Pemilihan Senat Amerika Serikat di Texas tahun 2026 bukan sekadar pertarungan politik biasa. Dua kandidat, Ken Paxton (Republik) dan James Talarico (Demokrat), menjadikan iman Kristen sebagai senjata utama kampanye mereka, namun dengan tafsiran yang bertolak belakang. Di negara bagian tempat dua pertiga populasi dewasa mengidentifikasi diri sebagai Kristen dan 45% menyebut agama sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mereka, pertarungan teologis ini punya bobot nyata di bilik suara.
Paxton meyakini Tuhan berada di sisinya secara personal. “Saya sungguh percaya Tuhan menyelamatkan saya, bukan karena saya orang hebat, melainkan karena Tuhan berdaulat dan melakukan apa yang Dia kehendaki,” ujarnya dalam podcast milik Lt. Gov. Dan Patrick, merujuk pada proses pemakzulan gagal tahun 2023 atas tuduhan korupsi. Ia bahkan menyamakan dirinya dengan tokoh-tokoh Alkitab yang tidak sempurna seperti Petrus, Paulus, dan Daud.
Dua wajah iman dalam arena kampanye
Talarico, seorang seminaris di Austin Presbyterian Theological Seminary yang sedang cuti studi, membawa pesan berbeda. Baginya, perintah Alkitab untuk mengasihi sesama mencakup seluruh spektrum manusia tanpa pengecualian. “Kitab Suci berkata kamu tidak bisa mengasihi Tuhan dan membenci sesama manusia. Kamu tidak bisa mengasihi Tuhan dan menindas si miskin,” katanya dalam sebuah khotbah yang diunggah di TikTok pada Desember 2025.
Perbedaan pandangan kedua kandidat tampak jelas dalam beberapa isu kunci :
- Aborsi : Paxton menentangnya atas dasar iman; Talarico menyatakan Yesus tidak pernah membahas aborsi dalam Injil.
- LGBTQ+ : Paxton menolak pernikahan sesama jenis; Talarico menegaskan semua manusia diciptakan menurut gambar Allah.
- Perintah Sepuluh Hukum di sekolah : Paxton mendukung dan membelanya di pengadilan; Talarico menyebutnya idolatri dan eksklusif.
- Nasionalisme Kristen : Paxton mendukung perpaduan agama dan pemerintahan; Talarico mengkritiknya sebagai ancaman kebebasan beragama.
Paxton menyebut pandangan Talarico bertentangan dengan ajaran Kristen historis dan berakar pada teologi liberal. Sebaliknya, dalam penampilannya di acara Late Show bersama Stephen Colbert, Talarico menegaskan bahwa “memaksakan agama kita ke tenggorokan orang lain bukanlah kasih.”
| Isu | Ken Paxton | James Talarico |
|---|---|---|
| Dasar kampanye | Nilai Kristen konservatif | Pluralisme dan kasih sesama |
| Peran Tuhan | Pelindung pribadinya | Melampaui semua partai politik |
| Pemisahan gereja-negara | Mempertanyakannya | Membelanya dengan tegas |
Sejarah dan konteks perdebatan iman di politik Amerika
Perdebatan soal tafsiran Kristen yang benar bukan hal baru. Elesha Coffman, profesor sejarah intelektual dan agama Amerika di Baylor University, menelusurinya hingga era Perang Saudara, ketika kubu pro-perbudakan dan abolisionis sama-sama mengklaim Alkitab membenarkan posisi mereka.
Aliansi antara Partai Republik dan Kristen konservatif sendiri berakar pada pembentukan Moral Majority dan Christian Coalition di akhir 1970-an hingga awal 1980-an, menurut Janine Giordano Drake, profesor sejarah di Indiana University. Adapun jajak pendapat Fox News terbaru menunjukkan 78% evangelis kulit putih memilih Paxton, sementara 51% pemilih terdaftar di Texas lebih memilih Talarico.
Heath Carter dari Princeton Theological Seminary mengingatkan bahwa klaim Tuhan berpihak pada kami muncul di berbagai gerakan sepanjang sejarah Amerika, dari serikat buruh abad ke-19 hingga gerakan hak sipil. Talarico sendiri menolak anggapan bahwa Yesus berpihak pada Demokrat atau Republik : “Yesus jauh lebih radikal dari partai politik mana pun.” Bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang tujuan nasionalis Kristen di Texas dan ambisi politik serta agama mereka, dinamika kampanye ini memberikan gambaran yang sangat relevan tentang ke mana arah percaturan iman dan kekuasaan di negara bagian terbesar kedua Amerika itu.
- Paus : Misa Minggu bentuk umat Katolik melalui ibadah - 15 Agustus 2026
- Kristen Israel takut pelecehan meningkat pasca serangan - 15 Agustus 2026
- Paxton dan Talarico : Pandangan Berbeda tentang Tuhan - 14 Agustus 2026




