Vatikan baru-baru ini mengeluarkan dekrit penting yang menegaskan kembali prinsip fundamental tentang perkawinan dalam tradisi Katolik. Dokumen resmi yang berjudul “One Flesh : In Praise of Monogamy” ini diterbitkan oleh Dikasteri untuk Ajaran Iman pada pertengahan November 2024, memberikan panduan tegas kepada seluruh umat Katolik di dunia.
Dekrit tersebut menekankan bahwa ikatan pernikahan harus melibatkan dua individu yang berkomitmen secara timbal balik seumur hidup. Gereja menolak tegas praktik poligami, perzinahan, dan poliamori, yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani fundamental.
Prinsip monogami dalam ajaran Katolik modern
Dokumen Vatikan menyatakan bahwa hanya monogami yang dapat menjamin perkembangan seksualitas dalam kerangka pengakuan terhadap pasangan sebagai subjek yang berbagi kehidupan secara utuh. Persatuan seksual yang melibatkan seluruh pribadi hanya dapat memperlakukan pasangan sebagai pribadi ketika berkembang dalam konteks kepemilikan yang unik dan eksklusif.
Gereja berpendapat bahwa intensitas hubungan sejati tidak dapat ditemukan dalam pergantian pasangan. Sebaliknya, komitmen eksklusif antara dua orang menciptakan fondasi yang kokoh untuk hubungan yang bermakna dan berkelanjutan.
| Aspek | Posisi Gereja Katolik |
|---|---|
| Jumlah pasangan | Dua individu saja |
| Durasi komitmen | Seumur hidup |
| Sifat hubungan | Eksklusif dan timbal balik |
| Tujuan pernikahan | Persatuan dan prokreasi |
Dekrit ini juga menegaskan bahwa pertahanan monogami adalah pertahanan terhadap martabat perempuan. Kesatuan pernikahan mengimplikasikan pilihan bebas dari pihak perempuan, yang memiliki hak untuk menuntut timbal balik eksklusif dalam hubungan tersebut.
Tantangan pastoral di berbagai wilayah dunia
Panduan terbaru ini muncul sebagai respons terhadap pertanyaan konkret dari para uskup di Afrika, di mana beberapa komunitas masih mempraktikkan poligami. Paus Leo XIV menyayangkan bahwa berbagai nilai modern sering kali bertentangan dengan ajaran fundamental Kekristenan.
Sister Esther Lucas Jose Maria, anggota Daughters of Charity dari Mozambik, mengungkapkan kebutuhan akan bimbingan pastoral yang jelas. Banyak orang yang hidup dalam situasi poligami datang meminta pembaptisan atau sakramen lainnya, dan para pastor sering kali kesulitan memberikan jawaban yang tepat.
Dokumen Vatikan mengidentifikasi beberapa masalah yang muncul dari :
- Pengejaran seks yang berlebihan dan tidak terkendali
- Penyangkalan tujuan prokreatif dari hubungan seksual
- Penerimaan sosial dan legal terhadap hubungan non-monogami di beberapa wilayah
- Meningkatnya praktik poliamori di negara-negara Barat
Implikasi global untuk 1,4 miliar umat Katolik
Dekrit ini berlaku untuk seluruh umat Katolik di dunia, yang menurut Kantor Pusat Statistik Gereja Vatikan berjumlah 1,4 miliar jiwa. Panduan doktrinal ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai materi studi dan formasi bagi klerus dan komunitas Katolik, memperkuat sifat eksklusif pernikahan.
Gereja menekankan bahwa mereka yang memberikan diri sepenuhnya kepada pasangan hanya dapat berjumlah dua orang. Persatuan pernikahan menciptakan kerangka di mana pasangan diakui sebagai subjek yang merupakan tujuan dalam dirinya sendiri, bukan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
Dokumen ini memberikan arahan yang jelas kepada seluruh anggota Gereja global dan merespons realitas pastoral baru, terutama bagi mereka yang berpindah ke Katolik dari latar belakang yang berbeda. Para uskup, imam, dan umat awam di seluruh dunia kini memiliki pedoman resmi untuk menangani situasi yang melibatkan hubungan poligami dan non-monogami.
- Misa Rorate Caeli kuno bangkit kembali di National Shrine saat Adven - 14 Desember 2025
- Paus Leo perbarui aturan pernikahan untuk 1,4 miliar umat Katolik - 30 November 2025
- Memperkenalkan The Fourth Watch : buletin tentang Katolisisme - 24 November 2025




