Pembebasan kewajiban ibadah di tengah ketakutan razia imigrasi di kawasan Los Angeles telah menjadi sorotan penting. Uskup Alberto Rojas dari Keuskupan San Bernardino membebaskan umat Katolik dari kewajiban menghadiri Misa jika mereka memiliki ketakutan nyata terhadap aksi penegakan imigrasi. Keputusan ini dikeluarkan melalui surat resmi pada 13 Juli 2025 dan menunjukkan respons gereja terhadap situasi yang semakin mencemaskan.
Dampak razia imigrasi terhadap komunitas Katolik
Razia imigrasi di kawasan Los Angeles telah mengakibatkan penurunan dramatis kehadiran umat di gereja-gereja Katolik. Keuskupan San Bernardino yang terletak sekitar 97 kilometer di timur Los Angeles melaporkan bahwa kehadiran pada Misa berbahasa Spanyol di seluruh parokinya telah menurun hingga setengahnya.
Keputusan pembebasan kewajiban ini merupakan langkah langka yang biasanya dicadangkan untuk situasi luar biasa seperti pandemi. Keuskupan San Bernardino menjadi yang kedua di Amerika Serikat yang membebaskan umat dari kewajiban Misa setelah administrasi Trump meningkatkan razia federal di seluruh negeri.
Beberapa dampak yang dirasakan komunitas Katolik antara lain:
- Pembatalan upacara Pembaptisan oleh para orang tua
- Penundaan acara-acara penting gereja
- Penurunan kehadiran di Misa hingga 5% sampai 50%
- Perayaan pembaptisan yang diselenggarakan menjadi lebih kecil
Uskup Rojas menjelaskan bahwa petugas imigrasi telah menangkap orang-orang di dua parokinya, yang semakin mengintensifkan ketakutan di seluruh keuskupan. “Dengan semua kekhawatiran dan kecemasan yang mereka rasakan, saya ingin menghilangkan, untuk sementara waktu, beban yang mungkin mereka rasakan karena tidak dapat memenuhi komitmen yang dipanggil oleh umat Katolik kita,” kata Uskup dalam pernyataannya.
Strategi gereja menghadapi krisis imigrasi
Gereja-gereja di kawasan Los Angeles telah mengembangkan berbagai strategi untuk mendukung jemaatnya di tengah ketakutan razia imigrasi. Pastor Mario Torres dari Gereja Katolik St. Thomas the Apostle di kawasan Pico-Union Los Angeles mengatakan bahwa sebelum razia besar pada 6 Juni, bangku gereja yang biasanya memuat sekitar 900 orang hanya terisi sekitar setengahnya.
Beberapa gereja bahkan membatalkan acara tahunan mereka untuk melindungi jemaatnya. Pembatalan fiesta tahunan di akhir Juni dilakukan untuk menghindari jemaat berada di luar sepanjang hari, yang bisa meningkatkan risiko penangkapan.
Para pastor telah berusaha meyakinkan jemaat mereka bahwa aula gereja adalah tempat yang aman. “Jika ICE muncul di gereja, saya akan menutup gereja, dan jika mereka akan menangkap seseorang, saya akan menjadi yang pertama,” kata Pastor Torres.
| Gereja | Lokasi | Penurunan Kehadiran |
|---|---|---|
| St. Thomas the Apostle | Pico-Union, Los Angeles | Sekitar 50% |
| Our Lady Queen of Angels | Downtown Los Angeles | Sekitar 50% |
| Dolores Mission | Boyle Heights | Tidak disebutkan |
Solidaritas lintas iman dan masyarakat
Situasi ini telah memicu gelombang solidaritas lintas iman di kawasan Los Angeles. Selama Misa Minggu pertama setelah razia dimulai di Los Angeles, anggota sinagoga Yahudi berjaga di luar gereja Katolik di Boyle Heights, sebuah lingkungan Latino, untuk mengawasi aktivitas ICE sementara jemaat berada di dalam.
Beberapa gereja telah menjadi pusat sumber daya dan bantuan bagi mereka yang takut meninggalkan rumah. Mereka mengkoordinasikan pengiriman bahan makanan dan bantuan keuangan untuk mendukung komunitasnya yang terdampak.
Uskup Rojas mendorong orang-orang di keuskupannya yang tidak menghadiri Misa untuk berpartisipasi dalam layanan televisi atau online, dan untuk mempertahankan iman mereka melalui doa, membaca kitab suci, atau membaca rosario.
Bagi banyak umat Katolik, menimbang keselamatan pribadi di atas menghadiri Misa menghadirkan dilema moral yang rumit. Pastor Brendan Busse dari Dolores Mission meyakinkan jemaatnya bahwa mereka diperbolehkan untuk tetap di rumah jika mereka takut, meskipun keuskupan agung Los Angeles belum mengeluarkan dekrit serupa dengan yang ada di San Bernardino.
“Tidak ada dalam diri saya yang merasa seperti Tuhan tidak akan menemukan mereka di mana pun mereka berada,” katanya, menekankan bahwa iman tidak terikat pada kehadiran fisik di gereja selama masa-masa sulit ini.
- Katolik Meksiko jaga gereja dari vandalisme protes hari perempuan - 11 Maret 2026
- John Banville : ‘Gereja Katolik adalah organisasi teroris negara’ - 8 Maret 2026
- Buku-buku yang dibaca umat Katolik selama masa Prapaskah - 6 Maret 2026




