Umat Katolik Amerika galang dana untuk hadiahkan tiara kepausan bagi Paus Leo XIV

Pria berlutut menerima berkah dari pemimpin agama di katedral.

Organisasi nirlaba yang baru didirikan meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk menciptakan sebuah mahkota kepausan yang memadukan simbol-simbol Katolik dan Amerika. Tujuannya adalah mempersembahkan karya seni sakral ini kepada Paus Leo XIV, sebagai hadiah dari umat Katolik Amerika untuk paus pertama yang berasal dari negara tersebut. Inisiatif ini dipimpin oleh Isaac Smith, seorang mualaf Katolik sekaligus pendiri Amici Vaticani, yang termotivasi untuk melanjutkan tradisi bersejarah pemberian tiara kepausan.

Simbol Amerika yang terintegrasi dalam desain mahkota

Desain mahkota yang direncanakan mempertahankan tradisi tiga mahkota yang dimulai sejak abad ke-14. Struktur tiara akan dibuat dari perak sterling dengan mahkota yang dilapisi emas. Yang membedakan karya ini adalah inkorporasi elemen-elemen khas Amerika yang penuh makna simbolis.

Sebagai penghormatan terhadap warisan Amerika dari sang paus, tiara akan dihiasi dengan batu-batu berwarna merah, putih, dan biru yang merepresentasikan bendera Amerika. Desain ini juga menampilkan beberapa simbol nasional yang kaya makna :

  • Daun ek sebagai representasi pohon nasional Amerika
  • Tangkai jagung yang melambangkan tanaman pertanian utama negara
  • Mawar dengan makna ganda sebagai simbol Perawan Maria dan bunga nasional
  • Zaitun yang menggambarkan komitmen paus terhadap perdamaian sekaligus muncul di Great Seal Amerika

Di puncak mahkota akan bertengger salib buttony, simbol khusus Katolisisme Amerika yang digunakan dalam lambang Keuskupan Agung Baltimore dan bendera Maryland, lokasi koloni Katolik Inggris pertama di Amerika.

Elemen Desain Makna Katolik Makna Amerika
Mawar Simbol Bunda Maria Bunga nasional
Zaitun Komitmen perdamaian Great Seal AS
Salib Buttony Keuskupan Baltimore Bendera Maryland

Tradisi bersejarah tiara kepausan yang berlanjut

Menurut Smith, mayoritas tiara kepausan sepanjang sejarah merupakan pemberian hadiah, biasanya dari keuskupan asal paus atau komunitas religius yang berafiliasi dengannya. Proyek ini dimaksudkan agar umat Amerika dapat melanjutkan tradisi tersebut, mengingat paus pertama dari Amerika Serikat merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi Katolisisme di negara itu.

Sejarah mahkota kepausan membentang kembali hingga setidaknya abad ke-8, dengan kata “tiara” pertama kali digunakan pada abad ke-12. Mahkota kedua ditambahkan pada abad ke-13 untuk melambangkan otoritas paus dalam urusan spiritual dan temporal. Ketika mahkota ketiga muncul di abad ke-14, interpretasinya mencakup tiga jabatan Kristus sebagai imam, nabi, dan raja, atau representasi Gereja yang militan, menderita, dan penuh kemenangan.

Umat Katolik Amerika galang dana untuk hadiahkan tiara kepausan bagi Paus Leo XIV

Partisipasi umat dalam karya seni sakral

Smith berharap mendanai proyek ini melalui donasi kecil dari umat Katolik Amerika sehingga sang paus dapat melihat bahwa ini merupakan upaya kolektif dari umat di negara asalnya. Sebuah buku berisi nama-nama setiap donatur yang memberikan lebih dari $20 akan disusun dan dipersembahkan kepada Bapa Suci bersama mahkota tersebut, dengan sampul bertuliskan permohonan agar beliau mendoakan mereka. Dalam konteks kebangkitan semangat Katolik di Amerika, inisiatif ini sejalan dengan gerakan umat Katolik Amerika yang semakin bersatu di bawah kepemimpinan rohani Paus Leo XIV.

Pembuat perhiasan asal Malta, Gabriel Farrugia, akan mengerjakan tiara ini. Dia memiliki pengalaman menciptakan karya seni religius, termasuk mahkota Our Lady of Fátima yang digunakan dalam upacara penobatan di Malta. Sementara itu, lappet mahkota akan disulam tangan oleh Sacra Domus Aurea, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam menciptakan jubah Katolik tradisional. Farrugia menyatakan bahwa membuat seni sakral adalah bentuk ucapan syukur kepada Sang Pencipta, sesuatu yang akan bertahan sepanjang zaman untuk dikagumi dan direfleksikan oleh generasi mendatang.

Rian Pratama
Scroll to Top