Syukur HUT Kelahiran Ke-89 dan Imamat ke-60 Tahun, Mgr Antonius Pain Ratu, SVD


Uskup Anton Pain Ratu SVD
Mgr Anton Pain Ratu SVD (Foto: Romo Filto Bowe)

Syukur HUT Kelahiran Ke-89 dan Imamat ke-60 Tahun, Mgr Antonius Pain Ratu, SVD, Amorpost.com – Uskup Emeritus Atambua Mgr Antonius Pain Ratu, SVD merayakan syukur ulang tahun kelahirannya yang ke-89 dan Imamatnya yang ke-60 tahun di Gereja Sta. Maria Imakulata Katedral Atambua, Selasa (2/1/2018).

Perayaan yang dipimpin langsung oleh sang Yubilaris ini bertemakan : “Ecce Venio!” – “Sungguh, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, Ya Allahku!” (Ibr 10:7). Tema perayaan ini merupakan Motto dari Yubilaris sendiri ketika ia ditahbiskan menjadi Imam pada 15 Januari 1958.

Ribuan umat Allah Keuskupan Atambua mengikuti perayaan syukur ini. Nampak mereka memadati gedung GerejKatedral Atambua. Turut hadir pula dalam perayaan syukur ini, Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, PR, Pater Provinsial SVD Timor, Pater Vikjen Atambua dan ratusan Imam, biarawan/ti.

Perayaan ini sendiri merupakan inisiatif dari Gereja Keuskupan Atambua sebagai sebuah bentuk penghargaan Keuskupan bagi Mgr Anton atas jasa-jasanya menggembalakan umat Allah Keuskupan Atambua selama puluhan tahun.

Mgr Anton Pain Ratu
Mgr Anton Pain Ratu merayakan syukur bersama para romo dan umat (Foto: Romo Filto Bowe)

Gereja Katolik Keuskupan Atambua menyadari bahwa sang Yubilaris telah menyerahkan diri secara total pada kehendak Tuhan dengan setia, taat dan pasrah melaksanakan semuanya hingga saat ini dengan sukacita.

Kisah perjalanan hidup dan panggilan sang Yubilaris penuh perjuangan hingga berusia Imamat ke-60 dipandang sebagai kelimpahan kasih dan rahmat Allah yang patut disyukuri.
Satu pemandangan menarik terjadi dalam misa ini. Walau sudah berusia 89 tahun, Uskup Anton masih kuat mempimpin perayaan ekaristi sampai selesai. Bahkan dalam pengantar ia sempat menelontarkan kata-kata guyonan.

“Saya ini masih kuat, karena saya dulu hanya makan jagung bose. Saya punya gigi ini tidak pernah sakit, bahkan semuanya masih utuh”, ungkap Uskup Anton disambut gelak tawa dan tepuk tangan semua yang hadir.

Hal senada disampaikan juga oleh P. Vincentius Wun, SVD selaku Vikjen yang membawakan kotbah misa. “Dulu waktu kami masih kecil, rumah kami di Niki-Niki itu merupakan rumah persinggahan bagi para pastor, biarawan-biarawati. Termasuk juga Pater Anton Pain Ratu. Beliau selalu singgah di rumah saat mau ke Kupang atau kembali ke Atambua. Dan beliau paling suka makan jagung bose”, tutur Pater Vincent.

Perayaan Ekaristi berjalan sangat meriah. Umat Paroki Haliwen yang dipercaya sebagai kor menyanyikan lagu-lagu dengan sangat syahdu. Umat benar-benar diantar pada suasana liturgi yang kyusuk. Bahkan umat semakin tertegun, ketika mendengar sharing iman dari sang Yubilaris.

Mgr Anton Pain Ratu HUT
Para imam Atambua yang ikut dalam Misa syukur (Foto: Romo Filto Bowe)

Hal yang membuat ribuan pasang mata terbelalak adalah ketika sang Yubilaris mengatakan bahwa ia justru lebih banyak belajar dari umat, ketimbang ia mengajari umat.

“Dulu saya masih sebagai pastor muda dan juga sebagai uskup Atambua, saya sering berjalan mengunjungi paroki-paroki dan rumah-rumah umat. Dalam setiap kunjungan, biasanya saya disuguhkan sirih pinang dan lain-lainya. Menariknya, melalui media sederhana itu saya bisa membangun keakraban dengan mereka. Bahkan berkat kunjungan saya itu, mereka yang awalnya malas ke gereja, memjadi semakin rajin. Pengalaman ini menunjukkan kalau saya lebih banyak belajar dari Umat, ketimbang saya mengajari mereka”, ujar Mgr Anton mengenang.

Apresiasi Mgr Domi Saku

Dalam sambutannya, Uskup Domi Saku memberikan ucapan selamat dan apresiasi positif kepada Uskup Anton atas pencapainnya dalam usia hidup ke-89 dan usia Imamat ke-60.

“Tidak gampang memberikan sambutan kepada orang yang hidup dalam lima Periode kehidupan. Bapak Uskup Anton ini hidup mulai dari jaman pra-kemerdekaan, kemerdekaan, orde lama, orde baru dan Reformasi. Hal pertama yang mau saya katakan adalah bahwa rahmat yang besar biasanya berkarya melalui hal-hal yang sederhana”, ungkap Uskup Domi.

Mgr Domi Saku mengenakan cincin di jari Mgr Anton Pain Ratu SVD
Mgr Domi Saku mengenakan cincin di jari Mgr Anton Pain Ratu SVD (Foto: Romo Filto Bowe)

Katanya lagi, saya tidak habis pikir, bagaimana dulu Uskup Anton harus mengendarai sepeda motor pergi berpastoral di Naekake. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana beliau pergi memberikan pelayanan.
“Beliau menjelajah paroki-paroki tanpa batas. TTS waktu itu belum ada Paroki. Beliau harus memberikan pelayanan sampai Kupang dan bahkan Rote. Perjalanan yang melelahkan, tapi dilakukan dengan gembira oleh beliau”.

“Sebagai Uskup, beliau berada dalam masa peralihan yang mengesankan. Kita bersyukur karena beliau dianugerahi pengalaman yang mengasah kemampunnya dalam mengembalakan Gereja. Ini satu kekayaan yang luar biasa. Maka kita patut berterimakasih kepada beliau untuk semua jasa baiknya bagi gereja keuskupan Atambua ini”, urai Uskup Domi.

Mengakhiri sambutannya, Uskup Domi mengundang Uskup Anton dan menyematkan sebuah hadiah cincin di jari manis Uskup Anton. Aplaus meriah mengiringi pemberian hadiah tersebut.

Perayaan Ekaristi syukur ini akhirnya ditutup dalam satu rumusan doa berkat mulia dari Sang Yubilaris. Sesudahnya, Yubilaris bersama semua umat yang hadir mengadakan makan siang bersama di Aula Susteran SSpS Atambua.

*Penulis adalah imam Dioses Atambua

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

612 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
2
Suka
Bahagia Bahagia
1
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like