Dalam lanskap Gereja Katolik Irlandia yang terus berubah, suara para pemimpin rohani mulai menangkap fenomena menarik di kalangan umat muda. Uskup Niall Coll dari Keuskupan Raphoe menyampaikan pandangan yang mengejutkan banyak pihak saat peluncuran buku di Dublin pertengahan Februari lalu. Menurutnya, generasi muda Katolik kontemporer justru mencari fondasi doktrinal yang kokoh ketimbang gereja yang terus beradaptasi dengan arus modernitas.
Kebutuhan akan kejelasan doktrinal melampaui keinginan beradaptasi
Bishop Coll mengidentifikasi kelompok yang ia sebut sebagai “i-Gen” – mereka yang lahir setelah tahun 1995 – sebagai generasi dengan karakteristik spiritual yang berbeda dari pendahulunya. Generasi digital ini tumbuh dalam budaya pasca-Kristen yang terfragmentasi secara moral, tanpa memori warisan tentang Irlandia Katolik tradisional.
Menurut laporan The Irish Catholic tertanggal 26 Februari, uskup tersebut menekankan bahwa kaum muda ini tertarik pada kedalaman sakramental dan kontinuitas dengan tradisi Gereja. Mereka mencari kebenaran yang dapat dipahami secara intelektual dan menuntut komitmen, bukan fleksibilitas tanpa batas yang sering dipromosikan oleh reformis gereja.
Pernyataan ini muncul menjelang Sidang Sinode Nasional Irlandia yang dijadwalkan pada 17 Oktober mendatang. Event ini merupakan puncak dari Jalur Sinode Irlandia, sebuah proses lima tahun yang diluncurkan Konferensi Uskup Irlandia pada 2021 untuk melibatkan klerus, ordo religius, dan umat dalam dialog mengenai tata kelola dan misi Gereja.
Tantangan pembentukan katekis di era digital
Dalam pidatonya di peluncuran buku “Transformative Renewal in the Catholic Church” karya Pastor John O’Brien dari ordo Spiritan, Bishop Coll mengkritik kecenderungan para pemimpin Katolik yang salah membaca situasi. Menurutnya, fokus pada agenda progresif justru tidak beresonansi dengan realitas spiritual kaum muda Katolik masa kini.
Karakteristik generasi i-Gen yang tumbuh dalam pilihan konstan dan ambiguitas moral membuat mereka lebih tertarik pada pembentukan yang menghasilkan keyakinan kokoh. Mereka tidak terbakar dengan pertanyaan-pertanyaan progresif, melainkan mencari kejelasan dan koherensi teologis.
| Aspek | Generasi Lama | Generasi i-Gen |
|---|---|---|
| Pendekatan | Adaptabilitas | Soliditas doktrinal |
| Fokus | Dialog terbuka | Pembentukan sistematis |
| Harapan | Reformasi progresif | Tradisi yang koheren |
Uskup tersebut juga memperingatkan bahwa sinodalitas, jika tidak ditambatkan pada Kitab Suci dan doktrin, berisiko menjadi diskusi tanpa akhir tanpa arah yang jelas. Ini menggarisbawahi salah satu tantangan paling mendesak : katekese dan pembentukan katekis yang memadai.
Seperti yang diamati dalam kebangkitan besar Katolisisme di kalangan Generasi Z, fenomena ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam kehidupan beragama kaum muda kontemporer.
Integrasi antara sinodalitas dan tradisi untuk masa depan Gereja
Bishop Coll merefleksikan bahwa pembaruan berkelanjutan membutuhkan kejelasan teologis dan kedalaman spiritual yang konsisten. Ia mengusulkan bahwa kerinduan generasi i-Gen akan koherensi dan tradisi harus diterima sebagai anugerah bagi Gereja, bukan masalah yang perlu dikelola.
Prinsip-prinsip kunci untuk pembaruan Gereja yang efektif mencakup :
- Pembelajaran mutual dengan integritas sebagai panduan diskusi sinodal
- Keseimbangan antara mendengarkan dan mengajar dalam proses pembedaan
- Pembentukan intensional yang menghasilkan pemahaman mendalam
- Kesaksian yang hangat dalam konteks dunia yang terluka
Uskup menegaskan bahwa tugas Gereja bukanlah memilih antara sinodalitas dan tradisi, melainkan mengintegrasikan keduanya. Umat Allah tidak dapat melakukan pembedaan bersama kecuali mereka dapat mengartikulasikan apa yang mereka percayai dan mengapa mereka mempercayainya.
Masa depan Katolisisme Irlandia, menurut Bishop Coll, akan bergantung pada kemampuan Gereja menjadi sinodal sekaligus koheren – sebuah gereja yang mendengarkan secara mendalam, mengajar dengan jelas, membentuk secara intensional, dan bersaksi dengan kehangatan di tengah dunia yang membutuhkan penyembuhan.




