Billy Graham mendirikan Christianity Today pada 1956 bersama teolog Carl Henry. Hampir tujuh dekade kemudian, media injili paling berpengaruh di Amerika itu tengah menghadapi gejolak internal yang sulit disembunyikan. Pergantian pemimpin redaksi yang terus-menerus, pemutusan hubungan kerja massal, dan perubahan arah strategi yang mendadak, semua terjadi hanya dalam rentang waktu singkat.
Enam pemimpin redaksi dalam tujuh tahun : kronologi kekacauan di Christianity Today
Fakta paling mengejutkan muncul dari satu angka sederhana. Dalam kurang dari tujuh tahun, Christianity Today telah berganti pemimpin redaksi sebanyak enam kali. Berikut urutannya :
- Mark Galli
- Daniel Harrell
- Tim Dalrymple
- Russell Moore
- Marvin Olasky
- Erik Petrik (terkini)
Pengumuman resmi pada 2 Oktober 2026 menyebut penunjukan Petrik sebagai “chief content officer dan pemimpin redaksi baru” dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 majalah itu. Pernyataan tersebut dibingkai sebagai selebrasi. Kenyataannya jauh berbeda.
Bersamaan dengan pengumuman itu, 20% dari seluruh staf dipecat, termasuk 40% dari tim editorial. Andy Olsen, jurnalis berprestasi yang menjabat direktur editorial untuk liputan berita, termasuk di antara yang terdampak. Tak lama setelah itu, Wakil Editor Bonnie Kristian mengumumkan pengunduran dirinya. Ini bukan gelombang PHK pertama : dua putaran pemotongan staf sebelumnya, pada Maret dan September 2025, sudah menghilangkan sekitar 20 orang lainnya.
Erik Petrik sendiri bukan jurnalis. Latar belakangnya mencakup film, pelayanan pastoral, dan kewirausahaan. Presiden baru CT, Nicole Martin, berargumen bahwa profil Petrik cocok dengan visi transformasi CT menjadi “organisasi media komprehensif” yang mencakup konten audio, video, dan berbagai platform digital, termasuk CT Media, Inkwell, dan CT Leaders.
Pembalikan strategi dan bakat yang hilang : apa yang sebenarnya terjadi ?
Marvin Olasky direkrut dengan satu tujuan eksplisit : meningkatkan kualitas jurnalistik CT melalui tim penulis yang terlatih secara reportase. Keputusan baru ini membalik seluruh visi tersebut. Martin menjelaskan, “CT secara historis merekrut editor staf, yang kemudian memungkinkan kami mendapatkan penulis hebat dari komunitas injili yang lebih luas. Kami kembali ke model itu.”
Ini adalah pernyataan yang perlu dicermati dengan serius. Tulisan opini bukanlah komoditas langka di ekosistem media saat ini. Sebaliknya, jurnalisme investigatif yang turun ke lapangan adalah sesuatu yang benar-benar sulit ditemukan, terutama di media berbasis iman. CT justru membuang kapabilitas yang membedakannya dari hampir semua publikasi Kristen lainnya.
| Nama | Jabatan | Status |
|---|---|---|
| Marvin Olasky | Pemimpin redaksi | Pergi |
| Bonnie Kristian | Wakil editor | Mengundurkan diri |
| Andy Olsen | Direktur editorial berita | Dipecat |
| Clarissa Moll | Penulis/editor | Pergi |
| Sho Baraka | Kontributor | Pergi |
Beberapa mantan staf menyebut bahwa liputan investigatif yang dilakukan CT dalam beberapa tahun terakhir membuat sejumlah anggota dewan dan donatur merasa tidak nyaman. Martin membantah tegas adanya tekanan semacam itu : “Narasi yang menyatakan perubahan ini terjadi akibat tekanan dari anggota dewan, donatur, atau pengiklan adalah tidak benar.”
Frankly, pernyataan itu sulit diterima begitu saja ketika melihat daftar nama yang hengkang. Terlalu banyak talenta terbaik yang keluar dalam waktu singkat untuk sekadar disebut “restrukturisasi biasa”. Martin berdalih bahwa perubahan ini menyesuaikan proyeksi pengeluaran dengan proyeksi pendapatan menjelang tahun fiskal 2027. Namun justifikasi finansial tidak menjawab pertanyaan strategis yang lebih mendasar : ke mana arah CT sesungguhnya ?
Dunia membutuhkan media berbasis iman yang berani, tajam, dan independen. Apakah CT yang baru ini mampu memenuhi peran itu, masih sangat terbuka untuk diperdebatkan.
- Bayangkan saja : apakah kita benar-benar tahu ? - 15 Oktober 2026
- Uskup militer AS desak eksepsi eksekusi tembakan - 14 Oktober 2026
- Chaos at Christianity Today : analisis mendalam - 13 Oktober 2026




