Mengapa sebagian umat Katolik berupaya memulihkan kembali kejayaan Inggris

Uskup memimpin upacara misa di katedral gotik dengan arsitektur indah.

Perdebatan politik di Inggris kian memanas. Partai Restore Britain, yang dipimpin Rupert Lowe, menarik perhatian umat Katolik yang merasa diabaikan oleh arus utama politik liberal. Dalam waktu kurang dari sebulan, partai ini sudah meraih rata-rata tujuh persen suara dan 110.000 anggota terdaftar. Video peluncurannya ditonton lebih dari 41 juta kali.

Lowe menegaskan bahwa Inggris adalah negara Kristen dan akan tetap demikian di bawah kepemimpinannya. Pernyataan ini berbeda tajam dengan posisi Nigel Farage dari Reform UK, yang menolak meninjau kembali kebijakan aborsi, kontrasepsi, maupun identitas LGBTQ+. Farage menyebut aborsi sebagai soal hati nurani individu, meski sebelumnya ia sendiri mengecam batas aborsi 24 minggu sebagai hal yang tidak masuk akal.

Umat Katolik dan jarak mereka dari liberalisme Reform UK

Reform UK menawarkan visi pluralisme liberal yang menempatkan semua agama dalam ruang privat. Anggota dewan partai, Gawain Towler, menyebut Inggris membutuhkan semua agama untuk bersikap “Anglikan” dalam temperamen — bukan dalam doktrin. Bagi umat Katolik, pemisahan antara keyakinan pribadi dan tindakan publik adalah kesalahan mendasar yang berasal dari tradisi Protestan.

Katekismus Gereja Katolik menegaskan bahwa umat beriman dipanggil untuk terlibat dalam kehidupan komunitas politik. Pastor Felix Salvany pernah mengkritik liberalisme karena menoleransi kesalahan dan dosa dengan menjadikan kebebasan berpendapat sebagai kebajikan tertinggi. Bagi umat Katolik, Kristus adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan — bukan sekadar pilihan gaya hidup pribadi.

Sementara itu, hukum Inggris saat ini secara efektif mendekriminalisasi aborsi hingga kelahiran. Sejak 1968, lebih dari 10,9 juta anak telah digugurkan. Angka kelahiran yang terus turun digunakan sebagai pembenaran migrasi massal — isu terpanas bagi pemilih Reform. Ini bukan sekadar statistik; ini adalah krisis demografis dan moral sekaligus.

Berikut adalah beberapa kebijakan yang membedakan Restore Britain dari Reform UK :

  • Mencabut dekriminalisasi aborsi hingga kelahiran
  • Menolak Undang-Undang Assisted Dying
  • Mencabut Equality Act 2010 dan Gender Recognition Act 2004
  • Menghapus Public Order Act 2023 yang digunakan mempersekusi umat Kristiani
  • Memberikan keringanan pajak bagi perempuan Inggris yang ingin berkeluarga

Satu-satunya kebijakan Restore yang mempertanyakan umat Katolik adalah dukungan mereka terhadap program IVF. Lebih dari 130.000 embrio telah dibuang di Inggris sejak 1991, dan sekitar 500.000 lainnya masih dibekukan. Namun secara keseluruhan, Restore Britain menawarkan perlindungan yang lebih kuat atas kesucian hidup dibanding partai mana pun yang saat ini relevan secara elektoral.

Imigrasi massal, identitas bangsa, dan tanggung jawab Kristiani

Restore Britain juga mengangkat isu imigrasi dari sudut pandang Kristen. Harrison Pitt, rekan kebijakan partai, menegaskan bahwa keberagaman etnis adalah bagian dari ciptaan Allah — bukan alasan untuk menghapus identitas nasional. Kristus memerintahkan kita untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, bukan menghapus perbedaan antarbangs. Inilah mengapa Roh Kudus pada Pentakosta memberdayakan para rasul untuk berkhotbah dalam berbagai bahasa.

Indikator Data
Migran legal masuk sejak 2021 untuk bekerja 17%
Migran sebagai penerima pajak bersih 95%
Biaya seumur hidup per migran bagi pembayar pajak £465.000
Pengeluaran universal credit untuk migran (Jan 2024–Jun 2025) £15 miliar

Katekismus mewajibkan negara-negara kaya untuk menerima imigran pencari kerja, namun juga mewajibkan imigran untuk menghormati dan berkontribusi pada negara yang menerimanya. Data menunjukkan mayoritas migran saat ini tidak memenuhi syarat tersebut. Pengaruh tak terlihat Katolisisme dalam kehidupan publik semakin relevan ketika identitas Kristen Inggris menghadapi tekanan demografis nyata.

Restore Britain hadir sebagai katechon demokratis — benteng terakhir melawan pengabaian negara atas kesucian hidup dan identitas budaya bangsa. Umat Katolik Inggris punya alasan kuat untuk mendukung mereka lebih dari sekadar doa.

Mengapa sebagian umat Katolik berupaya memulihkan kembali kejayaan Inggris

jose
Scroll to Top