Paus Leo XIV baru-baru ini mengirimkan pesan khusus kepada umat Katolik Bizantium di Amerika Serikat, tepat saat Majelis Metropolitan ketiga Arkheparki Katolik Bizantium Pittsburgh dimulai. Dalam pesannya tertanggal 12 Juli 2025, Paus menekankan bagaimana pertemuan mereka menjadi “tanda nyata persekutuan dalam Gereja” yang mempersatukan klerus dan awam dari seluruh Gereja Metropolitan Pittsburgh.
Pesan spiritual Paus Leo kepada komunitas Bizantium
Majelis Metropolitan yang diselenggarakan di Gereja Bizantium Santa Maria di Whiting, Indiana berlangsung dari 16-20 Juli 2025. Acara penting ini diselenggarakan oleh Uskup Agung Metropolitan, William Skurla, bersama Dewan Hierarki. Tujuan utama dari Majelis ini adalah untuk menjadi landasan persatuan, refleksi, dan pembaruan spiritual yang mempertemukan para imam dan awam dari seluruh Gereja Metropolitan Pittsburgh.
Dalam pesannya, Paus Leo XIV menyoroti tema Majelis tahun ini: “Mari, kita menyembah dan bersujud di hadapan Kristus”. Menurut beliau, tema ini “memberikan kesempatan berharga untuk tumbuh dalam persatuan dan menegaskan kembali komitmen kepada Tuhan.” Melalui perayaan liturgi, doa, dan dialog selama Majelis, komunitas Bizantium dapat melanjutkan kesaksian mereka yang teguh kepada Kristus dan pewartaan Injil dalam tradisi dinamis Gereja Katolik Bizantium.
Paus Leo juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesaksian para pendahulu Majelis yang telah mendirikan komunitas Bizantium di seluruh Amerika Utara di tengah kesulitan dan masa depan yang tidak pasti. “Warisan mereka berlanjut dalam keberanian kalian merangkul pembaruan pastoral, yang berakar pada kesetiaan terhadap warisan kalian,” ujar Paus.
Di akhir pesannya, Paus Leo menekankan kedekatan spiritualnya dengan komunitas Bizantium di Amerika Serikat dan mempercayakan Majelis ini kepada Perawan Maria. Beliau memberikan Berkat Apostoliknya kepada Majelis dan semua orang di Arkheparki “sebagai janji kebijaksanaan, sukacita, dan kedamaian dalam Tuhan.”
Sejarah dan perkembangan Arkheparki Pittsburgh
Arkheparki Pittsburgh merupakan salah satu dari dua arkheparki di Amerika Serikat, yang lainnya adalah Keuskupan Agung Katolik Ukraina di Philadelphia. Arkheparki adalah keuskupan utama dari provinsi gerejawi Katolik Timur. Arkheparki Pittsburgh memiliki akar sejarah yang dimulai pada tahun 1924 sebagai Eksarkat Katolik Yunani pertama di negara tersebut.
Menurut Catholic Near East Welfare Association, terdapat sekitar 300.000 umat dalam Gereja Katolik Bizantium Ruthenian di Amerika Serikat. Katholisisme terus berkembang di lebih dari separuh wilayah AS sejak Paus Leo XIV terpilih, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan terutama di komunitas Bizantium.
Berikut adalah struktur hierarki Gereja Katolik Bizantium di Amerika Utara:
- Arkheparki Pittsburgh (Ruthenian)
- Keuskupan Parma
- Keuskupan Passaic
- Keuskupan Phoenix
- Eksarkat Toronto (Kanada)
| Tahun | Peristiwa Penting |
|---|---|
| 1924 | Pendirian Eksarkat Katolik Yunani pertama di AS |
| 1963 | Peningkatan status menjadi Arkheparki Metropolitan |
| 2025 | Majelis Metropolitan ketiga di Whiting, Indiana |
Makna persatuan dalam keragaman tradisi
Majelis Metropolitan 2025 menjadi momen penting yang mempertemukan para imam, religius, dan umat awam bersama dengan perwakilan dari Eksarkat Toronto dan Dikasteri untuk Gereja-Gereja Timur. Pertemuan ini, menurut Paus Leo, “menawarkan tanda nyata persekutuan dalam Gereja” yang memperkuat identitas unik Katolik Bizantium sekaligus menegaskan kesatuan mereka dengan Gereja universal.
Kehadiran komunitas Bizantium di Amerika Serikat merupakan contoh bagaimana Gereja Katolik merangkul keragaman tradisi liturgi dan spiritual sambil mempertahankan kesatuan iman. Melalui Majelis ini, komunitas Bizantium terus memperkuat identitas mereka sambil beradaptasi dengan konteks Amerika, menunjukkan vitalitas tradisi Timur dalam lanskap keagamaan Amerika yang beragam.




