Santo Sabas, Abbas dan Pejuang Kemanusiaan di Palestina


Kisah kehidupan Santo Sabas
Santo Sabas (Foto: Catholic.org)

Santo Sabas, Abbas dan Pejuang Kemanusiaan di Palestina, Amorpost.com – Sabas lahir pada tahun 439 di Mutalaska, Kapadokia, dekat Kaisarea. Dia adalah anak dari seorang perwira militer yang ditugaskan di Aleksandria.

Setelah sang ayah wafat, Sabas diasuh pamannya. Dia kemudian tinggal dengan paman lainnya. Hal ini kmeudian membuat kedua pamannya berselesih untuk mendapatkan tanah warisan Sabas.

Sabas yang baru berumur 8 tahun itu kemudian pergi ke sebuah biara di Mutalaska. Saat paman-pamannya sudah berdamai dan menginginkan dia menikah, Sabas menolak dan tetap ingin di biara.

Tahun 456 Sabas pergi ke Yerusalem dan masuk di sebuah biara yang dipimpin Santo Theoctistus. Saat usia 30 tahun, Sabas memilih menjadi pertapa dibawah bimbingan Santo Eutimos Agung.

Setelah sang guru pembimbingnya meninggal, Sabas memilih menghabiskan 4 tahun lamanya di sebuah padang gurun dekat Yerikho.

Sesudah lama bertapa, Sabas kemudian mendirikan Laura Mar Saba (sebuah tempat pertapaan) yang berada di antara Yerusalem dan Laut Mati. Laura ini idhuni banyak rahib yang menjani pertapaan secara terpisah di sekitar gereja.

Laura Mar Saba
Laura Mar Saba (Foto: thepocketscroll.wordpress.com)

Sabas akhirnya ditahbiskan menjadi imam pada tahun 491 setelah banyak rekan rahib menuntut kehadiran seorang imam sebagai abbas bagi mereka.

Tiga tahun kemudian, tepat tahun 494, Sabas diangkat menjadi pemimpin tertinggi semua biara di Palestina. Bertindak sebagai pemimpin membuat Sabas punya banyak tanggung jawab.

Dia tak segan menegur kaisar langsung di istana. Sabas menilai kaisar mengembangkan ajaran sesat di Kekaisaran Konstantinopel. Sabas dengan penuh semangat membela ajaran Konsili Kalsedon.

Sabas juga menentang Kaisar untuk mengurangi penganiayaannya terhadap para uskup ortodoks dan religius. Dia berjuang melindungi umat Kristiani di sana melalui dialog damai.

Selain itu, Sabas juga membangun beberapa rumah sakit dan sebuah biara lain di dekat Yerikho. Dia jatuh sakit setelah kembali ke laura dari perjalanan ini dan meninggal pada tanggal 5 Desember 532 di Laura Mar Saba. Sabas meninggal pada usia 94 tahun.

Sabas adalah salah satu tokoh monastisme awal yang paling menonjol dan dianggap salah satu pendiri monastisisme* Timur.

Laura yang didirikannya dijuluki the Great Laura karena keunggulannya mampu menghasilkan banyak orang kudus hebat. Tempat ini masih dihuni oleh para biarawan Gereja Ortodoks Timur dan merupakan satu dari tiga atau empat biara tertua di dunia. Pesta Santo Sabas diperingati setiap 5 Desember.


Santo Sabas

Peringatan: 5 Desember
Lahir : 439
Wafat: 532


Catatan:

Monastisisme adalah sebuah praktik keagamaan di mana seseorang menyangkali tujuan-tujuan duniawi dengan maksud agar dapat membaktikan hidupnya semata-mata bagi karya rohani.

Kata abbas, yang berarti bapak, adalah sebuah gelar yang diberikan kepada pimpinan sebuah biara dalam agama Kristen. Abbas juga dapat menjadi gelar kehormatan yang dianugerahkan kepada rohaniwan yang bukan seorang kepala biara.

Sumber: Iman Katolik & Catholic.org

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

115 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
1
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like