Mengenal Vikaris Apostolik Batavia III: A.C.Claessens, PR, yang membuka stasi Atapupu


Mengenal Vikaris Apostolik Batavia III, Amorpost.com-Mgr. A.C. Claessens adalah Vikaris Apostolik Batavia yang ketiga. Tanggal 16 Juni 1874 Pastor Claessens diangkat sebagai Vikaris Apostolik III Batavia. Mgr Claessens melihat suatu perubahan iklim yang besar di Nusantara. Tahun 1869 Terusan Zues dibuka dan dalam sepuluh tahun selanjutnya perusahaan-perusahaan pelayaran berkembang dengan cepat. Perkembangan ini juga turut mempengaruhi perkembangan umat Katolik di wilayah Vikariat Apostolik Batavia.

Salah satunya adalah dibukanya stasi Atapupu.  Tahun 1889 beliau mengundurkan diri sebagai Vikaris Batavia, dan Paus Leo XIII dengan keputusan tertanggal 23 Mei telah memberhentikan beliau dengan hormat. Para dokter menasihati beliau untuk tidak kembali ke Belanda.

Mgr. Claessens kemudian diterima untuk beristirahat di Pastoran keponakannya, Pastor M.J.D.Claessens, di mana ia melewatkan dua tahun terakhir kehidupannya. Tanggal 10 juli 1895 Vikaris Apostolik Batavia yang ketiga ini meninggal dalam usia 77 tahun, dan dua hari kemudian ia dimakamkan di Batavia.

Perkembangan tenaga Imam dan Stasi:

Selama menggembalakan umat di wilayah Nusantara yang sangat luas ini, telah datang ke tanah misi dua Imam projo, 57 Imam Yesuit dan 15 Bruder. Selama itu pula 18 misionaris yang terdiri dari 3 Imam projo dan 15 Yesuit, telah dimakamkan di persada Nusantara ini, sedangkan dua Imam projo dan delapan Yesuit kembali ke Belanda.

Ada 18 stasi yang didirikan selama ia mengendalikan misi Batavia, yakni 3 stasi di Jawa, 3 stasi di Sumatera, 2 di Kalimantan, 2 di Sulawesi dan dua di Timor (Atapupu dan Fialaran), satu Kepulauan Key, Sumba dan Seram. Sedangkan di Padang, Larantuka dan Maumere telah ditempatkan para suster.

Usaha Vikaris Apostolik Claessens untuk Timor:

Setelah selama beberapa tahun dikunjungi Pastor-Pastor Yesuit dari Larantuka, akhirnya Vikaris Apostolik Claessens menulis surat kepada gubernur Jenderal tertanggal 31 Januari 1881, yang meminta ijin untuk membuka sebuah stasi baru di Atapupu, yang akan melayani seluruh wilayah Timor yang dikuasai pemerintah Belanda.

Jawaban dari gubernur jenderal tiba pada tanggal 15 September 1881. Isi surat itu antara lain dikatakan bawa karena Gereja Protestan sudah aktif di Kupang dan tempat-tempat lain di Timor Barat tanpa batasan territorial apa pun, maka ijin hanya dapat diberikan pada wilayah tertentu di Timor Tengah, khususnya untuk Janilo dan Fialaran.

Dalam surat menyurat selanjutnya disinggung juga bahwa setiap misionaris yang mau tinggal secara permanen di Pulau Timor harus mengajukan permohonan untuk mendapat ijin kerja, ijin membuka stasi baru, dan permohonan untuk meninggalkan dinas pemerintahan dan tidak menerima gaji.

Tanggal 21 April 1883 P. Kraaijvanger SY mendapat ijin dari gubernur jenderal atas nama pemerintah Belanda di Batavia untuk membuka stasi Atapupu sebagai pusat pelayanan rohani bagi umat di Jenilo dan Fialaran.

Berdasarkan SK. Gubernur Jendral Batavia No.44, tertanggal 9 Januari 1883, maka ditempatkanlah seorang pastor dan Bruder di Atapupu. Tanggal 1 Agustus 1883, Stasi Atapupu secara resmi dibuka oleh P. Jakob Kraaijvanger SY dan Bruder Eduardus Vermeulen SY.

Hari itu merupakan hari bersejarah untuk gereja Timor Barat setelah lama ditinggalkan ketika Belanda mengambil alih wilayah Timor bagian barat dan tengah. Hari bersejarah juga karena setelah lama hanya dikunjungi, akhirnya orang Timor bagian tengah merasakan kehadiran Imam secara tetap di Atapupu.

Sebagai stasi baru di bawah gembalaan Vikaris Apostolis Batavia, P. Kraaijvanger terus berkoordinasi untuk menata stasi baru ini. P. Kraaijvanger memutar otak bagaimana menemukan tempat yang strategis untuk gereja dan rumah pastor.

Setelah melihat keliling akhirnya P. Kraaijvanger berhasil membeli satu-satunya rumah tembok di Atapupu dari seorang Cina dengan harga yang wajar. Tempat itu selanjutnya menjadi pusat misi di Timor.

Sebuah gereja dibangun di sana, yang kemudian dipakai pada hari raya Natal 1884. Bersamaan dengan gereja dibangun pula sebuah sekolah di situ. Pada awal pembukaan stasi Atapupu ini, P. Kraaijvanger dan Bruder Vermeulen ditemani oleh tujuh siswa dari Larantuka, kebanyakan dari mereka pulang ke Larantuka setelah enam bulan.

Tahun 1886 datanglah Bruder Petrus Been menggantikan Bruder Vermeulen yang pindah ke Maumere. Perkembangan gereja di Timor begitu cepat sehingga 3 tahun kemudian, tepatnya bulan Desember 1886, P. A de Kuijper SY dan Bruder Johanes Hansates SY datang dan membuka stasi LAHURUS sebagai stasi kedua di Timor.

Kemajuan misi gereja di Timor menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Stasi Atapupu sebagai stasi pertama di Timor memakan korban. Tanggal 19 April 1888, P. Kuijper meninggal dunia dan P. Leemker yang 1887 datang membantu Pastor Kuijper berangkat bulan November tahun itu juga ke Larantuka.

Tanggal 12 Oktober 1888, Bruder Been dari Atapupu pulang ke Eropa karena sakit. Bulan Desember tahun 1888,  P.  W. Voogel SY datang, dengan maksud mengisi lowongan dari P. de Kuijper; tetapi 14 Agustus 1889 dia harus pulang ke Eropa dari Atapupu karena sakit.

Penyakit Malaria ketika itu merupakan momok bagi para misionaris Eropa baik di Timor maupun di Flores. Pantai utara merupakan tempat yang subur bagi perkembangan nyamuk Malaria, penyebar penyakit maut yang waktu itu belum ditemukan obatnya.

Tahun 1889 Mgr. Claessens mengundurkan diri sebagai Vikaris Apostolik Batavia, dan Paus Leo XIII dengan keputusan tertanggal 23 Mei telah memberhentikan beliau dengan hormat. Bersamaan dengan itu diangkatlah pastor Walterus Staal SY, menjadi Vikaris Apostolis Batavia IV.

Semoga  tulang belulang dari P.Jakob Kraaijvanger SY dan P. Kuijper SY, yang tertanam dan menyatu dengan bumi Timor, menyuburkan iman umat Timor sehingga nama Tuhan Yesus terus dimuliakan.

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

94 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like