Umat Katolik NYC marah setelah Zohran Mamdani berkali-kali mengabaikan mereka

Umat Katolik NYC marah setelah Zohran Mamdani berkali-kali mengabaikan mereka

Hubungan antara Walikota New York City Zohran Mamdani dan komunitas Katolik mengalami ketegangan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah insiden yang melibatkan pemimpin Muslim muda ini telah memicu kemarahan di kalangan 2,5 juta umat Katolik yang tinggal di kota tersebut. Kritikus menilai bahwa tindakan-tindakan Mamdani menunjukkan ketidakhormatan yang jelas terhadap komunitas religius terbesar di NYC.

Kontroversi dimulai jauh sebelum peristiwa terbaru, ketika Mamdani menunjuk aktivis transgender Ceyenne Doroshow ke dalam komite inauguralnya. Keputusan ini memicu kemarahan besar karena Doroshow pernah terlibat dalam insiden kontroversial di Katedral St. Patrick pada Februari 2024. Katedral tersebut mengklaim telah ditipu untuk menyelenggarakan upacara pemakaman yang dinilai menghina kesucian gereja untuk aktivis transgender Cecilia Gentili, tepat saat periode Prapaskah dimulai.

Insiden upacara pemakaman kontroversial di katedral

Upacara pemakaman yang dihadiri sekitar 1.000 pelayat ini menjadi sorotan negatif bagi komunitas Katolik. Para hadirin, yang mengenakan rok mini dan stocking jaring, memberikan penghormatan kepada almarhum dengan sebutan “St. Cecilia, ibu dari semua pelacur”. Pastor Enrique Salvo menyatakan bahwa pihak katedral hanya mengetahui bahwa keluarga dan teman-teman meminta misa pemakaman untuk seorang Katolik, tanpa menduga bahwa sambutan dan doa mereka akan direndahkan dengan cara yang begitu menghujat.

Doroshow, di sisi lain, justru menuntut gereja untuk meminta maaf atas dekade-dekade degradasi dan kebencian yang telah ditimpakan kepada komunitas transgender. Sikap ini semakin memperburuk hubungan yang sudah tegang antara komunitas LGBTQ+ dan institusi gereja Katolik. Bill Donahue, Presiden Liga Katolik, mengatakan kepada media bahwa Mamdani tidak hanya tidak menginginkan hubungan dengan umat Katolik, tetapi juga mempekerjakan orang-orang yang secara terang-terangan anti-Katolik.

Ketidakhadiran dalam acara pelantikan dan sarapan antar-iman

Mamdani melanjutkan serangkaian tindakan yang dianggap merendahkan dengan tidak menghadiri pelantikan Uskup Agung Roland Hicks pada 6 Februari. Ini merupakan pertama kalinya dalam hampir 100 tahun seorang walikota NYC absen dalam pelantikan uskup agung. Juru bicara City Hall mengklaim bahwa walikota mengalami konflik jadwal, namun penjelasan ini tidak diterima dengan baik oleh komunitas Katolik yang merasa diabaikan.

Berikut beberapa aspek ketegangan yang muncul :

  • Tidak ada imam Katolik yang berbicara di acara pelantikan Mamdani
  • Acara sarapan antar-iman tidak melibatkan pemimpin Katolik sebagai pembicara
  • Tradisi yang dimulai sejak 2002 oleh Walikota Michael Bloomberg ini dilanggar
  • Tahun sebelumnya, Monsinyur Kevin Sullivan dan Pastor Ryan Muldoon hadir dan memberikan doa pembukaan

Anggota Dewan Kota Joann Ariola dari Queens, yang juga seorang Katolik, menyatakan bahwa Mamdani telah menunjukkan sikap merendahkan terhadap komunitas Yahudi, dan kini melakukan hal yang sama kepada umat Katolik. Ia menambahkan bahwa topeng walikota mulai terbuka, mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya dan apa yang ia pikirkan tentang komunitas beriman di New York. Situasi ini juga mengingatkan pada Umat Katolik di seluruh AS menentang kebijakan deportasi massal Trump, menunjukkan keterlibatan aktif komunitas Katolik dalam isu-isu politik dan sosial.

Acara Walikota Sebelumnya Mamdani
Pelantikan Uskup Agung Hadir Tidak hadir
Sarapan Antar-Iman Melibatkan imam Katolik Tanpa imam Katolik
Komite Inaugural Beragam representasi Menunjuk aktivis kontroversial

Umat Katolik NYC marah setelah Zohran Mamdani berkali-kali mengabaikan mereka

Upaya rekonsiliasi dan respons dari berbagai pihak

Profesor Robert George dari Princeton, seorang intelektual Katolik terkemuka, menyatakan rasa terima kasihnya atas kejujuran Mamdani dalam menunjukkan kepada komunitas Katolik New York bahwa ia tidak menghormati keyakinan mereka dan bukan teman mereka. Menurutnya, cara ini membantu umat Katolik memahami posisi mereka dalam administrasi walikota baru ini.

Juru bicara Keuskupan Agung New York mengungkapkan bahwa Mamdani dan Hicks akhirnya bertemu di acara State of the NYPD pada hari Selasa dan kemudian berbicara melalui telepon. Sekretaris pers Mamdani, Joe Calvello, menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, walikota dan pemimpin rohani membahas nilai-nilai bersama dan harapan untuk bekerja sama demi kesejahteraan warga kota. Mereka juga mendiskusikan topik ringan seperti pizza, dengan Mamdani merekomendasikan Koronet sebagai tempat yang bagus untuk dikunjungi.

jose
Scroll to Top