Rabu, 1 Juli 2026. Di desa pegunungan Écône, Swiss, ratusan pastor berjalan dalam prosesi khidmat menuju seminari Society of Saint Pius X (SSPX). Di antara kerumunan itu, empat uskup baru ditahbiskan tanpa restu Paus. Sebuah tindakan yang, menurut hukum Gereja Katolik, langsung mengakibatkan ekskomunikasi otomatis bagi kelima pihak yang terlibat.
Ekskomunikasi otomatis dan tantangan terbuka kepada Paus Leo
Uskup Alfonso de Galarreta memimpin upacara pentahbisan itu. Ia sendiri pernah ditahbiskan tanpa izin kepausan pada tahun 1988. Ia menumpangkan tangannya di kepala empat uskup baru : satu dari Swiss, satu dari Prancis, dan dua dari Amerika Serikat. Ritual ini, dalam tradisi Katolik, diyakini menyalurkan Roh Kudus dari satu uskup ke uskup lainnya.
Sebelum misa dimulai, seorang pastor membacakan pernyataan resmi SSPX yang menjelaskan sikap mereka. “Oleh karena itu di hadapan Tuhan kami menganggapnya sebagai kewajiban suci… untuk melanjutkan pentahbisan uskup-uskup yang sepenuhnya setia pada tradisi suci dan magisterium tetapnya,” demikian bunyi pernyataan itu. Mereka juga menegaskan bahwa segala hukuman dan sensor gerejawi dianggap tidak sah.
Paus Leo telah berupaya mencegah langkah ini hingga menit terakhir. Ia menyebut pentahbisan tersebut sebagai “tindakan skismatis” dan “dosa dengan tingkat keparahan ekstrem”. Namun SSPX bergeming. Siaran langsung upacara itu diterjemahkan ke dalam empat bahasa : Inggris, Jerman, Italia, dan Polandia. Saat persembahan, kode QR bahkan muncul di layar agar penonton daring bisa berdonasi.
Ini bukan insiden kecil. Bagi seorang paus yang baru terpilih pada Mei tahun lalu sebagai paus pertama dari Amerika Utara dan menjadikan persatuan Gereja sebagai prioritas utamanya, krisis ini merupakan ujian besar pertama kepemimpinannya. Terutama setelah ia bekerja keras memperbaiki hubungan dengan kelompok tradisionalis yang semakin retak semasa kepausan Fransiskus.
SSPX : sejarah perlawanan sejak Konsili Vatikan II
SSPX bukan kelompok marjinal yang bisa diabaikan. Didirikan pada tahun 1970 oleh Uskup Agung Marcel Lefebvre di Écône, ordo ini kini memiliki hampir 1.500 pastor, seminaris, dan anggota panggilan lainnya. Jangkauan mereka luas : Amerika Serikat (dengan basis operasi besar di Kansas), Prancis, Argentina, dan sejumlah negara lain.
Inti penolakan mereka berpusat pada Konsili Vatikan II (1962-1965), pertemuan bersejarah para kardinal, patriark, dan uskup yang membawa sejumlah perubahan besar dalam Gereja. Berikut beberapa perubahan yang ditolak SSPX :
- Perayaan misa dalam bahasa lokal, bukan Latin
- Dialog ekumenis dengan agama-agama lain
- Keterbukaan terhadap modernitas dalam ajaran sosial Gereja
Konflik dengan Vatikan bukan hal baru. Krisis serupa pernah terjadi pada tahun 1988, saat Lefebvre mengulangi tindakan yang sama, mengakibatkan ekskomunikasi dirinya dan empat uskup yang ia tahbiskan, termasuk Richard Williamson, seorang uskup Inggris. Williamson kemudian memperburuk situasi dengan menyangkal Holocaust tak lama sebelum ekskomunikasi mereka dicabut oleh Paus Benediktus XVI pada 2009.
| Tahun | Peristiwa | Konsekuensi |
|---|---|---|
| 1988 | Lefebvre tahbiskan 4 uskup tanpa izin | Ekskomunikasi oleh Yohanes Paulus II |
| 2009 | Paus Benediktus cabut ekskomunikasi | Dialog sempat terbuka kembali |
| 2026 | SSPX tahbiskan 4 uskup baru | Ekskomunikasi otomatis, krisis kepausan Leo |
Di antara kerumunan yang hadir di Écône, tampak pula anggota partai neofasis Italia Forza Nuova dan kelompok sayap kanan Futuro Nazionale. Kehadiran mereka bukan kebetulan. Bagi siapa pun yang ingin memahami lebih jauh mengapa kelompok-kelompok konservatif ini berbenturan dengan kepemimpinan Paus Leo, artikel mengenai Katolik MAGA yang berbenturan dengan Leo XIV dan alasan kuat mereka untuk takut kepadanya memberikan konteks yang sangat relevan. Skisma ini bukan sekadar soal ritus Latin. Ini adalah perang ideologi di jantung Gereja.
- Buku Katolik terlaris selama 63 tahun berturut-turut - 10 Juli 2026
- Kristen tidak bersatu untuk Israel : fakta - 9 Juli 2026
- Kristianitas : penemuan prasasti Aramia di kuil Mithras - 7 Juli 2026




