Yesus Adalah Keselamatan, Terang dan Kemuliaan Bagi Kita di Tahun 2018 – Renungan Akhir Tahun 2017


Renungan Harian Katolik
Berjalanlah dalam terang Tuhan (Foto: Pixabay.com)

Yesus Adalah Keselamatan, Terang dan Kemuliaan Bagi Kita di Tahun 2018 – Renungan Akhir Tahun 2017, Amorpost.com – Bacaan: Lukas 2:22-40

Perikop injil Lukas hari ini menceriterakan kepada kita tentang perayaan Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Dikatakan bahwa ketika sudah tiba waktu penyucian menurut hukum Musa, maka orang tua Yesus membawa-Nya ke Yerusalem dan mempersembahkan-Nya kepada Tuhan seperti diperintahkan dalam Taurat (Im 12:6.8), yakni “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.”

Tambahan pula mereka juga perlu mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor merpati”. Selanjutnya dalam ayat 25 di sebutkan, di Yerusalem ada seorang saleh yang bernama Simeon. Roh Kudus memberitakan kepadanya, ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias.

Begitulah ia datang ke Bait Allah menyambut kedatangan Yesus dan menggendongnya kemudian mengucapkan pujian bagi Allah (Kidung Simeon, Luk 2:29-32). Di sana juga, seperti dikisahkan dalam ayat 36-38, ada Hana yang mengucapkan pujian serta berbicara mengenai Yesus kepada siapa saja yang menantikan dilepaskannya Yerusalem (di sini Yunaninya “Yerousaleem”) dari kekuatan jahat. Apa kiranya pesan yang perlu kita renungkan di hari perayaan Yesus dipersembahkan di Bait Allah?

Setiap Anak adalah milik Tuhan

Peristiwa Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Bait Suci dan mempersembahkan-Nya kepada Tuhan, merupakan Suatu peristiwa dan tindakan iman yang menyatakan bahwa Yesus bukan saja milik mereka, tetapi juga adalah milik Tuhan.

Tindakan iman Maria dan Yosef ini mau mengajarkan semua keluarga Kristen bahwa setiap anak yang dilahirkan dalam keluarga Kristen adalah anak Tuhan yang perlu mendapat perhatian dan kasih sayang sejati. Keluarga hanyalah merupakan tempat penitipan dari rencana penciptaan Tuhan. Keluarga Kristen merupakan lembaga formal Tuhan di mana rencana penciptaan Tuhan dapat terlaksana dengan baik.

Pertanyaan refleksif untuk kita, Apakah kita sadar bahwa anak kita bukanlah milik kita, melainkan milik Tuhan? Ataukah, kita merasa bahwa kitalah yang memiliki mereka? Kita merasa berhak menentukan studi, panggilan hidup, masa depan mereka menurut kehendak dan rencana kita sendiri, tanpa memikirkan kehendak dan rencana Tuhan?

Marilah menyadari bahwa anak kita, bahkan siapa pun dan apa pun (termasuk diri kita sendiri) bukanlah milik kita, melainkan milik Tuhan. Dan, marilah “mempersembahkan semuanya kepadaTuhan” dengan senantiasa menolong mereka menemukan dan melaksanakan apa yang menjadi kehendak-Nya bagi mereka.

Penuh Hikmat dan Kasih Karunia

Pada akhir bacaan itu, ayat 39-40, ditegaskan bahwa setelah semua yang perlu menurut hukum Tuhan, maksudnya Taurat, sudah selesai dijalankan, keluarga itu kembali ke Nazaret dan di sanalah Yesus tumbuh kuat, penuh hikmat dan kasih karunia ilahi. Begitulah ditandaskan bahwa orang tua Yesus mengikuti dengan taat keagamaan mereka dengan menjalankan semua ketentuan yang diperintahkan hukum Taurat.

Yesus pun menjadi dewasa dengan latar ini. Ia justru bertumbuh dalam kesalehan yang turun temurun dijalani orang di Tanah Suci. Oleh karena itu ia nanti dapat mengajarkan kepada orang banyak bagaimana hidup beragama yang sejati.

Dia bukan orang yang merombak, melainkan membawa kembali ke pada akar terdalam hidup beragama: menjadi “penuh hikmat” dan “kasih karunia ilahi” ada padanya.

Kedua hal ini sebenarnya dua sisi dari kehidupan beragama yang sama: kebijaksanaan dari sisi upaya manusiawi dan pendidikan, dan dari sisi ilahi, hidup dalam anugerah rahmat-Nya. Itulah sosok Yesus yang bakal diperkenalkan lebih lanjut dalam Injil Lukas.

Setiap keluarga Katolik yang mengajarkan dan hidup bersama anak-anaknya berdasarkan tradisi dan nilai-nilai hidup Katolik yang ada, maka akan menyaksikan pertumbuhan hidup anak-anaknya yang penuh hikmat dan kasih karunia ilahi. Pertanyaannya: apakah bapak-ibu orang Katolik telah menghidupi tradisi-tradisi katolik dengan baik dalam keluarga?

Yesus adalah keselamatan, terang dan kemuliaan bagi Kita

Yesus bukanlah seorang anak turunan Daud yang biasa, melainkan anak keselamatan, terang dan kemulian bagi umat Israel, sebagaimana yang diramalkan Simeon dan Hana.

Simeon yang penuh Roh Kudus menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” (Luk 2:28-32).

Kata-kata Simeon ini membuka mata iman kita bahwa Yesus yang hari ini dipersembahkan kepada Tuhan bukanlah anak manusia biasa, melainkan Firman Allah yang telah menjadi daging dan tinggal diantara kita.

Dan setiap orang yang mendengarkan perkataan-Nya dan melakukannya dalam hidup setiap hari akan beroleh keselamatan kekal, akan menjadi terang bagi banyak orang dan akan hidup dalam kemuliaan Allah Bapa di surga. Pertanyaan bagi kita: apakah kita sungguh percaya bahwa Yesus adalah keselamatan, terang dan kemuliaan bagi Kita?

Di akhir tahun 2017 ini, mari kita merenungkan kembali relasi kita dengan Allah selama tahun 2017 yang akan segera berlalu ini: Apakah kita masih hidup berdasarkan tradisi dan nilai-nilai hidup katolik? Ataukah sudah jauh dari kebiasaan-kebiasaan Katolik dan telah telanjur jauh dari Tuhan? Apakah kita masih percaya pada Yesus sebagai sumber keselamatan, tarang dan jalan menuju kemuliaan Allah?

Mari, di akhir tahun 2017 ini, kita berjanji bahwa apa pun keadaan dan sausana hidup kita selama setahun ini, dan berapa pun kesulitan serta tantangan yang akan kita hadapi di tahun 2018 nanti, kita tetap yakin dan percaya bahwa Yesus adalah keselamatan, terang dan kemuliaan bagi Kita.

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

241 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
0
Suka
Bahagia Bahagia
7
Bahagia
Wow Wow
3
Wow

One Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like