FBI selidiki penembakan di Gereja Annunciation sebagai kejahatan kebencian terhadap umat Katolik

FBI selidiki penembakan di Gereja Annunciation sebagai kejahatan kebencian terhadap umat Katolik

Penembakan brutal di Gereja Annunciation di Minneapolis pada Rabu pagi telah diklasifikasikan oleh FBI sebagai tindakan terorisme dan kejahatan kebencian yang menargetkan umat Katolik. Insiden tragis ini merenggut nyawa dua anak dan melukai 17 orang lainnya, mengguncang komunitas lokal dan menarik perhatian nasional.

Investigasi FBI tentang serangan berdarah di Annunciation

Biro Penyelidikan Federal (FBI) mengumumkan pada Rabu sore bahwa mereka menyelidiki penembakan massal di Sekolah Katolik Annunciation sebagai tindakan terorisme dan kejahatan yang didasari kebencian terhadap umat Katolik. Pejabat FBI berjanji akan terus memberikan pembaruan kepada publik mengenai investigasi yang sedang berlangsung ini.

Tragedi ini terjadi pada hari Rabu pagi ketika seorang penembak membidik jendela-jendela gereja dari luar saat anak-anak sedang beribadah. Pelaku yang kemudian diidentifikasi sebagai Robin Westman, mengenakan pakaian hitam dan dipersenjatai dengan senapan, pistol, dan senapan berburu saat menembakkan peluru ke arah anak-anak yang duduk di bangku gereja selama minggu pertama mereka kembali ke sekolah.

Menurut sumber kepolisian, Westman tidak memiliki riwayat kriminal yang ekstensif dan diyakini bertindak sendirian. Setelah melakukan penembakan, pelaku mengakhiri hidupnya dengan senjata api yang dibawanya.

Korban Usia Status
Anak-anak 8 dan 10 tahun Meninggal dunia
15 anak dan 3 dewasa Bervariasi (termuda 6 tahun) Luka-luka

Kasus ini menambah keprihatinan nasional tentang meningkatnya kelompok ekstrem kanan memanipulasi Kristen sebagai senjata, para ahli memperingatkan tentang potensi peningkatan kekerasan yang menargetkan komunitas keagamaan tertentu.

Profil pelaku dan motif di balik serangan

Robin Westman, yang diidentifikasi sebagai pelaku penembakan, memiliki koneksi dengan institusi tersebut. Berdasarkan informasi yang dikonfirmasi oleh FOX 9, ibu Westman sebelumnya pernah bekerja di Annunciation. Fakta ini menimbulkan pertanyaan tentang motif di balik serangan terhadap komunitas Katolik tersebut.

Dokumen pengadilan yang diperoleh dari Kabupaten Dakota mengungkapkan bahwa pada tahun 2019, ibu Westman mengajukan permohonan untuk mengubah nama anaknya dari Robert menjadi Robin. Menurut berkas perubahan nama tersebut, Westman mengidentifikasi dirinya “sebagai perempuan dan ingin namanya mencerminkan identifikasi tersebut.”

Seorang siswa Gereja dan Sekolah Annunciation di Minneapolis mengenang serangan tersebut dengan mengisahkan bagaimana temannya tertembak di punggung selama serangan yang “sangat menakutkan” pada Rabu pagi itu. Kesaksian dari para korban dan saksi mata menjadi bagian penting dalam investigasi yang sedang berlangsung.

Berikut adalah kronologi singkat kejadian berdasarkan keterangan saksi :

  1. Penembakan dimulai saat anak-anak sedang beribadah pagi
  2. Pelaku menembak dari luar melalui jendela gereja
  3. Petugas keamanan dan guru-guru bergegas mengevakuasi anak-anak
  4. Tim tanggap darurat tiba beberapa menit kemudian
  5. Pelaku ditemukan tewas akibat luka tembak yang dilakukan sendiri

FBI selidiki penembakan di Gereja Annunciation sebagai kejahatan kebencian terhadap umat Katolik

Respons pemerintah dan masyarakat

Sebagai bentuk penghormatan kepada korban yang tewas di Sekolah Katolik Annunciation, Gubernur Tim Walz memerintahkan agar semua bendera Amerika Serikat dan Minnesota dikibarkan setengah tiang di semua gedung negara “segera”. Tindakan ini menunjukkan solidaritas nasional terhadap komunitas Katolik yang menjadi target serangan.

“Minnesota berduka atas penembakan tidak masuk akal yang terjadi pagi ini,” kata Gubernur Walz. “Saya berdoa untuk anak-anak dan guru-guru kita yang minggu pertama sekolahnya ternodai oleh tindakan kekerasan mengerikan ini. Kepada para petugas dan responden pertama, para rohaniwan dan guru yang memberikan penghiburan, serta staf rumah sakit yang menyelamatkan nyawa – terima kasih. Kita akan melewati ini bersama-sama.”

Serangan ini telah memicu diskusi nasional tentang keamanan di institusi keagamaan dan kebutuhan untuk melindungi kelompok agama dari tindak kekerasan bermotif kebencian. Para pemimpin masyarakat dan agama di seluruh negeri telah menyuarakan keprihatinan mereka dan menyerukan tindakan untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.

Sementara komunitas Minneapolis masih berduka, banyak warga yang berkumpul di sekitar sekolah dan gereja untuk meletakkan bunga, menyalakan lilin, dan berdoa bagi para korban dan keluarga mereka. Upaya pemulihan trauma juga sedang diorganisir untuk membantu anak-anak dan keluarga yang terkena dampak peristiwa mengerikan ini.

Rian Pratama
Scroll to Top