Presiden Mott Community College dituduh mencoba mengonversi orang lain ke agama Kristen

Presiden Mott Community College dituduh mencoba mengonversi orang lain ke agama Kristen

Kontroversi menyelimuti Mott Community College setelah organisasi nirlaba yang memperjuangkan pemisahan gereja dan negara menuduh presiden institusi tersebut, Shaunda Richardson-Snell, melakukan upaya konversi agama Kristen kepada mahasiswa dan tamu. Americans United for Separation of Church and State mengirimkan surat resmi pada 12 Desember 2025 kepada dewan pengawas dan Richardson-Snell, memicu perdebatan tentang batasan antara keyakinan pribadi dan tanggung jawab profesional di lembaga pendidikan publik.

Insiden yang memicu tuduhan ini terjadi pada upacara sakral tahunan ke-33 Peace & Dignity Observance Sacred Ceremony yang diselenggarakan pada 13 Oktober 2025. Dalam konteks yang sangat sensitif ini, Richardson-Snell dilaporkan bertanya kepada Wayne Wilson, seorang anggota suku Navajo, apakah ia telah menerima “Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya”. Pertanyaan ini dilontarkan dalam kapasitasnya sebagai presiden perguruan tinggi negeri, bukan sebagai individu pribadi.

Reaksi komunitas pendidikan dan aktivis

Celia Perez Booth, mantan profesor dan penasihat akademik di Mott Community College sekaligus aktivis pelestarian budaya Meksiko-Indigenous, menyuarakan keprihatinannya dalam periode komentar publik pada pertemuan dewan bulan Oktober. Booth menggambarkan tindakan Richardson-Snell sebagai “menjijikkan” dan menambahkan bahwa masyarakat First Nations masih harus menanggung intrusi spiritual dari agama Kristen lebih dari 500 tahun kemudian. Pernyataan ini menyoroti sensitivitas historis terkait upaya konversi paksa terhadap penduduk asli Amerika.

Trustee Art Reyes mengakui bahwa situasi tersebut tidak pantas dan menyatakan telah menghubungi pihak yang terdampak untuk meminta maaf secara pribadi. Reyes juga mengungkapkan insiden terpisah di mana presiden diduga membuat pernyataan religius kepada seorang mahasiswa mengenai standar penggunaan kecerdasan buatan, menyebutkan konsep tentang “satu kebenaran” dan perjuangan antara dunia dengan iblis.

Implikasi hukum dan konstitusional

Ian Smith, pengacara staf dari Americans United, menjelaskan dalam suratnya bahwa memungkinkan presiden perguruan tinggi komunitas publik melakukan proselitisasi religius kepada mahasiswa, karyawan, atau pengunjung tidak hanya tidak menghormati keyakinan komunitas, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa mereka yang tidak mempraktikkan agama yang “difavoritkan secara resmi” adalah orang luar yang tidak diinginkan.

Jika Richardson-Snell menggunakan posisi pemerintahannya untuk proselitisasi, tindakan tersebut akan melanggar klausul pendirian Amandemen Pertama yang melarang pemerintah menyukai satu agama di atas agama lainnya. Smith meminta perguruan tinggi merespons surat tersebut dalam 30 hari dengan merinci bagaimana mereka berencana menangani pernyataan Richardson-Snell yang dituduhkan. Fenomena ini mengingatkan pada dinamika kompleks perjalanan spiritual individu dalam konteks agama di Amerika kontemporer.

Aspek Detail
Tanggal insiden utama 13 Oktober 2025
Tanggal surat pengaduan 12 Desember 2025
Organisasi penggugat Americans United for Separation of Church and State
Pelanggaran yang dituduhkan Klausul pendirian Amandemen Pertama

Presiden Mott Community College dituduh mencoba mengonversi orang lain ke agama Kristen

Pertemuan khusus dewan pengawas

Menanggapi komplain tersebut, tiga trustee – John Daly III, Kenyetta Dotson, dan Art Reyes – mengadakan pertemuan khusus dewan yang dijadwalkan untuk membahas “keluhan personel bertanggal 12 Desember 2025”. Dari tujuh trustee perguruan tinggi berbasis di Flint ini, hanya Reyes yang merespons permintaan komentar media.

Pertimbangan penting dalam kasus ini meliputi :

  • Perbedaan antara ekspresi keyakinan pribadi dan perilaku resmi
  • Tanggung jawab institusi pendidikan publik terhadap keberagaman spiritual
  • Perlindungan hak konstitusional semua anggota komunitas kampus
  • Sensitivitas historis terhadap upaya konversi paksa populasi pribumi

Richardson-Snell dan juru bicara Mott Community College belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan ini. Kasus ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam menyeimbangkan kebebasan beragama individu dengan kewajiban institusi publik untuk tetap netral secara religius di lingkungan pendidikan yang semakin beragam.

jose
Scroll to Top