Pastor Pete Hegseth ingin larang prosesi Katolik di Amerika

Pria berbisnis berpidato di podium katedral bergaya gotik

Pada 18 Februari lalu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengundang pendeta Doug Wilson ke auditorium Pentagon. Wilson berkhotbah langsung di hadapan anggota militer AS, disiarkan melalui jaringan televisi internal Departemen Pertahanan. Hegseth secara terbuka memuji Wilson dari atas panggung : “Terima kasih atas kepemimpinanmu, bimbinganmu, dan keberanianmu menyuarakan kebenaran.” Namun siapakah sebenarnya Doug Wilson, dan mengapa kehadirannya di Pentagon memicu kontroversi besar ?

Wilson adalah pendeta berusia 72 tahun asal Moscow, Idaho. Ia mendirikan denominasi Communion of Reformed Evangelical Churches, denominasi yang sama tempat Pete Hegseth menjadi anggota. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, membenarkan bahwa Hegseth adalah anggota gereja yang berafiliasi dengan organisasi tersebut dan sangat menghargai tulisan-tulisan Wilson. Wilson juga mengelola Canon Press, sebuah penerbit berpengaruh di tingkat nasional, serta terlibat dalam jaringan sekolah Kristen klasik yang dikreditkan Hegseth sebagai pengubah kehidupan keluarganya.

Larangan prosesi Katolik dalam visi “bangsa Kristen” Wilson

Yang paling mengejutkan publik adalah pernyataan-pernyataan Wilson soal Katolisisme. Ia secara terbuka menyatakan bahwa dalam visinya tentang sebuah bangsa Kristen versi Protestan, segala sesuatu yang dianggap sebagai “pameran publik penyembahan berhala” harus dilarang. Definisi itu, menurut Wilson, mencakup prosesi dan parade Katolik.

Wilson juga pernah menulis bahwa “ruang publik akan menjadi milik Kristus” — maksudnya Kristus versi teologi Reformed miliknya sendiri, yang ditegakkan oleh kekuatan negara. Artinya, prosesi Corpus Christi yang telah berlangsung selama delapan abad, pawai rosario, prosesi Maria, dan prosesi Ekaristi yang selama ini menjadi bagian kehidupan paroki Katolik Amerika bisa dilarang secara resmi.

Berikut beberapa posisi Wilson terhadap Katolisisme yang tercatat secara publik :

  • Menyebut Misa Katolik sebagai bentuk penyembahan berhala (“idolatry”).
  • Melabeli devosi kepada Bunda Maria sebagai “Mariolatri”.
  • Menyebut sistem sakramen Katolik sebagai pemberontakan perjanjian terhadap Tuhan.
  • Membandingkan Gereja Katolik dengan “suami yang berselingkuh” dari Kristus.
  • Menulis buku berjudul Papa Don’t Pope : Why I’m Not a Roman Catholic.

Perlu dicatat bahwa sekitar 25 persen anggota militer AS mengidentifikasi diri sebagai Katolik Roma. Pendeta yang dipilih Hegseth untuk berkhotbah di hadapan para prajurit itu justru menganggap iman mereka sebagai penyembahan berhala.

Ketika supremasi Protestan menyentuh institusi negara

Kehadiran Wilson di Pentagon bukan sekadar urusan teologis internal. Ini menyentuh batas antara kebebasan beragama dan diskriminasi institusional. Para analis menyoroti bahwa undangan resmi Departemen Pertahanan kepada seorang tokoh yang secara terbuka ingin melarang ibadah publik Katolik mengirimkan pesan yang sangat problematik.

Aspek Posisi Doug Wilson Dampak pada umat Katolik
Prosesi publik Harus dilarang sebagai “penyembahan berhala” Tradisi berusia delapan abad terancam
Misa Katolik Dianggap bentuk idolatri Iman 25% anggota militer AS dipertanyakan
Kepausan Ditolak sebagai pemberontakan terhadap Tuhan Otoritas religius Katolik direndahkan

Fenomena ini bukan berdiri sendiri. Para ahli memperingatkan bahwa kelompok ekstrem kanan memanipulasi identitas Kristen sebagai senjata politik untuk melegitimasi agenda eksklusif mereka. Ketika seorang pejabat sekelas Menteri Pertahanan secara terbuka merangkul figur seperti Wilson, kebebasan beragama bagi seluruh umat Kristen — termasuk jutaan Katolik Amerika — berada dalam ancaman nyata.

Merespons kontroversi ini, ribuan umat Katolik Amerika menegaskan bahwa mereka menolak visi Amerika di mana prosesi mereka dilarang dan Misa mereka disebut penyembahan berhala. Keberanian menyuarakan hal ini, di tengah tekanan institusional yang semakin kuat, menjadi salah satu bentuk nyata perlawanan terhadap supremasi sektarian yang mengancam pluralisme Amerika.

Pastor Pete Hegseth ingin larang prosesi Katolik di Amerika

jose
Scroll to Top