Menangkal Globalisasi Ketidakpedulian-Renungan Mingguan Katolik 5 November 2017


Menangkal Globalisasi Ketidakpedulian-Renungan Mingguan Katolik 5 November 2017, Amorpost.com-Dalam Injil hari ini Matius 23: 1-12, Yesus mendesak kita untuk tidak menjadi seperti ahli Taurat dan orang Farisi karena mereka tidak tulus dalam hidup mereka. Mereka berkhotbah tapi mereka tidak mempraktekkannya.

Mereka itu sangat ketat dalam menegakkan peraturan tanpa belaskasihan. Selanjutnya, mereka menikmati kehidupan mereka yang istimewa sedangkan orang-orang kecil terbebani oleh aturan-aturan tersebut.

Sikap seperti kaum Farisi dan orang-orang Farisi itu menjadi fenomena global saat ini. Hendaknya kita melihat kritikan Yesus terhadap kaum Farisi dan ahli-ahli taurat itu sebagai Self Critism atau penilaian pribadi.

Apakah kita cenderung menegakkan peraturan yang membebani orang lain tetapi kita sendiri tidak melaksannakannya? Apakah kita di keluarga, di Gereja, sekolah, perusahan dan pelayan masyarakat cenderung bersikap seperti kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat itu?

Sharing
Sharing (Foto: Adrian B-Vitu Crus Manila 2016)

Ketika kita berhenti dan benar-benar membuka hati kita kepada Yesus, kita dapat mengenali sekali lagi bahwa kita jauh dari sempurna. Tapi kabar baik bagi kita adalah bahwa Yesus tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita namun kerendahan hati dan pelayanan.

Yesus mengingatkan kita bahwa kita adalah saudara dan saudari, bagian dari keluarga manusia. Dia mendesak kita untuk berbelas kasih dan tidak membiarkan hidup kita teralihkan oleh kenikmatan duniawi.

Yesus mengundang kita semua, bahkan yang terbesar di antara kita, untuk menjadi pelayan. Kita mungkin merasa tidak nyaman saat menjadi pelayan.

Kita tidak ingin bersikap rendah hati dan kita ingin mengendalikannya dengan cara yang tidak dilakukan pelayan. Tapi bagaimana jika kita mengubah cara kita memikirkan jenis pelayanan yang Yesus kehendaki? Kita mengubah visi kita tentang kata pelayan sendiri dengan visi cinta.

Saya adalah pelayan suami saya: Saya melayani suami saya dengan mencintai dia lebih baik.
Orangtua dipanggil untuk melayani anak-anak mereka – untuk mencintai mereka.
Saya Pelayan di perusahaan-Karena saya mencintai customer

Kita bisa berkata kepada diri kita sendiri; Dalam hidupku hari ini, aku tidak lagi membesarkan anak-anak, tapi aku melayani / mencintai suamiku setiap hari sebisa mungkin.

Ketika kita berada di posisi terbaik, Yesus berada di pusat kehidupan dan pelayanan kita, dan aktivitas apa pun yang kita hadapi, adalah tentang melayani. Dengan demikian kita menjadi solider dengan mereka yang menderita.

Tujuan kita adalah menjadi pelayan bagi mereka yang menderita, berbagi rasa sakit ini dengan Yesus. Maka kita menangkal apa yang oleh paus Fransiskus sebagai globalisasi ketidakpedulian.

Amores, mari kita menangkal itu dengan melatih sikap rendah hati demi pelayanan terhadap sesama. Happy Sunday Amores…

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

42 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *