Mari Belajar dari Kerendahan Hati Yohanes Pemandi – Renungan Harian Katolik 2 Januari 2018


Yohanes Pemandi
Yohanes Pemandi (Foto: JW.org)

Mari Belajar dari Kerendahan Hati Yohanes Pemandi – Renungan Harian Katolik 2 Januari 2018, Amorpost.com – Bacaan Yohanes 1:19-28

Di tengah jaman yang penuh kompetisi seperti sekarang ini, sangatlah sulit untuk menemukan orang yang rendah hati. Bahkan, mungkin telah ada keraguan bagi sebagian orang bahwa kerendahan hati sudah tidak relevan lagi pada jaman ini karena dianggap sebagai penghalang keberhasilan, sehingga “rendah hati” mulai ditinggalkan oleh mereka.

Keinginan sebagian besar orang untuk “menjadi seseorang” (to become someone) dan penolakan untuk menjadi “bukan siapa-siapa” diduga menjadi penyebabnya. Ada dorongan yang sangat kuat dalam diri setiap orang untuk menjadi penting, menjadi berarti dan mendapat pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Akibatnya, terjadi persaingan yang sangat ketat untuk menjadi penting dan berarti itu.

Kontras dengan keyakinan di atas, injil hari ini menampilkan sosok Yohanes Pemandi sebagai model kerendahan hati bagi setiap umat Katolik.

Seluruh ceritera injil hari ini tidak nampak kata kerendahan hati, tetapi ketika didesak oleh para pesuruh orang-orang Farisi, Karena mereka harus memerikan jawaban kepada para ahli taurat, maka dia menjawab: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” (Yoh. 1:23) selanjutnya ia menambahkan, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku.

Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” (yoh. 1:26-27). Kalimat-kalimat jawaban Yohanes Pemandi di atas mengandung makna kerendahan hati yang luar biasa. Sekiranya ia sombong, maka cukup mengatakan YA kepada para utusan itu dan orang akan berbondong-bondong kepada-Nya. Tetapi sekali lagi orang rendah seperti Yohanes tidak akan menipu.

Dia tahu diri dan tahu bagaimana menempatkan diri dalam hubungan dengan Tuhan. Mengapa orang-orang Katolik harus rendah hati? Karena dasar sikap rendah hati dalam pandangan Kristen adalah diri Kristus sendiri, mulai dari kerendahan dalam kelahiran-Nya di kandang domba, kerendahan dalam sikap sehari-hari di masa hidup-Nya hingga kerendahan dalam pengorbanan-Nya di Kayu Salib.

Lalu apa upah yang diterima oleh orang-orang Katolik yang merendahkan diri? Upah atau ganjaran yang akan diterima oleh setiap orang katolik yang memiliki sikap rendah hati ada dalam ayat-ayat kitab suci berikut ini:

  • “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Mat 23: 11-12).
  • “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu”. (Yak 4:10)
  • Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. (Amsal 29:23).
  • “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. (1 Petrus 5:5-6).
  • Kesombongan dapat menjauhkan diri dari Allah dan dari orang-orang lain. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar. (Lukas 18:1-4).
  • Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. (Matius 18:4).
  • Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Matius 23:12).

Menjadi rendah hati adalah perjuangan seumur hidup. Namun kita tidak perlu khawatir karena kita mempunyai Tuhan yang rendah hati dan yang berjanji menolong kita menjadi rendah hati seperti Dia.

Baca: Umat Kristen dan Muslim di Mosul Rayakan Natal Bersama Setelah 3 Tahun Dikuasai ISIS

Akhirnya, mari kita merenungkan perkataan Paus Fransiskus, yang dalam kunjungan pastoralnya di Swedia pada tanggal 1 November 2016, menasehati umat Katolik di sana dalam misa yang dihadiri sekitar 15 ribu orang dengan mengatakan bahwa “kerendahan hati adalah cara hidup dan bertindak yang membuat kita berada dekat dengan Yesus.”(LN)

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

119 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
1
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like