Menjadi Orang Beriman yang Bijaksana – Renungan Harian Katolik Minggu 12 November 2017


Renungan Harian Katolk
Renungan Harian Katolk (FotoL Pexels)

Menjadi Orang Beriman yang Bijaksana – Renungan Harian Katolik Minggu 12 November 2017, Amorpost.com – Bacaan: Matius 25: 1-13 & 1Tes 4: 13-18

Yesus mengemukakan kepada kita hari ini dua macam karakter umat beriman dalam menantikan kedatangan kembali Tuhan. Karakter pertama diwakili oleh lima gadis bodoh dan karakter kedua diwakili oleh lima gadis bijaksana.

Perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-¬gadis yang bodoh sudah ditafsirkan secara alegoris dalam banyak cara sejak gereja awal sampai dengan hari ini. Dalam beberapa penafsiran, Yesus adalah mempelai laki-laki dan sepuluh gadis adalah gereja.

Gereja terdiri atas orang-orang baik dan jahat, orang-orang terpilih dan penjahat, orang-orang bijaksana dan bodoh.

Pelita yang mereka bawa adalah perbuatan-perbuatan baik, karena orang¬-orang Kristen dinasihati untuk membiarkan perbuatan mereka bersinar di hadapan manusia. Minyak adalah kehadiran/ pengurapan Roh Kudus.

Seperti ketika Samuel mengurapi Daud dengan minyak, Roh Kudus turun ke atas dia. Pedagang minyak adalah Musa, para nabi, para hamba Tuhan yang selalu berseru-seru “bertobatlah”.

Dan seruan, “Mempelai datang!” adalah panggilan sangkakala Allah pada saat kedatangan Kristus. Roh Kudus yang berada di dalam gadis-gadis itu mencerminkan kualitas kesiapan mereka.

Walaupun Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan kita, adalah mungkin untuk dosa kita “memadamkan Roh Kudus” (1 Tesalonika 5:19) atau “mendukakan Roh Kudus” (Efesus 4:30).

Dosa selalu berdampak pada hubungan kita dengan Allah. Hal ini dapat kita bandingkan dengan kisah yang dialami Raja Saul. Roh Kudus mendiami Raja Saul, namun kemudian “meninggalkan” dia (1 Samuel 16:14). Dosa/ kejahatan kita yang dilakukan terus menerus dapat menghalangi persekutuan dengan Allah dan secara efektif memadamkan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita.

Itu sebabnya amatlah penting untuk mengakui dosa-dosa kita karena Allah “adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).

Berjaga-jaga agar kita tidak terjatuh dari dosa yang terus menerus dan senantiasa punya hubungan yang erat dengan Allah adalah tindakan “menyimpan minyak” agar pelita kita tetap menyala.

Sebagai orang Katolik kita dihimbau supaya hidup seperti kelima gadis bijaksana, yang membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Kita hendaknya hidup dengan pelita tetap bernyala dengan aktif berdoa di lingkungan, latihan koor, doa harian, kegiatan-kegiatan organisasi dan mencapai puncaknya dalam perayaan Ekatisti.

Doa, iman dan kesetiaan adalah pelita yang memberikan terang kepada orang lain. Jika kita terus menyalakan pelita kita, maka kita pun akan siap menyambut pengantin Yesus, pintu-nya pun akan terbuka otomatis dan kita boleh turut menikmati kebahagiaan surga.

Beberapa penafsir mengartikan minyak sebagai sukacita atau kasih, sementara penafsir yang lain melihatnya sebagai perbuatan baik atau membantu orang yang membutuhkan.

Penafsiran semacam ini menyebabkan kebingungan dan seringkali berakhir dengan ketidakmasuk-akalan. Ada juga penafsir lain yang mengartikan minyak sebagai kata-kata pengajaran [17].

Terlebih-lebih, sikap yang tidak mengenal belas kasihan dari gadis-gadis yang bijaksana terhadap kelima gadis yang memerlukan minyak dapat dipertanyakan. Dan jawaban yang bernada negatif – “Aku tidak mengenal kamu” – dari pengantin laki-laki membutuhkan evaluasi yang dikupas secara kritis.

Tetapi, meneruskan penafsiran¬-penafsiran alegoris dan menanyakan bagian-bagian yang rinci dari perumpamaan ini berlawanan dengan semangat pengajaran Yesus [18].

Di dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh, penafsir seharusnya tidak kehilangan hal¬-hal yang umum karena melihat hal-hal khusus yang menarik. Dia harus menemukan arti pokok dari perumpamaan ini.

Pesan utama dari perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh ditujukan kepada pengikut-pengikut Yesus.

Gadis-gadis bijaksana yang terus-menerus mencoba melakukan kehendak Bapa adalah mereka yang dengan sungguh-¬sungguh berdoa “Maranatha,” “Datanglah, Tuhan Yesus, datanglah dengan segera.” Roh Allah senantiasa hadir menerangi, mengobarkan dan memurnikan gadis-gadis bijaksana ini.

Tetapi gadis-gadis yang bodoh adalah mereka yang tidak memberikan perhatian kepada kedatangan Tuhan yang tiba¬tiba. Perumpamaan ini ditujukan kepada mereka untuk mendapatkan perkataan: Betapa bodohnya kamu ini! dari mulut mereka.

Perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis¬-gadis yang bodoh harus dilihat di dalam konteks yang luas dari pengajaran Yesus ten tang kedatangan-Nya kembali.

Pernyataan terakhir, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Matius 25:13) merupakan pengulangan dari ayat-ayat sebelumnya, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu” (Matius 24:36) dan “Karena itu berjaga¬-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Matius 24:42).

Yesuslah yang mengucapkan perkataan-Nya yang terkenal “Aku berkata kepadamu” (Matius 25:12), dengan demikian menunjukkan bahwa Dia berbicara tentang kedatangan-Nya kembali. Perkataan ini merupakan perkataan Yesus dan bukan perkataan mempelai Iaki-laki berumur belasan tahun.

Dengan menggunakan perumpamaan ini, dengan jelas Yesus mengajarkan kepada pengikut-pengikut-Nya untuk bersiap sedia menanti kedatangan-Nya.

Mereka yang tidak siap sedia tidak akan diperbolehkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga selamanya pada waktu Yesus datang kembali. Mereka adalah orang-orang yang mendengar Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Aku tidak mengenal kamu.”

Mereka adalah gadis-gadis bodoh yang menyingkirkan pemikiran-pemikiran tentang kedatangan Kristus dari gaya hidup mereka[19]. Bagi mereka hari kedatangan Tuhan akan datang dengan tidak diduga-duga sementara mereka benar-benar tidak siap sedia [20]. Maka akan menjadi sangat terlambat untuk memperbaiki jalan hidup seseorang. (LN)

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

226 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
1
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *