Gereja First Council of Nicaea ditemukan di Turki

Interior gereja bizantin dengan kolom marmer dan mosaik emas di apse

Pada Juli 2026, tim arkeolog internasional menggali kompleks gereja di kota kuno Nicaea, kini dikenal sebagai İznik di Turki. Temuan yang mereka umumkan mengejutkan dunia : kemungkinan besar mereka menemukan gereja tempat berlangsungnya Konsili Nicaea Pertama pada tahun 325 M, salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Kekristenan. Bukan klaim ringan, dan bukti yang mereka ajukan cukup kuat untuk diambil serius.

Direktur ekskavasi, Mustafa Åžahin, menjelaskan kepada kantor berita resmi Turki Anadolu Agency bahwa timnya menemukan petunjuk penting ketika lapisan lantai batu meluas melampaui dinding basilika yang sudah diketahui sebelumnya. “Itu pertanyaan terpenting kami musim ini,” ujarnya. Dari situ, penggalian diarahkan ke sisi timur, dan hasilnya membenarkan dugaan mereka.

Dua gereja berlapis dan peran koin kuno sebagai bukti tanggal

Gambaran yang muncul dari ekskavasi ini ternyata lebih kompleks dari yang diperkirakan. Di bawah Gereja Para Bapa Kudus, yang dibangun sekitar tahun 380 M, terdapat bangunan yang lebih kecil dan lebih tua : Gereja Santo Neophytos. Gereja ini hancur akibat gempa bumi pada tahun 368 M, lalu digantikan oleh bangunan yang lebih besar di atasnya.

Åžahin menyebut koin-koin yang ditemukan di makam bawah basilika sebagai kunci kronologi. Koin tersebut membantu memperkirakan bahwa konstruksi Gereja Para Bapa Kudus dimulai sekitar tahun 380 M, artinya gereja di bawahnya sudah ada jauh sebelumnya. Berikut gambaran kronologi dua bangunan tersebut :

Bangunan Perkiraan Tanggal Keterangan
Gereja Santo Neophytos Sebelum 325 M, hancur 368 M Kandidat tempat Konsili Nicaea I
Gereja Para Bapa Kudus Sekitar 380 M Dibangun di atas situs konsili sebagai peringatan

Selain data fisik, catatan sejarah turut memperkuat argumen ini. Eusebius dari Kaisarea, yang hadir langsung dalam Konsili Nicaea Pertama, menggambarkan pertemuan itu berlangsung di sebuah gereja kecil. Åžahin mengutip detail ini sebagai konfirmasi : “Gerejanya begitu kecil sehingga orang bertanya-tanya bagaimana begitu banyak uskup bisa muat di dalamnya.” Deskripsi Eusebius tentang teks-teks langka dari para Bapa Gereja awal selalu menjadi rujukan penting dalam penelitian semacam ini.

Makna Konsili Nicaea bagi sejarah doktrin Kristen

Konsili yang berlangsung pada tahun 325 M ini bukan sekadar pertemuan biasa. Lebih dari 300 uskup dari seluruh kekaisaran Romawi berkumpul atas undangan Kaisar Konstantinus untuk menyatukan doktrin Kristen. Hasilnya adalah Kredo Nicea, yang menegaskan bahwa Yesus “diperanakkan, bukan diciptakan” dan sepenuhnya ilahi.

Konsili ini juga secara resmi menolak pandangan Arius, yang berpendapat bahwa Kristus adalah makhluk ciptaan, bukan sederajat dengan Allah Bapa. Keputusan tersebut membentuk fondasi teologi Kristen hingga hari ini. Penemuan lokasi fisik gereja ini memberi dimensi baru pada pemahaman kita :

  1. Memperkuat validitas narasi sejarah Kekristenan awal.
  2. Memberikan konteks arkeologis konkret pada dokumen teologis kuno.
  3. Membuka peluang penelitian lebih lanjut tentang arsitektur gereja abad ke-4.

Turki memang terus menjadi ladang subur bagi arkeologi Kristen awal. Tahun lalu, penggalian di kota kuno Olympos di selatan negeri itu mengungkap gereja Kristen abad ke-5 dengan sebuah inskripsi yang tersembunyi lama. Sementara itu, di barat daya Turki, reruntuhan rumah sakit Romawi yang kemudian dialihfungsikan menjadi tempat ibadah Kristen juga berhasil ditemukan. Åžahin sendiri menyatakan dengan tegas : “Kami sangat senang karena hipotesis kami telah terkonfirmasi.” Bagi para peneliti, ini bukan sekadar keberhasilan teknis, melainkan jendela langsung menuju salah satu babak paling krusial dalam peradaban Barat.

Gereja First Council of Nicaea ditemukan di Turki

Rian Pratama
Scroll to Top