Pengembangan Tata Kelola Lembaga Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Jakarta


VIKJEN Keuskupan Agung Jakarta, Romo Samuel Pangestu (Foto: Amorpost.com/Ladislaus Naisaban)

Pengembangan Tata Kelola Lembaga Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Jakarta, Amorpost.com – Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Jakarta ( MPK KAJ) mengadakan lokakarya dua hari satu malam di MSC Gadog Megamendung untuk semua Lembaga Pendidikan Katolik atau Yayasan Pendidikan Katolik di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Lokakarya ini dibuka oleh VIKJEN Keuskupan Agung Jakarta: Rm. Samuel Pangestu Pr, sekaligus menjadi keynote speaker lokakarya ini.

Dalam ceramahnya Rm. Samuel mengatakan bahwa LPK -LPK di KAJ harus terus berubah mengikuti perkembangan zaman dan jangan hidup dalam eforia kemajuan pendidikan Katolik masa lalu. Kalau LPK-LPK Katolik KAJ tidak berubah maka akan ditinggalkan murid dan gedung-gedung sekolah akan kosong.

Hal ini sudah terjadi dengan berkurangnya jumlah murid setiap tahun di sekolah-sekolah Katolik dalam wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Fenomena ini bukan hanya melanda dunia pendidikan tetapi juga melanda bidang kehidupan lain. Mal-mal besar sekarang mulai kosong karena orang beralih ke dunia online, ritel-ritel pun gulung tikar karena kemajuan perdagangan online.

Sekolah- sekolah juga bisa kosong karena adanya sekolah online. Bila LPK-LPK KAJ tidak berubah mengikuti kebutuhan masyarakat maka sekolah-sekolah Katolik pun akan mengalami ketiadaan murid.

Para peserta lokakarya (Foto: Amorpost.com/Ladislaus Naisaban)

Mengapa harus berubah? Dasarnya adalah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Kita harus hidup dalam suasana kebangkitan yang membawa harapan baru bagi masyarakat zaman now.

Sekolah-sekolah Katolik pun harus hidup zaman now, menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman dalam isi, proses dan sistem penilaian kurikulumnya.

Sebagai kesimpulan akhir dari ceramahnya Rm. Samuel menyampaan beberapa permintaan antara lain:
1. LPK KAJ harus dapat bekerja sama, saling membantu dan bukan saling membunuh
2. Ikut gerakan hijau yg telah dicanangkan KAJ
3. Memperhatikan kesejahteraan guru

Akhir mari menghidupi menjalani pendidikan Katolik di KAJ dalam 5B yaitu Berubah, Bersatu, Bersinergi, Bela rasa, dan Bekerjasama.

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

54 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 1

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like