Pastor Paroki ini Larang Umatnya Berpakaian Minim dan Tak Sopan ke Gereja


Berpakaian Minim ke Gereja
Ilustrasi (Foto: Pexels.com)

Pastor Paroki ini Larang Umatnya Berpakaian Minim dan Tak Sopan ke Gereja, Amorpost.com – Pastor Stanley Aroh, pastor paroki Gereja Katolik St. Rita Mararaba, Nigeria mengambil kebijakan tegas bagi umat parokinya. Dia melarang umat St Rita untuk tidak berpakaian minim dan tak sopan saat datang ke Gereja mengikuti perayaan Misa Kudus.

Aroh memberikan pengumuman ini sebagai peringatan kepada umat. Menurut sang pastor, ini adalah resolusi Tahun Baru di paroki yang berada di wilayah negara bagian Nasarawa itu.

Dikutip dari The Nation Online Nigeria, Pastor Aroh berkomitmen untuk menegakkan aturan ini bersama umatnya. Menurut dia, rumah Tuhan bukan sebuah tempat pertemuan sosial yang mengungkapkan pakaian dan tubuh, melainkan tempat untuk menghormati Tuhan Yang Maha Kuasa dengan kerendahan hati dan kesopanan.

Pastor Aroh juga menegaskan bahwa berpakaian tak sopan saat ke Gereja tidak akan lagi ditoleransi di parokinya pada tahun 2018.

Sebagai langkah awal, dia bersama dewan paroki telah membentuk tim yang bertugas di depan gerbang Gereja. Tim ini yang akan mencegat setiap orang, baik pria dan wanita yang dinilai berpakaian tak sopan dan minim.

 

“Seharusnya tidak ada yang memakai celana legging, rok mini dan jenis pakaian lainnya yang harus dipamerkan ke gereja,” ujar Pastor Aroh.

Mereka yang berpakaian tak sopan itu, lanjut Pastor Aroh, akan diberi kain penutup. Selain itu juga akan diberi teguran dan jika masih melanggar akan diberi sanksi tegas.

 

Jane Okoye, salah satu umat paroki St Rita, memuji kebijakan Pastor Aroh. Menurut dia, banyak umat yang keberatan dengan kebijakan baru itu. Sikap seperti itu menunjukkan ketidakpedulian terhadap Tuhan.

Lebih jauh, kata Okoye, sebagai seorang Kristiani, yang tahu bahwa dia datang ke Gereja, tidak boleh mengenakan pakaian minim karena Gereja adalah tempat untuk berdoa, bukan klub malam.

Dalam pengamatan Okoye selama ini, dia tidak dapat memahami mengapa orang dengan keadaan pikiran yang benar harus berpakaian tidak sopan ke Gereja karena “tak beralasan”.

Dia juga mendesak umat untuk tidak saja menerapkan berpakaian sopan saat ke Gereja namun juga ke berbagai kegiatan lain di luar Gereja.

Baca juga: Ini 10 Nasihat Paus Fransiskus untuk Semua Pasangan di Seluruh Dunia. Baca dan Laksanakan!

“Tubuh kita adalah bait Allah sebagaimana ada dalam Alkitab, oleh karena itu, kita harus menghormatinya, dengan menutupinya dengan baik,” pungkas Okoye.

Bagaimana pendapat kamu tentang kebijakan Pastor Aroh ini? Adakah paroki di Indonesia yang sudah tegas menerapkan kebijakan ini? Silakan berikan pendapatmu dan silakan share. 

Sumber: The Nation Online Nigeria

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

15.2k shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
1
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
48
Suka
Bahagia Bahagia
13
Bahagia
Wow Wow
6
Wow

Comments 5

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Mungkin sebaiknx di bikin saja..misa moderen di gereja..juga..karena t4 lain mlh para pimpinan yg mendukung..untuk..pembaruan seperti itu..jdi kita yg mau ikut aturan..kita bisa pilih misa..sesuai aturan

  2. saya umat Paroki ST. Stefanus Malinau sangat stuju atas pernyataan Romo tersebut dan kita sebagi umat harus menyadari isi Kitab Suci yang menjelaskan jika matamu berbuat dosa cunkilah dan jika tanganmu berbuat dosa potonglah lebih baik angota tubuhmu tidak sempurna masuk kedalam kerajaan surga ketimbang ada anggota tubuhmu menyesatkan anda masuk kedalam kerajaan surga. Dan alangkah indahnya Bait Allahmu dengan sempurna dan wajar dihadapan Allah ketika berpesta pengorbanan keristu atas dosa asal Adam dan hawa kepada Tuhan salam damai kristus

You may also like