Sebanyak 13 gereja Katolik di wilayah East Bay, California, resmi diumumkan akan ditutup pada Rabu, 29 April 2026. Pengumuman ini datang langsung dari Uskup Oakland, Michael Barber, melalui surat resmi kepada seluruh umat Diosis Oakland. Keputusan berat ini bukan sekadar penutupan bangunan — ini menyentuh langsung komunitas yang selama puluhan tahun menjadikan gereja-gereja tersebut sebagai pusat kehidupan rohani mereka.
Dari total 80 paroki yang tersebar di seluruh wilayah, kota Oakland saja memiliki 19 gereja dan pusat pastoral. Mayoritas penutupan terkonsentrasi di sana, ditambah empat gereja di Alameda County dan dua di Contra Costa County.
Daftar lengkap gereja yang akan ditutup
Berikut 13 gereja yang masuk dalam daftar penutupan Diosis Oakland :
- Mary Help of Christians, Oakland
- Our Lady of Guadalupe (Blacow Road), Fremont
- Our Lady of Lourdes, Oakland
- Sacred Heart, Oakland
- St. Albert the Great, Alameda
- St. Andrew Kim Korean Pastoral Center, Oakland
- St. Augustine, Oakland
- St. Barnabas, Alameda
- St. Paschal Baylon, Oakland
- St. Patrick, Oakland
- St. Rose of Lima, Crockett
- St. Stephen, Walnut Creek
- Transfiguration, Castro Valley
Jadwal pasti penutupan masing-masing gereja belum ditetapkan. Pihak diosis menyatakan bahwa setiap lokasi bersifat unik, sehingga para pemimpin paroki akan bertemu dalam waktu dekat untuk merancang rencana transisi. Tujuannya agar umat bisa menemukan lokasi lain untuk merayakan iman mereka tanpa kehilangan komunitas.
Krisis ganda : keuangan dan penurunan umat
Sejak awal 2010-an, kehadiran umat dalam Misa di Diosis Oakland terus merosot. Kondisi ini membawa efek domino : partisipasi dalam tradisi Katolik melemah, sekolah-sekolah paroki kesulitan bertahan, dan banyak gereja mulai bergantung pada penyewaan lahan parkir atau gedung sekolah kosong untuk menutup biaya operasional. Frankly, situasi ini sudah tidak bisa ditoleransi lebih lama.
Barber menyebutnya sebagai bagian dari Mission Alignment Process — sebuah pembaruan misi gereja agar operasionalnya selaras dengan panggilan sucinya. “Status quo tidak lagi berkelanjutan,” tegasnya dalam surat tersebut. Ia juga mencatat bahwa jumlah imam yang ditugaskan di 80 paroki kini berada di titik terendah sepanjang sejarah diosis.
| Masalah | Detail |
|---|---|
| Penurunan umat | Berlangsung sejak awal 2010-an, berdampak pada sekolah dan keuangan paroki |
| Kekurangan imam | Jumlah terendah dalam sejarah untuk 80 paroki |
| Kebangkrutan | Chapter 11 diajukan tahun 2023 akibat ratusan gugatan pelecehan seksual |
| Estimasi kewajiban | USD 100 juta hingga USD 500 juta kepada 200–999 kreditur |
Di balik krisis pastoral ini tersimpan tekanan hukum yang sangat besar. Pada 2023, Diosis Oakland mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 menyusul ratusan gugatan terkait dugaan pelecehan seksual oleh para imam selama beberapa dekade. Estimasi kewajiban finansial berkisar antara 100 juta hingga 500 juta dolar AS, dengan jumlah kreditur antara 200 hingga 999 pihak. Barber mengakui proses ini dalam suratnya dan menegaskan bahwa diosis sedang mencari persetujuan pengadilan kebangkrutan untuk rencana reorganisasinya.
Hasil penjualan properti gereja yang ditutup akan dikelola secara langsung oleh uskup bersama para pastor terkait. Fenomena ini bukan terjadi di Oakland saja — penurunan jumlah umat Katolik di Amerika Serikat memang sudah menjadi tren yang mengkhawatirkan di berbagai diosis besar selama satu dekade terakhir. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah penutupan bisa dihindari, melainkan bagaimana komunitas yang tersisa bisa menemukan pijakan baru yang solid.
- Gereja di Oakland : 13 tempat ibadah ditutup - 1 Mei 2026
- Katolik Swiss keluar dari masalah pencemaran Ekaristi - 29 April 2026
- Paus Leo membangkitkan Kristen progresif yang dapat bangkit kembali - 26 April 2026




