Dua umat Katolik asal Philadelphia baru saja mendapat kepercayaan besar di tingkat nasional. Dr. Daniel Drain dan Sofia Zacharczuk ditunjuk sebagai pejabat di Advisory Council for the Administrative Committee (ACAC), badan konsultasi utama Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat atau USCCB. Bukan penunjukan biasa : keduanya tergolong generasi milenial, dan fakta itu sendiri sudah cukup mengejutkan banyak pihak di lingkaran gereja nasional.
Drain, yang menjabat sebagai direktur Office for Life and Family Keuskupan Agung Philadelphia sekaligus profesor teologi di St. Charles Borromeo Seminary, dipilih sebagai ketua ACAC. Zacharczuk, kepala staf Ukrainian Catholic Archeparchy of Philadelphia yang dipimpin oleh Metropolitan Archbishop Borys Gudziak, diamanatkan sebagai sekretaris dewan yang sama. Dua orang Philadelphia, satu dewan strategis. Kebetulan ? Drain sendiri menyebutnya sebagai “langkah yang cukup tegas dari Roh Kudus.”
Peran strategis dua pejabat baru USCCB dari Philadelphia
ACAC bukan sekadar komite seremonial. Dewan ini berfungsi sebagai forum konsultasi pertama bagi para uskup sebelum mengambil keputusan penting dalam tata kelola konferensi. Anggotanya mencakup presiden USCCB saat ini, Uskup Agung Oklahoma City Paul Coakley, para ketua komite tetap, serta perwakilan dari setiap wilayah Amerika Serikat. Dewan ini didirikan pada 1968 dengan misi melibatkan umat awam dalam proses sinodalitas yang nyata.
Drain bergabung dengan dewan ini pada 2025. Jabatannya akan berjalan tiga tahap berurutan :
- Ketua terpilih (chair-elect) pada 2027
- Ketua aktif (chair) pada 2028
- Mantan ketua (past chair) pada 2029
Ia akan memimpin setiap pertemuan dewan, merancang agenda konsultasi, dan menyampaikan laporan langsung kepada Komite Administrasi. Sebagai teolog, Drain mengakui profilnya tidak lazim untuk posisi ini. “Biasanya kursi ini diisi oleh seseorang yang sering memimpin rapat, duduk di banyak dewan nirlaba, atau pengacara diosesan,” katanya. Menjadi seorang ayah muda dan teolog di posisi ini, menurutnya, terasa sekaligus mengagumkan dan merendahkan hati.
Zacharczuk, dari sisi lain, membawa dimensi penting : representasi gereja Katolik Timur dalam dewan yang selama ini lebih banyak mencerminkan tradisi Latin. Ia melihat perannya sebagai kelanjutan dari jejak Uskup Agung Gudziak di USCCB, yang pernah menjadi ketua subkomite Domestic and Policy and Human Development dan kini memimpin Committee on International Justice and Peace.
| Nama | Jabatan di ACAC | Latar belakang |
|---|---|---|
| Dr. Daniel Drain | Ketua (mulai 2028) | Direktur Office for Life and Family, profesor teologi |
| Sofia Zacharczuk | Sekretaris | Kepala staf Ukrainian Catholic Archeparchy of Philadelphia |
Suara umat jadi bahan bakar arah kebijakan para uskup
Yang menarik dari penunjukan ini bukan sekadar profil orangnya, tapi filosofi kerja yang mereka bawa. Drain menegaskan bahwa tugasnya bukan memutuskan, melainkan membentuk percakapan yang jujur. “Dari Honolulu hingga negara-negara perbatasan, saya ingin gambaran nyata tentang bagaimana isu-isu ini dirasakan oleh umat awam dan kaum religius,” ujarnya.
Zacharczuk punya pesan langsung untuk umat : berbicara, jangan diam. “Jika kamu punya sesuatu untuk dikatakan, pendapat, atau pikiran, sampaikan,” tegasnya. Para uskup, menurutnya, benar-benar ingin mendengar suara umat yang mereka layani. Konteks ini relevan mengingat uskup Katolik AS yang memilih presiden konservatif, memperkuat arah ke kanan, sehingga saluran konsultasi seperti ACAC semakin krusial sebagai penyeimbang suara dari bawah.
Dewan ACAC biasanya bertemu dua kali setahun, sekitar Maret dan September. Dengan dua wajah baru dari Philadelphia di pucuk pimpinan, siklus konsultasi nasional ini berpotensi membawa energi dan perspektif yang segar ke meja para uskup Amerika.
- Dua Katolik Filadelfia jadi pejabat USCCB - 29 September 2026
- Kristen hapus media sosial : panduan spiritual - 24 September 2026
- Gugatan bias terhadap Kristen dan Yahudi di Dearborn - 23 September 2026




