Yesus Adalah Bait Allah yang Baru – Renungan Harian Katolik Kamis 9 November 2017


Yesus Kristus
Foto ilustrasi dari LDS

Yesus Adalah Bait Allah yang Baru – Renungan Harian Katolik Kamis 9 November 2017, Amorpost.com – Bacaan: Yohanes 2: 13-22

Di beberapa Gereja di Jakarta, biasanya pada hari Minggu atau hari-hari raya besar ada pedagang kaki lima yang juga menjual beberapa kebutuhan makanan ringan untuk umat yang ingin sarapan atau makan-makan.

Di paroki saya St. Monika Serpong, ada juga demikian tetapi orang-orang itu berjualan di luar halaman gereja, sehingga tidak mengganggu kehikmatan perayaan. Praktek ini juga ada di berbagai pelosok tanah air.

Di Timor misalnya, ada umat yang jualan seperti ini pada hari Minggu, tetapi karena yang jualan itu semuanya umat Katolik maka kegiatan jualan baru di buka setelah misa ke dua.

Selama misa umat yang jualan juga ikut berpartisipasi dalam doa dan misa bersama, dan kegiatan jualan baru terjadi setelah misa.

Kegiatan jualan di seputar rumah ibadat sudah terjadi sejak zaman Yesus. Orang-orang Yahudi berjualan sekitar bait Allah untuk kebutuhan ibadat di bait Allah.

Praktek perdagangan ini dilandasi oleh upaya untuk membuat ibadah menjadi lebih nyaman, tetapi Yesus melihat bahwa sudah ada penyimpangan dari maksud baik tersebut.

Orang-orang non-Yahudi hanya boleh beribadah di area tertentu, sedangkan area itu atau di sekitar area itu mungkin sudah digunakan sebagai tempat berjualan sehingga menganggu ibadah mereka (Mrk 11:17).

Injil-injil Sinoptik juga menyoroti kebobrokan dan kejahatan dalam perdagangan itu. Mereka mencatat teguran Yesus kepada para penjual yang telah menjadikan bait Allah sebagai sarang penyamun (Mat 21:13//Mrk 11:17//Luk 19:46).

Maka Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir para pedagang bait suci. Apa kiranya alasan dibalik tindakan Yesus ini? Atau apa pesan yang kiranya dapat kita petik dari peristiwa injil hari ini?

Pertama, Absennya sikap hormat dan cinta terhadap rumah Bapa di antara orang Yahudi (ayat 17). Injil Yohanes mencatat ingatan para murid Tuhan Yesus tentang Mazmur 69:10 “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh 2:17).

Maksud dari kutipan mazmur ini mau menjelaskan sikap hormat dan cinta Yesus terhadap rumah bapa, yang berbanding terbalik dengan para pedagang – sebagai perwakilan bangsa Yahudi yang telah kehilangan sikap hormat dan cinta itu.

Mereka sekadar memanfaatkan momen itu untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, sehingga dengan demikian layak disebut sebagai para penyamun!

Para pedagang tampak sibuk membantu penyelenggaraan ibadah di bait Allah, tetapi mereka tidak memiliki kasih kepada Bapa. Mereka bukan datang untuk beribadat tetapi untuk berdagang dan mencari keuntungan.

Kedua, ada bait Allah yang baru dan sejati (ayat 21-22). Dalam bagian ini Yesus mengajarkan bahwa tubuh-Nya adalah bait Allah. Kebangkitan-Nya membuka ibadah yang baru, yang merestorasi ibadah yang lama di bait Allah Yerusalem.

Walaupun ide bahwa Yesus adalah bait Allah baru secara eksplisit diungkapkan di sini, tetapi sebelumnya sudah ada indikasi ke arah sana.

Pasal 1:14 secara hurufiah berbunyi: “Dan Firman itu menjadi daging dan bertabernakel di tengah-tengah kita” (skēnoō, bdk. Why 7:15; 13:6; 21:3).

Nanti di pasal 4:23-24 Ia mengajarkan kepada perempuan Samaria bahwa penyembahan yang benar adalah di dalam roh (tidak terikat oleh tempat tertentu) dan di dalam kebenaran (Yesus adalah kebenaran, 14:6).

Dalam tulisannya yang lain, Yohanes menggambarkan bahwa di surga kelak juga tidak ada bait Allah lagi. Allah dan Anak Domba yang jadi bait-Nya (Why 21:22).

Virus orang Yahudi juga masih hidup di antara kita. Kita sering sibuk dengan berbagai kegiatan gereja, tetapi tidak memiliki kasih yang sejati kepada Allah. Kita rajin mengikuti ibadah dan berkorban, namun kita tidak sungguh-sungguh memiliki kesatuan cinta dengan Bapa.

Kita kadang-kadang menggunakan gereja untuk mencari keuntungan, menggunakan organisasi gereja untuk menjual produk-pruduk pribadi kita.

Kita menggunakan kelompok-kelompok kategorial paroki untuk mencari keuntungan pribadi. Kita bukan ke gereja untuk mencari Yesus tetapi mencari teman bisnis, mencari jodoh, mencari sahabat, lalu lupa focus kita kepada Yesus yang adalah jalan, kebenaran dan kehidupan kita menuju Allah Bapa.

Marilah kita terus berjuang sambil merenungkan kata-kata Yesus ini: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat. 6:33) (LN)

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

320 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
3
Suka
Bahagia Bahagia
2
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *