Diarmaid MacCulloch tentang Kekristenan, seks, dan fakta yang mengejutkan (Ep. 268)

Diarmaid MacCulloch tentang Kekristenan, seks, dan fakta yang mengejutkan (Ep. 268)

Tyler Cowen baru-baru ini mewawancarai Diarmaid MacCulloch, salah satu sejarawan gereja paling terkemuka di dunia, dalam percakapan yang mendalam tentang hubungan kompleks antara agama Kristen, seksualitas, dan pernikahan sepanjang sejarah. MacCulloch, profesor emeritus Sejarah Gereja di Oxford, membagikan perspektif yang menarik tentang bagaimana institusi keagamaan telah membentuk dan dibentuk oleh norma-norma sosial selama dua milenium.

Akar monogami dan persamaan gender dalam tradisi Kristen

Berbeda dengan pandangan umum, korelasi antara monoteisme dan monogami tidak sesederhana yang sering diasumsikan. MacCulloch menjelaskan bahwa Yudaisme, sebagai agama monoteistik, justru mempraktikkan poligini hingga abad ke-20 di komunitas-komunitas tertentu. Praktik monogami dalam Kekristenan sebenarnya lebih dipengaruhi oleh peradaban Yunani dan Romawi yang sudah menganut sistem pernikahan monogami jauh sebelum agama Kristen muncul.

Yang lebih mengejutkan adalah bagaimana Kekristenan awal memperkenalkan konsep kesetaraan gender yang revolusioner. Baptisan, sebagai ritual inisiasi Kristen, berlaku untuk pria dan wanita, berbeda dengan sunat dalam tradisi Yahudi yang eksklusif untuk laki-laki. Paulus, dalam suratnya kepada jemaat Korintus, menulis sesuatu yang sangat radikal untuk zamannya : tubuh suami bukan miliknya sendiri tetapi milik istrinya, dan sebaliknya. Pernyataan ini mencerminkan pemahaman bahwa pernikahan adalah hubungan fisik yang setara, meskipun ide ini kemudian diabaikan oleh banyak generasi teolog selanjutnya.

Periode Status Perempuan Praktik Utama
Kekristenan Awal (1-3 M) Relatif setara dalam baptisan Baptisan universal
Abad Pertengahan (12-15 M) Subordinasi meningkat Selibat klerus
Era Modern (19-21 M) Peningkatan kesetaraan Ordinasi perempuan

Revolusi liturgi abad ke-12 dan dampaknya terhadap pernikahan

Abad ke-12 menandai transformasi dramatis dalam pemahaman seksualitas Kristen. Perubahan ini berakar pada evolusi pemahaman tentang Ekaristi. Ketika Gereja Barat mulai menekankan bahwa roti dan anggur benar-benar menjadi tubuh dan darah Kristus melalui tindakan imam, muncul desakan agar imam yang melakukan ritual suci ini harus sesuci mungkin. Kemurnian ini kemudian diidentikkan dengan selibat.

Keputusan untuk mewajibkan selibat bagi semua klerus Barat memiliki konsekuensi yang tidak terduga. Jika para imam harus selibat seperti biarawan, maka kaum awam menjadi satu-satunya kelompok yang mempraktikkan seksualitas. Hal ini menciptakan pemahaman baru bahwa pernikahan harus terbuka pada kemungkinan prokreasi. Sebelum abad ke-12, terdapat banyak contoh pernikahan Kristen yang sengaja selibat, seperti kisah Santo Etheldreda yang menikah dua kali dengan raja Anglo-Saxon namun menolak hubungan seksual.

Periode ini juga memperkenalkan konsep revolusioner tentang persetujuan dalam pernikahan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kristen, persetujuan pasangan menjadi elemen penting dalam validitas pernikahan, bukan hanya kesepakatan antara ayah mempelai pria dan ayah mempelai wanita. Perubahan ini, meskipun memakan waktu 1.200 tahun untuk terwujud, menandai langkah signifikan menuju konsepsi pernikahan modern yang berbasis pada pilihan individual.

Ledakan pembangunan katedral dan industri doa

Abad ke-12 dan ke-13 menyaksikan pembangunan katedral megah di seluruh Eropa Barat yang masih berdiri hingga kini. MacCulloch menjelaskan fenomena ini sebagai hasil dari sistem teologis yang kompleks. Gereja Barat mengembangkan konsep api penyucian (purgatorium), kondisi antara surga dan neraka di mana jiwa-jiwa dapat dimurnikan melalui doa-doa umat yang masih hidup. Katedral dan biara-biara menjadi pabrik doa yang dibiayai oleh kaum bangsawan yang membutuhkan intervensi spiritual karena profesi mereka melibatkan pertumpahan darah.

  • Sistem paroki yang mencakup seluruh Eropa dengan jangkauan satu hari berjalan kaki
  • Altar samping berganda di biara-biara untuk misa pribadi bagi para dermawan
  • Integrasi pastoral yang memberikan perawatan spiritual kepada seluruh populasi
  • Hierarki episkopal terorganisir dengan katedral sebagai pusat keuskupan

Diarmaid MacCulloch tentang Kekristenan, seks, dan fakta yang mengejutkan (Ep. 268)

Agung
Scroll to Top