Jangan Terima Komuni Jika Tidak Melakukan 5 Hal Ini!


Jangan Terima Komuni Jika Tidak Melakukan 5 Hal Ini!, Amorpost.com-Bagi kita umat Katolik yang telah pantas dan layak menerima komuni, terasa seperti ada yang kurang kalau kita pergi mengikuti perayaan Ekaristi namun tidak menyambut tubuh dan darah Kristus atau Komuni. Penerimaan komuni kudus sudah menjadi “kebutuhan” makanan rohani kita saat misa setiap hari minggu maupun hari-hari biasa.

Namun, seiring bergulirnya waktu, kita merasa bahwa komuni hanyalah rutinitas belaka. Oleh karena itu, kita perlu menggali kembali makna terdalam penerimaan komuni sekaligus sikap kita yang membuat kita layak untuk menerima komuni atau tidak.

Kita hendaknya perlu merefleksikan secara mendalam sebelum penyambutan komuni kudus. Seperti yang dikatakan St. Paulus, 1 Korintus 11:28, “Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.”

Pertanyaannya adalah apa saja hal-hal yang perlu kita uji sebelum menerima komuni kudus? Berikut ini 5 hal mendasar sepatutnya kita lakukan.

1. Beriman

Komuni
Komuni (Foto: unsplash)

Tentu saja iman merupakan hal yang mendasar sebelum kita menerima komuni. Kita perlu mengimani bahwa yang akan kita terima adalah benar-benar tubuh dan darah Kristus.

Kita perlu ketahui bahwa yang menggerakan kita ke gereja adalah iman. Sesungguhnya arti dari iman adalah keutamaan supernatural.

Iman adalah supernatural karena iman pertama-tama dari Tuhan atau hasil kerja Roh Kudus. Selanjutnya iman adalah keutamaan karena kita menanggapinya atau sikap kita sendiri. Iman adalah gratis dari Tuhan, dan kita secara sukarela menanggapinya.

Oleh karena itu, jika kita menerima komuni kudus dengan kesadaran seperti itu, kita akan menerima efek rahmat yang pantas terhadap hidup kita. Sebaliknya kalau kita menerima komuni kudus hanya sebatas rutinitas, atau spontanitas belaka, tentu saja tida ada efeknya untuk hidup rohani kita.

2. Bersihkan Hatimu

Pengakuan Dosa
Pengakuan Dosa (Foto: ncronline)

Hati merupakan sanggar suci Allah. Demikianlah iman Kristiani akan mulianya hati manusia.

Namun, apakah kita telah membersihkan “sanggar suci” itu sebelum menyambut Tuhan untuk tinggal di dalam hati kita? Apakah “rumah Tuhan” yang ada dalam hati kita itu bersih atau tidak?

Oleh karena itu, jika kita menyadari ada dosa berat, sebaiknya kita pergi mengaku dosa sebelum menyambut Tubuh dan darah Kristus. Kita tahu tahu bahwa kita semua orang berdosa, dan Tuhan datang untuk mencari dan menemukan orang berdosa.

Walaupun demikian, tubuh Kristus bukanlah magic dimana setelah menerimanya kita langsung menjadi orang suci atau pun bersih dari dosa. Kembali lagi, hati kita bersih, jika kita memiliki semangat pengampunan, belaskasihan dan kerendahan hati untuk bertobat, disitulah letak efektifitas komuni bagi hidup kita.

3. Berprosesi bukan Antri

Prosesi Sebelum Menyambut Tubuh Kristus
Prosesi Sebelum Menyambut Tubuh Kristus (Foto: goodshepherdrc.org)

Ketika tiba saatnya penerimaan komuni kudus, secara berdua-dua atau pun dalam satu baris kita pergi menyambut komuni. Hal itu buakanlah suatu antrian, namun suatu porsesi.

Romo William memberikan suatu penjelasan yang menarik mengenai hal ini. Ia menegaskan bahwa saat kita menyambut komuni adalah saat kita berprosesi dimana kita memfokuskan diri pada Tuhan.

Mengapa itu bukan antri? Karena prosesi itu mengingatkan akan hidup kita sebagai orang-orang yang sedang berziarah. Kita berasal dari Tuhan maka kita akan kembali kepadanya.

Lebih lanjut, saat prosesi, mata kita tertuju kepada salib yang ada di hadapan kita. “Kita tidak sedang mengantri dimana saat antrian kita bisa bersalaman dengan siapa saja,” kata Romo William.

Dengan demikian, saat kita berbaris untuk menerima komuni kudus, sadarlah bahwa hal itu mengingatkan kita akan ziarah hidup kita dan kita sedang menyambut Dia yang adalah penebus umat manusia.

4. Tundukanlah Kepalamu

Sikap Menerima Komuni
Sikap Menerima Komuni (Foto: santoalbertus.org)

Sikap menundukan kepala sebelum menerima komni adalah penting karena kita akan menerima tubuh Tuhan sendiri. Menurut apa yang tertulis dalam Intruksi Umum Misa Romawi, “Ketika menerima komuni kudus, para penerima komuni menundukan kepala dihadapan Sakramen kudus yang adalah Tubuh dan darah Kristus yang mulia” (GIRM 160)

Apa yang menjadi aturan gereja itu tentu saja penuh makna. Saat kita menundukkan kepala, itulah tanda kerendahan hati untuk menerima Tuhan dan tanda penghormatan akan kudus serta mulianya tubuh Tuhan.

5. Katakan “AMIN”

Komuni Kudus
Komuni Kudus (Foto: pixabay)

Kata singkat ini seringkali terlupakan. Padahal kata “Amin” sungguh bermakna.

Saat romo mengatakan “Tubuh Kristus,” kita katakan “Amin.” Dengan demikian, kita mau tegaskan bahwa yang sedang kita terima adalah benar-benar Tubuh Kristus.

Baca Arti Kata “Amin”: Ini 5 Arti Penting Mengenai Kata “Amin”. Nomer 5 Menggemparkan!!!

Sumber:
-. Romo Ed Broom, OMV, 10 Ways to Prepare Yourself for Communion
-. CatholicFB,Do Not Ever Receive the Holy Eucharist in these 3 Wrong Ways…Many Catholics are Doing It
-. David Peach, What Christians Want To Know
-. Romo William Nicholas, HOW NOT!!! TO RECEIVE COMMUNION – Catholic Precept #3

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

6.1k shares
Adrian B.

Alumnus Ateneo de Manila University, Philippines

What's Your Reaction?

Marah Marah
3
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
2
Lucu
Suka Suka
40
Suka
Bahagia Bahagia
18
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like