Yesus Membuat suatu “Revolusi” Mental di Masyarakat-Renungan Harian Katolik Sabtu 13 Januari 2018


Yesus Membuat suatu “Revolusi” Mental di Masyarakat-Renungan Harian Katolik Sabtu 13 Januari 2018, Amorpost.com-Apa yang membuat orang tertarik pada rahmat dan kemurahan Allah? Dalam Injil Markus dikatakan bahwa banyak orang tertarik kepada Yesus karena kemurahan hati dan belaskasihannya.

Kebanyakan mereka yang datang kepada Yesus adalah mereka yang tersingkirkan dari masyarakat. Mereka-mereka itu seperti orang lumpuh, orang buta, orang kusta, serta para tunawisma seperti janda dan anak yatim.

Tetapi juga orang-orang yang secara publik dikenal sebagai orang berdosa, seperti pelacur kota dan pemungut cukai yang korup, juga tertarik pada Yesus.

Yesus melakukan suatu tindakan yang sulit dipahami oleh para ahli taurat dan orang Farisi pada masa itu karena Ia memilih seorang berdosa menjadi pengikutnya.

Revolusi Mental dari Yesus
Revolusi Mental dari Yesus (Foto: pixabay)

Ketika Ia memanggil Lewi, yang juga bernama Matius (lihat Matius 9: 9) untuk menjadi salah satu muridnya, Yesus memilih salah satu dari orang-orang yang paling dihina oleh masyarakat karena dikenal sebagai orang berdosa.

Mengapa mereka menyatakan bahwa Yesus bersalah karena berteman dengan orang-orang berdosa dan pemungut cukai seperti Lewi? Perlu dipahami bahwa orang-orang Yahudi ortodoks mengkatogorikan setiap orang menjadi dua kelompok yakni:

Mereka yang secara kaku mematuhi hukum Musa dan mereka yang tidak mentaati hukum.

Mereka yang tidak taat pada hukum Musa diperlakukan sebagai warga kelas dua. Oleh karena itu Yahudi ortodoks tersebut pun sungguh berhati-hati dalam pergaulan mereka.

Mereka menolak untuk melakukan bisnis dengan mereka, memberi atau menerima apapun dari mereka, menikah, dan bahkan menghindari segala bentuk hiburan dengan mereka.

Lebih lanjut, orang-orang kelas dua itu dianggap orang-orang berdosa dan bahkan najis di masyarakat.

Dengan demikian kehadiran Yesus membuat suatu “revolusi” mental di masyarakat. Ia mengubah cara berpikir mereka karena Ia bergaul dengan siapa saja termasuk mereka yang kelas dua itu; pemungut cukai, orang cacat, pelacur dan pemungut cukai.

Berdoa dan Berharap
Berdoa dan Berharap (Foto: pxhere)

Tindakan Yesus itu sungguh mengherankan para ahli taurat dan orang-orang Farisi.

Ketika orang-orang Farisi mengkritik Yesus karena makan bersama orang-orang berdosa, Ia dengan sederhana menjawab mereka. Seorang dokter tidak perlu memerlukan orang sehat; Sebaliknya dia mendatangi mereka yang sedang sakit.

Yesus juga mencari orang-orang yang paling membutuhkan. Seorang dokter sejati menyembuhkan keseluruhan pribadi yakni tubuh, pikiran, dan jiwa.

Yesus datang sebagai dokter Ilahi dan gembala yang baik untuk merawat bangsanya dan mengembalikannya ke keutuhan kehidupan. Orang-orang Yahudi ortodoks begitu asyik dengan praktik agama mereka sehingga mereka lalai untuk membantu orang-orang yang membutuhkan perawatan.

Yesus menyatakan misinya dengan tegas: Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tapi untuk memanggil orang berdosa.

Tuhan telah mengisi hidup kita dengan rahmat dan belaskasihan. Dan Dia menghendaki kita untuk melihat kebaikan di dalam diri sesama kita serta berbelaskasihan kepada mereka yang dianggap hina oleh masyarakat.

Semoga kita mampu membagikan kasih kepada sesama tanpa pamrih. Salam Amores…

Aplikasi Android Amorpos

Silakan Berikan Komentar Anda


Like it? Share with your friends!

197 shares

What's Your Reaction?

Marah Marah
0
Marah
Sedih Sedih
0
Sedih
Lucu Lucu
0
Lucu
Suka Suka
2
Suka
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Wow Wow
0
Wow

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like