Paus Leo bertemu Pastor James Martin, dukungan bagi pelayanan Katolik L.G.B.T.Q.

Paus Leo bertemu Pastor James Martin, dukungan bagi pelayanan Katolik L.G.B.T.Q.

Pertemuan bersejarah antara Paus Leo XIV dan Pastor James Martin S.J. pada 1 September 2025 menjadi simbol penting dukungan Vatikan terhadap pelayanan bagi umat Katolik L.G.B.T.Q. Audiensi privat yang berlangsung di perpustakaan kepausan Istana Apostolik Vatikan ini berlangsung lebih dari setengah jam dan membawa pesan kuat tentang inklusivitas Gereja.

Makna penting pertemuan Paus Leo dan Pastor Martin

Pertemuan di perpustakaan pribadi Paus, tempat yang biasanya digunakan untuk menerima kepala negara dan tokoh penting, mengisyaratkan dukungan terbuka Vatikan terhadap pelayanan pastoral untuk komunitas L.G.B.T.Q. Pastor Martin, editor-at-large di America Media, mengungkapkan rasa syukur dan penghiburan mendalam atas pertemuan tersebut.

“Paus Leo memiliki keterbukaan yang sama terhadap isu-isu L.G.B.T.Q. seperti Paus Fransiskus. Beliau menegaskan keinginannya agar semua orang merasa diterima,” ujar Pastor Martin setelah pertemuan tersebut. Ini bukan pertemuan pertama mereka, karena sebelumnya mereka telah bertemu dalam dua sesi Sinode tentang Sinodalitas pada Oktober 2023 dan 2024.

Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost, tampaknya melanjutkan pendekatan inklusif Paus Leo terhadap berbagai kelompok dalam Gereja Katolik. Pertemuan ini diumumkan dalam buletin resmi kantor pers Vatikan, menunjukkan pengakuan publik terhadap karya pastoral Martin.

Pertemuan Paus dengan Pastor Martin Tanggal Lokasi
Pertemuan dengan Paus Fransiskus (pertama) 30 September 2019 Perpustakaan Kepausan
Pertemuan dengan Paus Fransiskus (kedua) 11 November 2022 Istana Apostolik
Pertemuan dengan Paus Leo XIV 1 September 2025 Perpustakaan Kepausan

Pelayanan pastoral untuk komunitas L.G.B.T.Q.

Pastor Martin telah lama dikenal karena dedikasi dan komitmennya dalam pelayanan pastoral kepada komunitas L.G.B.T.Q. Pada 2021, ia mendirikan Outreach, pusat pelayanan dan sumber daya bagi umat Katolik L.G.B.T.Q., bekerja sama dengan America Media. Minggu ini, ia memimpin ziarah Outreach yang terdiri dari sekitar 40 orang ke Roma untuk Tahun Yubileum.

Dukungan Paus Leo terhadap pelayanan ini menunjukkan keberlanjutan visi inklusif dari pendahulunya. Pertemuan mereka penuh dengan keakraban dan keceriaan, seperti yang diungkapkan Pastor Martin, “Paus tampak tenang, santai, dan penuh sukacita. Kami sering tertawa. Rasanya seperti kembali ke meja sinode.”

Beberapa aspek penting dalam pelayanan pastoral untuk komunitas L.G.B.T.Q. yang didukung oleh Vatikan meliputi :

  • Penerimaan dan penghormatan terhadap martabat setiap individu
  • Dialog terbuka tentang isu-isu identitas dan orientasi seksual
  • Penciptaan ruang yang aman dalam komunitas iman
  • Pendampingan spiritual yang menghormati perjalanan pribadi

Paus Leo bertemu Pastor James Martin, dukungan bagi pelayanan Katolik L.G.B.T.Q.

Prioritas kepemimpinan Paus Leo

Selama pertemuan mereka, Pastor Martin melihat bahwa prioritas utama Paus Leo adalah perdamaian dunia. “Jelas bahwa Paus Leo memiliki banyak prioritas, dan secara khusus sangat prihatin terhadap perdamaian di dunia, termasuk perdamaian di Ukraina, Gaza, dan Myanmar. Tujuannya adalah perdamaian dan persatuan dalam gereja dan dunia,” kata Pastor Martin.

Selain itu, Paus Leo juga berkomitmen untuk melanjutkan proses sinodal yang telah dimulai oleh pendahulunya. Ini menunjukkan keinginan untuk terus membangun Gereja yang lebih inklusif dan partisipatif, di mana semua suara dapat didengar dan dihargai.

Di akhir pertemuan, Pastor Martin memberikan kepada Paus salinan dua ikon yang tergantung di kapel novisiat Yesuit di Boston : “Kristus Pemberi Kehidupan” dan “Bunda Maria Cepat Mendengar”. Sebagai balasannya, Paus Leo memberikan beberapa rosario, kartu doa, dan berkatnya.

Pertemuan ini, meskipun singkat, mencerminkan semangat pembaruan dan keterbukaan yang terus berlanjut dalam Gereja Katolik di bawah kepemimpinan Paus Leo XIV, sebuah tanda harapan bagi banyak umat Katolik L.G.B.T.Q. yang mencari tempat dalam komunitas iman mereka.

Rian Pratama
Scroll to Top