Konferensi Waskita Katolik Amerika Serikat baru-baru ini menggelar pemungutan suara yang mencerminkan orientasi konservatif hierarki gereja di negara tersebut. Uskup Agung Paul Coakley dari Oklahoma City terpilih sebagai presiden baru dalam pemungutan suara yang berlangsung pada 11 November 2024. Keputusan ini menandakan bahwa para uskup AS mempertahankan sikap tradisional mereka pada isu-isu sosial, meskipun mereka mengadvokasi kebijakan imigrasi yang lebih manusiawi di bawah pemerintahan Donald Trump yang kedua.
Profil kepemimpinan konservatif terpilih
Uskup Agung Coakley dikenal sebagai tokoh konservatif yang vokal dalam isu-isu budaya. Sebelum terpilih, ia menjabat sebagai sekretaris konferensi sejak 2022, posisi ketiga tertinggi dalam struktur organisasi. Pemilihannya memerlukan tiga putaran voting untuk mengalahkan kandidat sentris Bishop Daniel Flores dari Brownsville, Texas, yang kemudian terpilih sebagai wakil presiden.
Keterlibatan Coakley dengan Napa Institute, sebuah asosiasi untuk tokoh-tokoh berpengaruh Katolik konservatif, memperkuat kredensialnya di sayap kanan gereja. Pada 2018, ia secara terbuka mendukung Uskup Agung Carlo Maria Viganò, kritikus keras Paus Fransiskus yang kemudian dikucilkan karena pandangan-pandangan yang dianggap memecah belah. Latar belakang ini menunjukkan komitmennya terhadap interpretasi tradisional ajaran Katolik, terutama terkait aborsi dan hak-hak LGBTQ+.
Dinamika pemilihan dan kandidat lainnya
Proses pemilihan menampilkan sepuluh kandidat, setengahnya berasal dari faksi konservatif konferensi. Tidak ada calon favorit yang jelas sebelum pemungutan suara. Para kandidat dinominasikan oleh sesama uskup, dan Coakley akan menjabat selama tiga tahun menggantikan Uskup Agung Timothy Broglio.
| Kandidat | Keuskupan | Orientasi |
|---|---|---|
| Paul Coakley | Oklahoma City | Konservatif |
| Daniel Flores | Brownsville | Sentris |
| Robert Barron | Winona-Rochester | Konservatif |
Bishop Robert Barron, yang terkenal melalui pelayanan media Word on Fire, juga masuk dalam daftar kandidat. Ia bersama Bishop Kevin Rhoades dari Fort Wayne-South Bend menjabat di Komisi Kebebasan Beragama Trump. Namun, Coakley berhasil mengalahkan kandidat-kandidat ini serta tokoh sentris yang dianggap bisa menyatukan para uskup AS dan bekerja lebih baik dengan Vatikan.
Ketegangan dengan pendekatan pastoral Vatikan
Konferensi Waskita Katolik Amerika Serikat sering mengalami perbedaan pendekatan dengan Vatikan. Mendiang Paus Fransiskus dan penggantinya, Paus Leo XIV, menekankan pendekatan inklusif terhadap kaum marjinal, kemiskinan, dan lingkungan. Orientasi ini kontras dengan penekanan hierarki AS pada isu-isu etika seksual tradisional.
Bishop Flores merupakan contoh kandidat yang mewakili jembatan antara tradisi dan modernisasi. Sebagai pemimpin AS dalam proses sinode Vatikan untuk memodernisasi gereja, ia tradisional dalam etika seksual namun vokal membela migran dari keuskupannya di perbatasan AS-Meksiko. Hal ini menunjukkan kompleksitas spektrum politik dalam hierarki gerejawi Amerika. Uskup Katolik Uganda ditunjuk memimpin keuskupan Louisiana, menunjukkan dinamika kepemimpinan global gereja.
Posisi bersama tentang kebijakan imigrasi
Meskipun terpolarisasi dalam banyak isu, para uskup AS bersatu dalam mendukung hak-hak migran. Mereka merencanakan diskusi mendalam tentang imigrasi selama pertemuan. Ketakutan akan penegakan imigrasi telah mengurangi kehadiran misa di beberapa paroki, sementara klerus lokal berjuang untuk memberikan sakramen kepada imigran yang ditahan.
Para uskup mengirim surat kepada paus yang menyatakan komitmen mereka untuk “terus berdiri bersama migran dan membela hak setiap orang untuk beribadah tanpa intimidasi.” Mereka mendukung perbatasan yang aman dan tertib, namun tidak dapat diam saat hak beribadah dan proses hukum yang adil dirusak. Paus Leo baru-baru ini menyerukan “refleksi mendalam” tentang perlakuan terhadap migran di AS, menekankan dampak mendalam pada mereka yang telah tinggal bertahun-tahun tanpa masalah.
- Buku baru tegaskan konvergensi luar biasa antara Metodis dan Katolik - 12 Desember 2025
- Antikristus bersembunyi di tengah perayaan Natal tanpa disadari banyak orang - 11 Desember 2025
- Raja mendukung umat Kristiani yang dianiaya dalam kebaktian Adven - 10 Desember 2025




