Kehadiran pengaruh Kristen konservatif Amerika dalam politik Britania Raya mulai mengkhawatirkan banyak pengamat. Organisasi seperti Alliance Defending Freedom telah meningkatkan pengeluarannya di wilayah Inggris hingga dua kali lipat sejak 2020, sembari memperluas timnya empat kali lipat. Kelompok advokasi legal asal Amerika Serikat ini dikenal karena perannya dalam membatalkan putusan Roe v Wade dan kini mengekspor strateginya ke tanah Inggris. Melalui dukungan hukum kepada individu Kristen konservatif yang menghadapi masalah terkait zona penyangga klinik aborsi, ADF berusaha menggeser opini publik mengenai hak reproduksi perempuan secara bertahap namun sistematis.
Munculnya tokoh politik dengan retorika religius
Perubahan lanskap politik sayap kanan Inggris terlihat jelas melalui sejumlah figur kunci. Danny Kruger, mantan anggota parlemen Konservatif yang kemudian bergabung dengan Reform, berbicara tentang perlunya pemulihan Britania melalui kebangkitan politik Kristen. James Orr, teolog konservatif yang dijuluki sebagai “raja filsuf Inggris” milik JD Vance, kini menjabat sebagai penasihat senior partai Reform. Kedua tokoh ini memiliki kesamaan penting : mereka berdua adalah konvertan dewasa ke Kekristenan evangelikal konservatif dan aktif dalam kehidupan gereja mereka.
Nigel Farage, pemimpin Reform, semakin sering menyerukan kembalinya nilai-nilai “Judeo-Kristen”. Dia bahkan menyebut batas aborsi 24 minggu di Inggris sebagai “sangat konyol”. Retorika semacam ini mencerminkan strategi yang telah terbukti efektif di Amerika Serikat, di mana gerakan New Right pada tahun 1970-an menggunakan isu aborsi untuk menyatukan berbagai faksi konservatif. Pola serupa kini mulai terlihat di Britania Raya, dengan dinamika politik religius yang semakin kompleks.
| Tokoh | Afiliasi politik | Peran dalam gerakan |
|---|---|---|
| Danny Kruger | Reform UK | Advokat politik Kristen |
| James Orr | Penasihat Reform | Teolog konservatif |
| Tommy Robinson | Aktivis sayap kanan | Penggerak massa evangelikal |
Transformasi dari etnisitas menuju identitas religius
Tommy Robinson menunjukkan evolusi penting dalam strategi politik sayap kanan Eropa. Setelah memeluk Kekristenan evangelikal di penjara, dia mengorganisir pawai “unite the kingdom” pada September dengan simbol Kristen yang melimpah. Pastor naik ke panggung untuk memberikan pidato dan memimpin lagu-lagu pujian, meniru gaya politik massa evangelikal Amerika. Pergeseran dari penekanan etnisitas ke penekanan agama ini memungkinkan kelompok sayap kanan untuk membingkai Kekristenan sebagai sinonim dari identitas kulit putih, meskipun agama Kristen berasal dari Timur Tengah.
Kruger berpendapat bahwa Islam “bergerak ke dalam ruang yang telah ditinggalkan Kekristenan”, memberikan lapisan religius pada kekhawatiran tentang imigrasi. Pendekatan ini menyederhanakan kedua agama yang sangat kompleks dan heterodoks. Seperti yang ditulis Edward Said, untuk mengadu peradaban, seseorang harus mengubahnya menjadi entitas tertutup yang dimurnikan dari berbagai arus yang sebenarnya menggerakkan sejarah manusia.
Kerentanan generasi muda terhadap propaganda konservatif
Meskipun mayoritas rakyat Inggris mendukung legalitas aborsi, survei terbaru menunjukkan kerentanan mengkhawatirkan. Hanya kurang dari setengah pria berusia 16-34 tahun yang percaya bahwa aborsi harus legal dalam semua atau sebagian besar kasus, dibandingkan dengan 82% pria berusia 55-77 tahun. Kesenjangan generasional ini dapat dieksploitasi oleh gerakan konservatif.
ADF UK tidak hanya memberikan bantuan hukum tetapi juga melakukan lobi aktif. Berkat intervensinya, Farage mendapat kesempatan tampil hampir tiga jam di hadapan komite kehakiman DPR Washington DC, menggambarkan situasi “otoriter yang mengerikan” bagi kebebasan berbicara di Inggris. Organisasi ini juga melatih kelompok mahasiswa, mengadakan seminar tentang kebebasan berbicara di kampus, dan berkontribusi pada media penyiaran serta pers sayap kanan.
Beberapa indikator perlawanan internal mulai muncul. Neville Watson, satu-satunya ketua cabang Reform UK yang berkulit hitam, membelot ke Christian People’s Alliance setelah terkejut dengan kehadiran Islamofobia yang kuat di pawai “unite the kingdom”. Dia menyatakan bahwa para peserta mempromosikan “ideologi yang tidak Kristen”. Watson, yang dibesarkan dalam tradisi evangelikal konservatif, menekankan perspektif “kasihi sesamamu”. Pertarungan makna Kekristenan dalam sayap kanan keras ini bisa memiliki implikasi signifikan bagi masa depan gerakan tersebut.
- Mayoritas pemilih Katolik dukung Trump dan deportasi meski uskup khawatir - 13 Desember 2025
- Leo dan Bartholomew di Nicaea : kisah pertemuan bersejarah dua tokoh penting - 11 Desember 2025
- Katolik Timur di Amerika Serikat : tinjauan statistik dan jumlah umat - 3 Desember 2025




