Strategi apologetika C. S. Lewis yang terlupakan

Pria tua berpikir di meja kerja dengan buku-buku antik

Sebagian besar orang mengenal C. S. Lewis lewat Mere Christianity atau The Problem of Pain, dua karya yang menyerang skeptisisme modern secara langsung. Tapi ada sebuah ceramah yang disampaikan Lewis pada 1945 kepada para pendeta Anglikan, berjudul “Christian Apologetics,” yang mengungkap pendekatan berbeda, satu yang jarang dibahas padahal Lewis sendiri menyebutnya sebagai langkah pertama menuju pertobatan massal. Saya menyebutnya apologetika laten, dan menurut saya ini strategi yang paling relevan justru di era kita sekarang.

Mengapa asumsi tersembunyi lebih berbahaya dari serangan langsung

Lewis pernah mengalami sendiri bagaimana iman bisa runtuh bukan karena argumen yang kuat, melainkan karena asumsi-asumsi yang merembes perlahan. Saat belajar di Cherbourg House, para gurunya secara diam-diam menganggap bahwa gagasan religius adalah ilusi semata. Tidak ada yang berargumen, tidak ada yang berdebat. Asumsi itu cukup untuk mengikis imannya secara bertahap.

Pengalaman ini membentuk cara Lewis melihat medan pertempuran intelektual. Ketika ia berbicara kepada personel Royal Air Force selama Perang Dunia II, ia sadar bahwa argumen terbaiknya pun tidak akan cukup. Begitu para pendengar meninggalkan kuliahnya, mereka kembali ke lingkungan yang secara implisit menganggap kekristenan tidak relevan. Asumsi latar belakang lebih kuat dari argumen permukaan. Ini bukan teori abstrak, ini diagnosis yang tajam.

Satu buku teks bernama The Control of Language, yang Lewis kritik habis dalam The Abolition of Man, menjadi contoh paling nyata. Buku itu mengajarkan bahasa Inggris, tetapi asumsi yang tersembunyi di dalamnya secara efektif merusak fondasi moralitas objektif. Tanpa satu pun argumen eksplisit tentang etika, buku itu sudah membentuk cara pandang ribuan pelajar. Itulah kekuatan asumsi laten.

Jenis apologetika Pendekatan Contoh karya Lewis
Blatant (terang-terangan) Argumen langsung untuk iman Kristen Mere Christianity, Miracles
Laten (tersembunyi) Iman tersimpan di bawah permukaan karya lain Till We Have Faces, The Abolition of Man

Strategi konkret : buku kecil dengan dampak besar

Pada 1929, Rationalist Press Association meluncurkan Thinkers Library, serangkaian buku murah tentang sains dan sejarah yang ditulis terutama oleh kaum ateis. Ateisme mereka tidak dinyatakan secara eksplisit, melainkan diandaikan sebagai kerangka dasar pemikiran yang wajar. Lewis menginginkan tandingan langsung untuk seri semacam ini : buku-buku populer yang ditulis oleh orang Kristen di berbagai bidang ilmu, dengan kekristenan mereka yang tersembunyi di bawah permukaan.

Bayangkan ini : jika setiap kali seorang pembaca umum mencari pengantar geologi atau ilmu politik yang terjangkau, dan buku terbaik di pasaran selalu ditulis oleh seorang Kristen, maka tanpa satu kata pun tentang Injil, asumsi-asumsi Kristen akan mulai membentuk cara pandang pembaca itu. Inilah yang Lewis maksud dengan menyerang jalur komunikasi musuh.

Lewis sendiri mempraktikkannya. The Abolition of Man hanya menyebut Yesus Kristus satu kali, dan itupun bersanding dengan Konfusius. Namun buku itu secara efektif menghancurkan fondasi moralitas subjektif tanpa berpretensi sebagai buku apologetika. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan strategi ini :

  • Tulis untuk pembaca umum, bukan hanya kalangan gereja
  • Kuasai bidang ilmu secara sungguh-sungguh, bukan sekadar “dikristenkan”
  • Biarkan asumsi Kristen bekerja secara organik, bukan dipaksakan
  • Tolak kompromi pada akurasi demi tujuan apologetis

Pada 1955, ketika Carl F. H. Henry meminta Lewis menulis artikel apologetika untuk Christianity Today, Lewis menjawab bahwa kekuatannya kini ada dalam “menangkap pembaca tanpa mereka sadari, melalui fiksi dan simbol.” Gereja perlu mulai memperlakukan para ilmuwan, penulis, dan akademisi Kristen di berbagai bidang sebagai apolog laten, bukan hanya sebagai jemaat biasa yang perlu dilayani.

Strategi apologetika C. S. Lewis yang terlupakan

Rian Pratama
Scroll to Top