Komunitas Postulan Frater BHK Maumere dan Semangat Menggapai Spiritualitas Hati

Biara BHK Maumere
Para postulan frater BHK (Foto: Yuven Fernandez untuk Amorpost.com)

Komunitas Postulan Frater BHK Maumere dan Semangat Menggapai Spiritualitas Hati, Amorpost.com  – Pendekatan proses yang dijalankan selama periode 2012-2018 oleh formator adalah meramu paradigma pendampingan dan pembinaan melalui pedagogi reflektif dengan menekankan pola relasi ibu dan anak (formator dan formandi). Inspirasi dari pola relasi antara Maria dan Yesus.

Melalui cara ini memotivasi formandi untuk bertumbuh dan berkembang secara wajar dan integral sehingga formandi mampu menemukan nilai-nilai manusiawi dan Kristiani melalui tahapan proses.

Magister Postulan/Pimpinan Biara Komunitas Postulan Frater Bunda Hati Kudus (BHK), Frater Maria Paschalis, BHK, S.Pd mengemukakan hal tersebut saat diwawancarai Amorpost Maumere Di Rumah Postulat Frater BHK Jalan Kimang Buleng Maumere beberapa waktu lalu

Jebolan FKIP prodi Pendidikan Agama Katolik Sanata Dharma Jogyakarta tahun 2012 mengatakan dinamika perkembangan formandi tidak terlepas dari konteks formandi yang dapat diukur dan dievaluasi berdasarkan pengalaman hidup bersama, refleksi (jurnal pribadi), data hasil pemeriksaan psikologis, wawan hati,observasi lapangan,objek kerja rutin.

Frater Paschal
Frater Paschal (Foto: Yuven Fernandez untuk Amorpost.com)

“Semuanya ini sebagai sarana menghidupi nilai serta evaluasi dengan staf formator dengan tidak mengabaikan gerakan Roh Kudus sebagai formator utama yang berbicara dalam diri formadi melalui gerak batin seorang formator,” ujar ketua komisi Pendidikan dan Kesehatan Perhimpunan biarawan/ti Keuskupan Maumere ini.

Biarawan Frater BHK kelahiran Mudakaputu Flores Timur ini lebih lanjut mengatakan, pada tahap proses formator mengintegrasikan temuan-temuan berupa catatan-catatan khusus masing-masing formandi kemudian memilih metode yang tepat untuk melihat perkembangan kedewasaan formandi dan pertumbuhan hidup rohaninya.

“Formandi memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Latihan-latihan diberikan dan dipraktekkan langsung oleh formandi untuk menumbuhkan aspek-aspek kepribadian yang memungkinkan tumbuhnya nilai-nilai manusiawi dan kristiani. Berbagai cara digunakan oleh Formator untuk mengikuti dari saat ke saat gerak keberadaan formandi dengan demikian formator memiliki cukup data untuk mengintegrasikan materi dalam proses,” demikian kata Frater Paskal yang pernah bertugas Mengelola Kebun Emaus Weri Larantuka.

Menurut mantan Bendahara SMA sub perwakilan Surabaya inin,Efektifitasnya apostolic hidup bakti tidak tergantung pada efisiensi metode-metodenya.

“Hal ini tergantung pada keteladanan hidup sebagai Frater Bunda Hati Kudus. Pembinaan masa postulat dapat berjalan apabila ada yang akan dibina. Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus dari tahun-ke tahun tehitung sejak periode 2012-2018 memiliki cukup banyak orang muda yang dibina,”jelas alumni Sekolah Pertanian Pembangunan Santo Isidorus Boawae tahun 1999.

Frater Paskal juga mengakui pasang surut panggilan hidup membiara di berbagai kawasan dunia termasuk Indonesia juga dialami Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus. Langkah baru kongregasi demikian Frater Paskal, berdasarkan konstitusi Kongregasi pasal 108.

Dewan Provinsi menentukan pedoman orientasi para postulan pada kehidupan religious dalam kongregasi. Program-program yang telah dijalankan selama periode kepemimpinan 2012-2018 disesuaikan dengan apa yang sudah digariskan dalam buku pedoman pendidikan Dasar (postulat dan novisiat) tahun 2009.

Rumah postulant BHK Maumere
Rumah postulant BHK Maumere (Foto: Yuven Fernandez untuk Amorpost.com)

Profil Formandi, katanya, merupakan elemen penting yang dibutuhkan oleh Formator dalam keseluruhan proses pembinaan.

Profil formandi terdiri dari latar belakang keluarga,sejarah hidup sebelum kelahiran dan sesudah kelahiran,pohon keluarga, latar belakang pendidikan,sosial budaya,lingkungan sosial,ekonomi keluarga serta kepribadian formandi.

Formator, kata Paskal, juga melaksanakan pola kunjungan ke rumah orang tua formandi serta lingkungannya untuk mengambil data awal. Selain itu menjelaskan kongregasi,proses formasi kongregasi.

“Pola kunjungan keluarga ini memotivasi formator mewujudkan spiritualitas hati yang konkrit melalui kehadiran ditengah-tengah keluarga dan kampungnya formandi,” ujar Frater Paskal.

Baca: Daya Hidup – Opini P. John Lelan, SVD

Dengan cara ini, lanjutnya, dari tahun ke tahun formator mengalami betapa kuatnya persaudaraan antara keluarga formandi, formandi dengan formator, formandi dengan formandi sehingga menumbuhkan daya pikat mereka untuk masuk kongregasi Frater Bunda Hati Kudus.

Kiriman Yuven Fernandez (Maumere)


Amorpost.com saat ini tengah membuka lowongan kerja untuk posisi Staf Admin, Jurnalis dan Marketing. Silakan klik Baca selengkapnya >>>

Berita Terkait

Ini Anjuran Intensi Doa Selama Bulan Februari 2018 dari Paus Fransiskus

Steve Elu

Pater Gregor Neonbasu: Tuhan Terlibat dalam Kehidupan Kita termasuk Hal-Hal Kecil dan Sederhana

Debritho

Wao, Persaudaraan Itu Nyata

Adrian B.

Renungan Harian Katolik 7 Agustus 2017 (Mat. 14: 13-21)

Ladislaus Naisaban

Intensi Bapa Paus untuk Bulan Juni: Bagi Penggunaan Media Sosial yang Inklusive

Adrian B.

Gereja Katolik Afrika Selatan Merayakan Ulang Tahun Ke-200

Ladislaus Naisaban

Leave a Comment