Mamdani mengecewakan umat Katolik untuk ketiga kalinya

Mamdani mengecewakan umat Katolik untuk ketiga kalinya

Walikota New York City Zohran Mamdani kembali menimbulkan kontroversi setelah untuk ketiga kalinya mengabaikan komunitas Katolik dalam berbagai acara penting. Sikap ini menunjukkan pola yang mengkhawatirkan, terutama mengingat bahwa satu dari tiga penduduk New York adalah Katolik, menjadikan mereka komunitas agama terbesar di kota tersebut. Keputusan Mamdani untuk tidak melibatkan pemimpin Katolik dalam acara-acara resminya menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmennya terhadap keberagaman dan inklusi yang selama ini ia gembar-gemborkan.

Absennya perwakilan gereja dalam acara resmi

Dalam upacara pelantikannya sebagai walikota, perwakilan klerus dari berbagai agama hadir untuk memberikan dukungan. Namun, tidak ada satu pun imam Katolik yang diundang atau hadir dalam momen bersejarah tersebut. Situasi serupa terulang pada acara Interfaith Breakfast yang diselenggarakan pada 6 Februari, di mana berbagai pemimpin agama berkumpul namun sekali lagi tanpa kehadiran representasi Katolik.

Yang lebih mengejutkan adalah keputusan beberapa organisasi terkemuka untuk menarik dukungan mereka dari acara tersebut. Berikut adalah organisasi-organisasi yang mundur sebagai sponsor :

  • UJA-Federation of New York yang sebelumnya aktif mendukung acara ini
  • New York Board of Rabbis yang biasanya berpartisipasi dalam dialog antaragama
  • Anti-Defamation League yang dikenal sebagai organisasi advokasi hak-hak sipil

Keputusan kolektif ini mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap arah kepemimpinan Mamdani dan pendekatan selektifnya terhadap keterlibatan komunitas agama.

Penolakan menghadiri pelantikan uskup agung

Insiden ketiga terjadi ketika Mamdani, yang telah diundang secara resmi, memilih untuk tidak menghadiri upacara instalasi Uskup Agung New York yang baru. Tradisi lama menetapkan bahwa walikota kota selalu hadir dalam acara penting ini sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas dengan komunitas Katolik yang besar.

Acara instalasi dimulai beberapa jam setelah Interfaith Breakfast di New York Public Library. Jarak antara lokasi tersebut dengan Katedral St. Patrick sangat dekat, hanya berjalan kaki singkat menyusuri Fifth Avenue. Mamdani dengan mudah bisa hadir, namun ia memilih untuk melanjutkan agenda rutinnya seolah tidak ada kewajiban moral atau protokoler yang perlu dipenuhi.

Acara Tanggal Kehadiran Katolik Status Mamdani
Pelantikan Walikota Januari 2026 Tidak ada imam Tuan rumah
Interfaith Breakfast 6 Februari 2026 Tidak ada representasi Penyelenggara
Instalasi Uskup Agung 6 Februari 2026 Acara Katolik utama Tidak hadir

Mamdani mengecewakan umat Katolik untuk ketiga kalinya

Ketegangan dengan komunitas agama New York

Masalah Mamdani tidak terbatas pada komunitas Katolik saja. Ia juga menghadapi kritik keras dari warga Yahudi New York karena posisinya yang kontroversial terkait konflik Timur Tengah. Dukungannya terhadap gerakan Boycott, Divestment and Sanctions menunjukkan sikap politik yang memecah belah komunitas kota yang beragam ini.

Pengamat politik mencatat bahwa dalam waktu lebih dari sebulan menjabat, Mamdani telah mengirimkan sinyal jelas kepada umat Katolik bahwa mereka tidak diterima dalam visinya tentang New York. Pendekatannya terhadap isu-isu sosial kontroversial seperti aborsi, pernikahan sesama jenis, dan kebijakan terkait identitas gender bertentangan langsung dengan ajaran Katolik, yang mungkin menjelaskan keengganannya untuk berinteraksi dengan pemimpin agama tersebut.

Situasi ini berkembang menjadi sesuatu yang serius dan belum pernah dialami warga New York sebelumnya, menandai era baru dalam hubungan antara pemerintah kota dan komunitas agama terbesar di metropolitan ini.

Agung
Scroll to Top