Masa Prapaskah bukan hanya waktu untuk berpuasa dan berdoa. Ini juga saat yang tepat untuk memperdalam kehidupan rohani melalui bacaan yang bermakna. Paus Leo mengingatkan umat beriman bahwa Kitab Suci adalah titik awal terbaik, karena di sanalah Allah berbagi isi hatinya kepada kita. Namun selain Alkitab, banyak penulis dan pemikir Katolik merekomendasikan karya-karya yang dapat memperkaya perjalanan pertobatan selama empat puluh hari ini.
Bacaan rohani yang direkomendasikan para pemikir Katolik
Meg Hunter-Kilmer, penulis Katolik dan pembicara publik, telah bertahun-tahun menyelami Fire of Mercy, Heart of the Word karya Erasmo Leiva-Merikakis. Buku setebal tiga ribu halaman ini menawarkan komentar Kitab Suci yang mendalam dan hampir mistis tentang Injil Matius. Meg mengaku sudah enam tahun membacanya dan baru menyelesaikan dua ribu halaman. Menurutnya, buku ini sempurna dibaca saat Prapaskah karena ia baru mencapai bagian Pekan Suci.
Pastor Jay Scott Newman dari Greenville, Carolina Selatan, merekomendasikan dua judul berbeda. Pertama, Chastity : Reconciliation of the Senses karya Uskup Erik Varden, seorang biarawan Trappist dan uskup Trondheim, Norwegia, yang tahun ini diundang Paus Leo XIV memimpin retret Prapaskah Kuria Roma. Kedua, A Change of Heart karya Thomas C. Oden, seorang teolog Metodis yang meninggal tahun 2016 dan dikenal sebagai tokoh gerakan teologi paleo-ortodoks di kalangan Protestan.
Sementara itu, Mark Hart memilih pendekatan berbeda. Selama Prapaskah, ia menangguhkan semua bacaan rohani lainnya dan hanya membaca keempat Injil. Ia yakin tidak ada persiapan hati yang lebih baik untuk Pekan Suci selain mengikuti perjalanan Yesus dari padang gurun hingga salib.
| Tokoh Katolik | Buku yang dibaca | Tema utama |
|---|---|---|
| Meg Hunter-Kilmer | Fire of Mercy, Heart of the Word | Komentar Injil Matius |
| Uskup Erik Varden | Chastity : Reconciliation of the Senses | Spiritualitas dan kemurnian |
| Katie Prejean McGrady | Confessions karya St. Agustinus | Pertobatan dan iman |
| Pastor John Paul Mary Zeller | What Christ Suffered | Penderitaan dan makna hidup |
| Frater Gregorius Pine | The Practice of the Presence of God | Kesederhanaan hidup rohani |
Pertobatan, penderitaan, dan kehadiran Allah dalam buku-buku pilihan
Katie Prejean McGrady memilih Confessions karya Santo Agustinus sebagai bacaan non-fiksinya. Terinspirasi oleh Paus Leo yang sering mengutip Agustinus, ia ingin menghidupkan kembali kegembiraan imannya dengan menyelami kisah pertobatan sang Santo. Untuk bacaan fiksi, ia membaca Project Hail Mary, sebuah novel tentang ketangguhan dan keberanian yang direkomendasikan banyak teman Katoliknya.
Pastor John Paul Mary Zeller, pendeta berita EWTN, tengah membaca What Christ Suffered karya Dr. Thomas McGovern dan Uskup James Conley. Buku ini mengajak pembaca merenungkan pertanyaan terdalam manusia tentang penderitaan. Frater Gregorius Pine, O.P., justru menemukan kesederhanaan dalam The Practice of the Presence of God karya Bruder Lawrence, yang belakangan juga direkomendasikan Paus Leo sebagai salah satu favoritnya.
Stephen Adubato, profesor teologi di Seton Hall University, membaca Life of St. Antony of the Desert karya Santo Athanasius. Buku ini membantunya mengenali godaan yang menghalangi manusia melihat anugerah Allah. Ia juga membaca biografi Santo Nektarios karya Sotos Chondropoulos dan catatan harian Carmen Hernández, ko-inisiator Jalan Neokatekumenat.
- The Way of Trust and Love karya Pastor Jacques Philippe, dibahas dalam studi Alkitab Prapaskah Heather Khym
- Infinite Jest karya David Foster Wallace, dipilih Frater Pine sebagai refleksi budaya modern
- Empat Injil, pilihan sederhana namun kuat dari Mark Hart
Paus Leo mengingatkan : matikan televisi, radio, dan ponsel sejenak. Ciptakan ruang keheningan untuk merenungkan firman Allah. Selama Prapaskah, umat Katolik juga diajak memperhatikan makanan yang diizinkan pada Rabu Abu dan Jumat Prapaskah, sebagai bagian dari praktik pantang yang menyertai pertobatan batin.




