah hanya lewat akal budi, belum dengan segenap hati dan segenap jiwa.

Mengasihi Allah dengan segenap hati dan segenap jiwa berarti iman kita sudah pada level kedua yaitu mendirikan iman kita di atas fondasi yang kuat sehingga mampu bertahan dalam badai tantangan dan pencobaan hidup. Mari kita beriman yang benar. (LN)

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

93 shares
Gita Iman

Khusus renungan harian Gereja Katolik. Terbit setiap hari di kolom Renungan.
Untuk kritik dan saran, silakan email ke info@amorpost.com

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
2
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like