Kita Terlahir Telanjang dan Akan “Terlahir Telanjang”-Renungan Harian Katolik Kamis 1 Februari 2018


Kita Terlahir Telanjang dan Akan “Terlahir Telanjang”-Renungan Harian Katolik Kamis 1 Februari 2018, Amorpost.com-Dalam bacaan Injil hari ini, Markus 6: 7-11, ada tiga keutamaan Kristiani yang perlu kita dalami yakni Komunitas, Kemiskinan dan Keberanian.

Para rasul diutus berdua-dua. Itu berarti bahwa penginjilan selalu menekankan sisi komunitas. Ketika kita dibabtis, kita telah menjadi anggota tubuh Kristus. Oleh karena itu, kita selalu menjadi saksi Kristus dalam dan melalui komunitas Gereja.

Pada mulanya, komunitas Gereja kecil dimulai dari keluarga. Jika kita adalah orangtua, kita menjadi garam dan terang dunia dengan mendidik dan membesarkan anak-anak sesuai dengan semangat Injil. Kita pun menjadi Bapa atau Ibu yang menjadi teladan iman gereja kecil itu.

Demikian pun semangat kemiskinan dan keberanian dimulai dari Keluarga. Kemudian, kemiskinan yang dimaksud bukan berarti tidak memiliki apa apa dalam pewartaan, tetapi menyangkut ketergantungan kita kepada Tuhan.

Komunitas, Kemiskinan dan Keberanian
Komunitas, Kemiskinan dan Keberanian (Foto: pixabay)

Tuntutan radikal Injil mengenai tanpa makanan, tanpa alas kaki maupun uang menyentuh kebutuhan dasar manusiawi kita. Tuhan menghendaki agar ketergantungan kita pada Tuhan seharunya melampaui kebutuhan dasar manusiawi kita itu.

Pada dasarnya setiap orang lahir “Miskin.” Ketika kita keluar dari rahim ibu, kita hanyalah bayi mungil yang telanjang. Lalu, kita diberikan sepotong kain sabagai balut tubuh kita.

Pada saaat itu, kita mulai dipelakukan oleh orangtua kita “memiliki” sesuatu. Hari demi hari, kita bertumbuh dan berkembang dalam situasi yang berbeda, syukur-syukur orangtua kita berkecukupan dan memperlakukan kita berkecukupan.

Namun, dalam perjalanan hidup yang singkat itu, mungkin kita lupa akan “ketelanjangan” kita ketika kita lahir. Kita dibutakan oleh hal-hal materi dan sombong akan apa yang kita miliki.

Kita pun lupa bahwa kita pun akan “kembali” ke ibu pertiwi dengan “Telanjang” tanpa membawa apa-apa seperti halnya kita lahir. Jadi? Kita semua pada dasarnya miskin, artinya bahwa kita bukan pemilik segala sesuatu ini.

Tubuh dan segala sesuatu di bumi ini berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, dalam ziarah hidup yang singkat ini, gunakanlah itu sebijak mungkin dan wartakanlah Injil, cintailah sesama.

Pesan Injil yang terakhir adalah keberanian. Kita seharunya tidak boleh takut dalam mewartakan Inijl karena Roh Kudus selalu menyertai kita. Kita tidak boleh takut karena Injil itu hidup melalui kesaksian kita.

Ketika kita menjalankan pesan Injil, menjadikan itu nyata dalam hidup kita, kita sudah menjadi seperti para rasul yang mengusir roh-roh jahat. Kita menjadi pembawa damai ditengah kebencian, kebutaan akan harta, korupsi, dendam, perselishian dan lain sebagainya. Kita menyanjadi “penyembuh” luka-luka duniawi itu.

Maka, Mari kita setia menjadi anggota tubuh Kristus, Miskin dan Berani. Semoga Amores…

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

84 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
3
Suka
Bahagia Bahagia
3
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like