Tentang Penggunaan Mantilla oleh Perempuan Katolik, Simak Penjelasannnya di Sini!


Tentang Penggunaan Mantilla oleh Perempuan Katolik, Simak Penjelasannnya di Sini! Amorpost.com – Fenomena penggunaan Mantilla di kalangan umat Katolik Indonesia kian marak. Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Semarang, Pontianak, dan Medan, praktik penggunaan mantilla ini kian meluas.

Mantilla adalah tudung atau kerudung yang biasa dipakai perempuan Katolik saat perayaan Ekaristi atau upacara liturgi lain. Di masa lalu, mantilla digunakan oleh perempuan Katolik saat merayakan Ekaristi atau berdoa, untuk menghormati Yesus yang mengurbankan diri demi keselamatan umat manusia.

Tapi dalam perkembangan selanjutnya, praktik penggunaan mantilla dalam Ekaristi mulai pudar dalam Gereja Katolik. Ketika sebagian umat Katolik kembali menghidupkan lagi penggunakan busana liturgi tersebut, banyak di antara umat Katolik yang merasa aneh dan menganggapnya sesuatu yang baru.

Berikut ini adalah sejumlah penjelasan mengenai mantilla.

Pernah diatur dalam hukum Gereja

Penggunaan mantilla pernah diwajibkan dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1262. Tapi dalam perkembangan selanjutnya, terutama dijiwai oleh semangat pembaruan yang digaungkan oleh Konsili Vatikan II, dalam KHK yang dipegang oleh umat Katolik sekarang tidak dicantumkan lagi aturan tentang mantilla.

Praktik penggunaan mantilla oleh perempuan Katolik
Praktik penggunaan mantilla oleh perempuan Katolik (Foto: Instagram.com/nov3salammaria)

Gereja tidak mengatur, tapi juga tidak melarang

Benar bahwa Gereja Katolik tidak mengatur lagi tentang pemakaian mantilla dalam aturan tertulis. Tapi, Gereja Katolik juga tidak melarang anggota Gereja, khususnya kaum perempuan, untuk mengenakan mantilla saat menghadiri perayaan Ekaristi atau berdoa.

Dasar Kitab Suci

Umat yang memegang tradisi pemakaian mantilla merujuk surat pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus, 11: 4-10 sebagai dasar ajaran tentang mantilla. Dalam perikop tersebut dijelaskan bahwa dalam hal berdoa, dalam upacara liturgi, hendaknya berpakaian sesuai dengan budaya yang baik, yang berlaku pada masa itu, di mana perempuan hendaknya menggunakan tudung kepala sebagai tanda ketaatan kepada Sang Kepala, yakni Kristus.

Simbol kesucian dan ketaatan

Mantilla adalah simbol kesucian dan ketaatan. Kesucian diartikan sebagai kemurnian, kesederhanaan, atau kerendahan hati. Dalam konteks liturgi, mantilla menjadi simbol kesucian, kemurnian. Dalam tradisi Gereja Barat penggunaan mantilla masih terus dipraktikan hingga hari ini.

Mantilla hanya simbol

Mantilla hanya simbol atau salah satu busana liturgi. Karena itu, simbol tersebut harus juga tercermin dalam ucapan dan tindakan, dalam membangun persaudaraan sejati antarsesama. Itulah mantilla yang sesungguhnya. Ketika simbol hanya menjadi simbol dan tidak berbicara dalam hidup, maka ia menjadi simbol yang mati.

Inilah sejumlah penjelasan tentang penggunaan mantilla dalam Gereja Katolik. Di Jakarta, gerakan pemakaian mantilla dihidupkan melalui media sosial seperti yang dilakukan oleh akun @nov3salammaria dan @katolik101.

Silakan BACA dan SHARE agar informasi ini diketahui oleh sesama umat Katolik.

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

894 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
40
Suka
Bahagia Bahagia
8
Bahagia
Wow Wow
6
Wow

Comments 1

Your email address will not be published. Required fields are marked *