Bayangkan saja : apakah kita benar-benar tahu ?

Wanita berbaju putih meditasi dengan galaksi dan cahaya biru

Setiap hari, jutaan orang Kristen membaca Alkitab, tetapi berapa banyak yang benar-benar memandang Kristus di balik setiap halaman ? Pertanyaan ini bukan retorika kosong. Nancy Guthrie, penulis dan pengajar Alkitab terkemuka, telah mendedikasikan lebih dari dua dekade untuk menjawabnya melalui konsep yang ia sebut Beholding Christ.

Konsep ini sederhana secara kata, tetapi dalam secara teologis. Beholding bukan sekadar membaca atau mengetahui fakta tentang Yesus. Ini adalah tindakan menatap dengan penuh perhatian dan kekaguman, seperti seseorang yang berdiri di depan karya seni besar dan tidak terburu-buru berpaling.

Makna teologis dari memandang Kristus dalam Alkitab

Dalam 2 Korintus 3 :18, Paulus menulis bahwa kita semua, dengan muka yang tidak berselubung, mencerminkan kemuliaan Tuhan dan diubah menjadi serupa dengan gambaran-Nya. Ayat ini adalah fondasi dari seluruh konsep Beholding Christ. Artinya, transformasi karakter Kristen bukan hasil dari usaha moral semata, melainkan hasil dari paparan terus-menerus terhadap kemuliaan Kristus.

Nancy Guthrie menekankan bahwa Alkitab, dari Kejadian hingga Wahyu, adalah satu narasi besar yang menunjuk kepada satu Pribadi. Ini bukan sekadar pendekatan hermeneutis. Ini adalah klaim yang mengubah cara kita membaca setiap teks. Berikut adalah beberapa cara konkret konsep ini bekerja :

  • Membaca Perjanjian Lama bukan sebagai kumpulan aturan, tetapi sebagai bayangan yang menunjuk kepada Kristus sebagai penggenapannya.
  • Melihat pengorbanan domba di Imamat sebagai pratanda langsung dari karya salib.
  • Memahami raja-raja Israel seperti Daud sebagai gambaran tidak sempurna dari Raja yang jauh lebih besar.
  • Membaca nabi-nabi bukan hanya sebagai prediksi, tetapi sebagai kerinduan kolektif akan Mesias.

Frankly, pendekatan ini mengubah segalanya. Alkitab tidak lagi terasa seperti kumpulan teks yang terpisah-pisah. Ia menjadi satu kisah yang koheren dan hidup.

Teks Alkitab Gambaran konvensional Perspektif Beholding Christ
Kejadian 22 (Abraham dan Ishak) Kisah ketaatan Abraham Bayangan pengorbanan Bapa atas Anak-Nya
Yosua 2 (Rahab dan tali merah) Kisah perlindungan mata-mata Simbol darah Kristus yang menyelamatkan
Mazmur 22 Ratapan Daud dalam penderitaan Suara Kristus di kayu salib

Relevansi nyata bagi kehidupan Kristen hari ini

Mengapa ini penting secara praktis ? Karena cara kita memandang Kristus menentukan cara kita hidup. Seorang Kristen yang hanya mengenal Yesus sebagai teladan moral akan kelelahan. Sebaliknya, seseorang yang benar-benar memandang Kristus dalam kemuliaan-Nya akan mengalami perubahan dari dalam.

Perspektif ini juga sangat relevan dalam percakapan lintas generasi tentang iman. Misalnya, pelayanan John Piper selama lebih dari 40 tahun juga bertumpu pada prinsip serupa : kesenangan dalam Allah lahir dari memandang Kristus, bukan dari mengikuti daftar aturan.

Untuk menerapkan konsep ini secara konkret, coba satu langkah sederhana : setiap kali membaca Perjanjian Lama, tanyakan “Di mana Kristus dalam teks ini ?”. Bukan secara artifisial, tetapi dengan kepekaan teologis. Hasilnya akan mengejutkan. Dalam waktu 30 hari saja, cara pandang terhadap seluruh Alkitab bisa berubah drastis. Iman bukan lagi soal pengetahuan, melainkan soal perjumpaan yang terus diperbarui dengan Pribadi yang sama kemarin, hari ini, dan selamanya.

Bayangkan saja : apakah kita benar-benar tahu ?

jose
Scroll to Top