Musim gugur 2026, Departemen Pertahanan Amerika Serikat meluncurkan mata pelajaran baru di sekitar 160 sekolah yang dikelolanya di 11 negara. Sekitar 70.000 siswa, anak-anak anggota militer aktif, akan menerima pelajaran sejarah berdasarkan buku teks berjudul The Golden Thread : A History of the Western Tradition, Volume I. Penerbitnya, Encounter Books, dikenal sebagai rumah penerbitan konservatif. Rencana pelajaran dikembangkan bersama Hillsdale College, kampus Kristen konservatif di Michigan yang selama ini aktif merancang kurikulum K-12 bermuatan nilai patriotik.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth, mantan presenter Fox News, telah lama mengadvokasi pendidikan Kristen klasik. Dalam bukunya tahun 2022, Battle for the American Mind, ia menulis bahwa tidak memasukkan anak ke sekolah Kristen klasik berarti menyerahkan kekalahan kepada generasi berikutnya. Visinya kini diterapkan langsung di sistem sekolah federal yang, berbeda dari sekolah negeri biasa, berada sepenuhnya di bawah kendali pemerintah pusat.
Isi buku teks : peradaban Barat dan ancaman Islam
Sejumlah sejarawan yang menelaah kutipan buku ini menyampaikan keberatan serius. Phil Gorski, profesor sosiologi sejarah di Yale University, mempertanyakan apakah “peradaban Barat” sekadar kedok untuk pendidikan Kristen klasik. Matthew Gabriele dari Virginia Tech menilai buku ini membangun argumen politik kontemporer dengan cara memilah-milah fakta historis sesuai kepentingan tertentu, bukan menyajikan sejarah ilmiah yang utuh.
Berikut beberapa posisi kontroversial yang termuat dalam buku teks ini :
- Kekristenan dipresentasikan sebagai satu-satunya fondasi peradaban Barat.
- Islam digambarkan lebih cenderung pada kekerasan dibanding Kristen.
- Perang Salib dikategorikan sebagai tindakan defensif, bukan agresif.
- Serangan 9/11 dan Hamas 7 Oktober dijadikan referensi langsung dalam konteks Abad Pertengahan.
Roger Kimball, penerbit buku ini, menegaskan teks tersebut telah ditinjau oleh 15 pakar. Sementara itu, ko-penulis James Hankins, profesor emeritus Harvard yang kini mengajar di Hamilton School for Classical and Civic Education Universitas Florida, membantah tuduhan bahwa buku ini menyamakan Kristen dengan peradaban Barat. Menurutnya, penekanan pada peradaban Barat sempat menjadi standar akademik sampai tahun 1970-an sebelum ditinggalkan secara keliru.
Restrukturisasi sistem pendidikan militer di bawah Hegseth
Perubahan bukan sekadar soal buku teks. Maret lalu, Hegseth mengganti direktur Department of Defense Education Activity, menempatkan Paul Craft yang ia sebut pemimpin tepat untuk mengarahkan sistem sekolah “menuju nilai patriotik dan pembelajaran klasik.” Kepala akademik baru, Tiffany Hoben, sebelumnya bekerja di bawah Gubernur Ron DeSantis di Florida, merancang kurikulum kewarganegaraan yang dikritik karena mengaburkan prinsip pemisahan gereja dan negara.
| Posisi | Pejabat baru | Latar belakang |
|---|---|---|
| Direktur DoDEA | Paul Craft | Pendidikan klasik konservatif |
| Kepala akademik | Tiffany Hoben | Kurikulum DeSantis, Florida |
| Direktur regional Amerika | Matthew Kirby | CEO Liberty Classical Schools, Atlanta |
Lebih jauh, akademi militer AS kini menerima Classical Learning Test sebagai alternatif SAT. Tahun lalu, ACLU menggugat sistem sekolah pertahanan atas pelarangan ratusan buku bertema ras, gender, dan demokrasi. Susan Wise Bauer, penulis program homeschooling klasik yang banyak digunakan, memperingatkan bahwa ketika pendidikan membangun batas tegas antara “kita” dan “mereka”, warisan sastra bersama berubah menjadi senjata ideologis. Itulah risiko nyata yang patut dicermati siapa pun yang peduli pada kualitas pendidikan anak-anak militer.
- Buku sejarah Pertahanan : standar Kristen klasik - 16 Agustus 2026
- Pendampingan pastoral LGBT+ Katolik sejati - 14 Agustus 2026
- Kandidat Kristen Demokrat : Siapa mereka dan posisi ? - 12 Agustus 2026




