Tips Sukses dari Teddy P. Rachmat untuk Yayasan Pendidikan Katolik Indonesia


Teddy P Rachmat
Teddy P Rachmat (Foto: dream.co.id)

Tips Sukses dari Teddy P. Rachmat untuk Yayasan Pendidikan Katolik Indonesia, Amorpost.com – Dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh MPK KAJ untuk Lembaga Pendidikan Katolik (LPK) sekeuskupan Agung Jakarta dari tanggal 28-29 November 2017, panitia mengundang entrepreneur ulung Indonesia Theodore Permadi Rachmat (atau dikenal dengan pak Teddy Rachmat) untuk sharing pengalaman suksesnya membangun berbagai macam bisnis yang telah dan sedang ia geluti.

Pebisnis sukses ini dikenal sebagai salah satu sosok perintis imperium kebesaran Astra Internasional dan juga membesut kedigjayaan Adira Finance, United Tractors, Adaro Energy dan Triputra.

Orang tua berumur 74 tahun ini mengenang masa pendidikannya di Bandung sebagai masa yang sangat menentukan karakter suksesnya di kemudian hari. Ia menyelesaikan pendidikan Dasar dan Menengahnya di sekolah Aloysius Bandung bersama bruder-bruder Belanda. Para Bruder Belanda ini mengajarkan dia tiga hal penting: Etika, Intelek dan Estetika.

Alumni ITB yang malang melintang membangun Astra hingga menjadi perusahaan kelas dunia yang diperhitungkan secara internasional ini menghimbau para pemimpin Yayasan untuk selalu berubah, karena perubahan itu harus mulai dari Yayasan, kemudian kepala sekolah, para guru, para murid dan orang tua.

Kalau yayasan tidak berubah menyesuaikan diri dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat, maka jangan mengharapkan terjadi perubahan di level bawah yaitu sekolah.

Bagaimana supaya suatu perusahaan atau sekolah itu sukses, ada tiga tips yang diberikan Teddy Rachmat yakni:

Mindset yang benar

Mindset adalah pola pikir atau kebiasaan berpikir seseorang. Kebiasaan ini adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga secara otomatis terjadi.

Para pengurus yayasan harus memiliki mindset tidak mau kalah, mau berubah mengikuti perkembangan dan tuntutan masyarakat, memiliki kemauan keras untuk selalu berjuang demi kemajuan sekolah. Mindset ini harus menjadi inner drive yang mengendalikan peri laku hidup setiap hari.

Pilih kepala sekolah yang the best

Kepala sekolah menentukan kesuksesan sebuah sekolah. Dia adalah pengendali yang bisa menghantar sekolah itu sukses atau tidak. Ia harus mampu mengendalikan semua warga sekolah dan membawa mereka ke visi dan misi yang mau dicapai.

Kepala sekolah dapat membimbing semua guru dan muridnya untuk membentuk bens marking. Karena itu Yayasan perlu memilih kepala sekolah yang memiliki kualitas terbaik, yang all out bagi kemajuan sekolah itu.

Benchmarking

Sekolah perlu mencari produk unggulan yang dapat dijual, yang membuat nama sekolah itu terkenal. Yayasan dan kepala sekolah perlu mencari peluang yang belum dikelolah oleh sekolah-sekolah lain. Sekolah anda harus menjual yang berbeda dengan sekolah lain, menjual sesuatu yang unik, yang tidak ada di sekolah lain.

Sebagai penutup pak Teddy mengutip bacaan injil Minggu itu tentang Talenta, bahwa setiap orang diberi tanggung jawab oleh Tuhan untuk mengembangkan talenta yang telah diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan.

Pengurus Yayasan juga memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan talenta itu, karena anda semua telah dipanggil untuk bertanggungjawab kepada perkembangan pendidikan yang telah anda buka dan pimpin. Anda berdosa kalau tidak menggunakan wewenang yang telah diberikan untuk mengembangkan sekolah dengan baik.

Catatan akhir:

Theodore Permadi Rachmat adalah salah satu entrepreneur ulung Indonesia yang lahir pada tanggal 15 Desember 1943. Majalah Forbes mencatatkan namanya sebagai salah satu dari 1.645 pemilik kekayaan diatas 1 miliar dollar AS untuk tahun 2014. Ia berada di peringkat 973 dalam daftar tahunan Forbes dengan capaian nilai harta sebesar 185 miliar dollar AS.

Pebisnis sukses ini dikenal sebagai salah satu sosok perintis imperium kebesaran Astra Internasional dan juga membesut kedigjayaan Adira Finance, United Tractors, Adaro Energy dan Triputra.

Ia juga telah melahirkan dan mencetak generasi entrepreneur sukses yang mewarnai kancah bisnis tanah air. Ia juga telah memberikan kontribusi yang penting dalam proses pembangungan perekonomian dan penguatan kehidupan sosial di tingkat nasional.

Selain kesibukannya di dinia bisnis, ia juga mengembangkan sikap Welas Asih dan Falsafah Sungai. Ia percaya bahwa supaya bisnisnya diberkati, maka semakin banyak yang didapat semakin banyak pula yang harus disumbangkan kembali. Karena itu sekarang ia sedang membiaya 10.000 mahasiswa S1 dan 10.000 anak yatim piatu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Pengembangan Tata Kelola Lembaga Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Jakarta

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

59 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
1
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like