Kontroversi terbaru muncul setelah Joel Berry, editor pengelola The Babylon Bee, membuat pernyataan kontroversial tentang umat Katolik di Gaza. Pernyataannya telah memicu kemarahan luas, terutama di kalangan umat Katolik dan pemimpin agama. Insiden ini terjadi dalam konteks konflik berkelanjutan di wilayah tersebut dan serangan Israel terhadap Gereja Keluarga Kudus di Gaza.
Kontroversi pernyataan editor The Babylon Bee
Pada 19 Juli 2025, Joel Berry mengeluarkan pernyataan kontroversial di platform X (sebelumnya Twitter) yang mengklaim bahwa semua umat Katolik di Gaza mendukung Hamas. Berry menulis, “Ini mungkin sulit didengar, tetapi hanya ada sekitar 200 orang Katolik yang masih tinggal di Gaza dan mereka semua mendukung Hamas.” Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah serangan artileri Israel yang mengenai Gereja Keluarga Kudus, satu-satunya gereja Katolik di kota tersebut.
Berry kemudian menambahkan bahwa menurutnya, “Iman Kristen sejati masih ada di Gaza, tetapi semuanya bergerak di bawah tanah. Siapa pun yang diizinkan oleh Hamas untuk beribadah secara terbuka diperbolehkan melakukannya hanya karena mereka membantu dan mendukung rezim teror.” Pernyataan ini langsung memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.
Perlu dipahami bahwa komunitas Katolik di Gaza merupakan kelompok minoritas yang telah lama hidup di bawah tekanan. Memahami dasar-dasar iman Katolik dan konteks sejarahnya di wilayah tersebut sangat penting, sebagaimana dijelaskan dalam penyelidikan mendalam tentang dasar-dasar iman Katolik dalam Kitab Suci.
Reaksi dan tanggapan terhadap klaim kontroversial
Pernyataan Berry memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari komunitas Katolik di media sosial. Beberapa penulis dan tokoh Katolik terkemuka menyerukan boikot terhadap situs satir Kristen tersebut. Sohrab Ahmari, penulis dan editor kontribusi The Catholic Herald, mengajak para Katolik di platform X untuk “secara permanen memboikot Babylon Cringe”.
Penulis Kristen Rod Dreher menantang klaim Berry dengan menyatakan bahwa Berry “tidak memiliki ide” apakah jumlah kecil umat Katolik di Gaza benar-benar mendukung Hamas. Dreher bahkan berbagi pengalaman pribadinya dari 25 tahun lalu, ketika dua orang Kristen Palestina di Yerusalem memberi tahu bahwa “mereka tidak tahan dengan pemerintahan Israel, tetapi SANGAT TAKUT jika Hamas memerintah mereka.”
Kritik lain datang dari John Daniel Davidson, penulis dan editor senior The Federalist, yang menyatakan bahwa dia tidak akan lagi membagikan atau mendukung konten dari The Babylon Bee atau “editor-editor dispensasionalis anti-Katoliknya.” Michael Brendan Dougherty dari National Review menantang kredibilitas Berry dengan bertanya kapan dia melakukan “studi sosiologis tentang umat Katolik di Gaza.”
Berikut adalah beberapa tanggapan utama terhadap pernyataan Joel Berry:
- Seruan boikot terhadap The Babylon Bee oleh pembaca Katolik
- Kritik dari penulis dan tokoh media konservatif
- Pertanyaan tentang bukti dan sumber klaim tersebut
- Bantahan dengan menggunakan contoh-contoh perlawanan Katolik terhadap Hamas
Konteks serangan terhadap gereja dan reaksi internasional
Kontroversi ini terjadi dalam konteks serangan artileri Israel yang mengenai Gereja Keluarga Kudus, mengakibatkan tewasnya tiga umat Kristen. Menurut Kantor Perdana Menteri Israel, kematian tersebut disebabkan oleh serpihan peluru artileri Israel yang meleset. Kardinal Katolik Pierbattista Pizzaballa, yang menjabat sebagai Patriark Latin Yerusalem, mengkonfirmasi jumlah korban jiwa.
Pemerintah Israel telah meminta maaf atas serangan tersebut yang hampir menghancurkan salib di puncak menara lonceng gereja. Dalam pernyataannya, pemerintah Israel menyatakan, “Setiap nyawa tak berdosa yang hilang adalah tragedi. Kami berbagi kesedihan dengan keluarga dan umat beriman. Kami berterima kasih kepada Paus Leo atas kata-kata penghiburannya.”
| Tanggapan Pihak | Pernyataan |
|---|---|
| Pemerintah Israel | Permintaan maaf resmi dan komitmen untuk menyelidiki insiden |
| Kardinal Pizzaballa | Konfirmasi korban jiwa dan penawaran diri sebagai tawanan pengganti |
| Duta Besar AS Mike Huckabee | Mengutuk serangan sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan dan Tuhan” |
Perdebatan sengit terkait pernyataan Berry terjadi di tengah kecaman luas terhadap pemerintah Israel atas beberapa tindakannya saat perang di wilayah tersebut mendekati peringatan dua tahun. Bahkan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, seorang pendeta Baptis Selatan yang biasanya mendukung Israel, mengecam serangan negara tersebut terhadap gereja, menyebutnya sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan dan Tuhan.”
Sebagai bantahan terhadap klaim Berry, beberapa pihak menunjukkan bahwa Kardinal Pizzaballa justru menawarkan dirinya kepada Hamas sebagai pengganti anak-anak yang diculik pada tahun 2023, membuktikan bahwa umat Katolik di wilayah tersebut tidak mendukung kelompok teroris seperti yang diklaim.




